Apakah Anda pernah mendengar alarm ketika terjadi bencana kebakaran? Ya, sistem alarm kebakaran telah didesain sedemikian rupa supaya bisa mendeteksi adanya gejala kebakaran. Di gedung atau kantor biasanya akan terdapat alat ini sebagai alat pendeteksi gejala kebakaran.

Pada sistem alarm kebakaran terdapat beberapa komponen penting yang menjadi penggerak sistem tersebut. Salah satu komponen penting yang dimaksud adalah detector.

Komponen detector ini tersedia dalam berbagai jenis seperti heat detector, smoke detector, flame detector, dan gas detector. Setiap detector bisa mendeteksi gejala tertentu. Misalnya heat detector yang bisa mendeteksi panas atau smoke detector yang dapat mendeteksi asap.

Jenis Sistem Alarm Kebakaran

Sistem alarm kebakaran juga tersedia dalam berbagai jenis. Sekarang telah banyak perusahaan yang jual fire alarm system dan sebelum memutuskan beli harus memperhatikan jenis sistem yang akan digunakan. Berikut ini adalah beberapa jenis fire alarm system yang ada di pasaran.

1. Non Addressable System

Pada setiap fire alarm system pasti akan terdapat komponen MCFA (Main Control Fire Alarm). Komponen yang satu ini berfungsi untuk menerima sinyal dari detector.

Pada Non Addressable System, komponen MCFA dan detektor yang digunakan bersifat konvensional. Jadi sistem akan menerima sinyal dari semua detektor, namun tidak ada alamat langsung dimana detektor yang mengirim sinyal tersebut.

Pada umumnya Non Addressable System ini dipakai pada gedung yang skalanya masih kecil seperti toko atau perumahan. Jika dipakai untuk kebutuhan rumah atau tempat usaha, sistem alarm kebakaran ini sangat cocok dipakai.

Salah satu keunggulan dari sistem alarm ini adalah proses pemasangannya yang sangat sederhana. Namun sistem tidak akan mengetahui alamat lokasi detektor yang mengirimkan sinyal.

Baca juga: MENGENAL EQUIPMENT PENTING PADA SISTEM ALARM KEBAKARAN

2. Semi Addressable System

Pada fire alarm system ini, MCFA yang digunakan adalah addressable. Tapi sayangnya detektor yang digunakan masih bersifat konvensional. Supaya detektor bekerja dengan efektif, maka sistem ini dibantu dengan module fire alarm.

Fungsi dari modul ini yaitu untuk membaca dan mentransfer sinyal dari detektor yang masih konvensional. Jenis sistem ini tentu saja lebih baik dibandingkan dengan Non Addressable System dimana MCFA yang dipakai masih juga konvensional.

Baca juga: CEGAH KEBAKARAN, ADOPSI ALAT PEMADAM API OTOMATIS INI

3. Full Addressable System

Pada sistem alarm kebakaran ini, MCFA dan detector yang digunakan sudah bersifat addressable. Dengan begitu, proses untuk mendeteksi kebakaran akan jauh lebih mudah.

Pada setiap detektor sudah memiliki alamat yang jelas, sehingga alat ini bisa segera mengirim sinyal ke MCFA ketika ada gejala kebakaran. MCFA juga secara langsung dapat mengetahui lokasi gejala kebakaran tersebut.

Jenis sistem alarm kebakaran ini biasanya dipakai oleh gedung yang berskala besar. Misalnya hotel yang tingkat terjadinya kebakaran sangat tinggi.

Jika tidak dipasang sistem pengingat yang addressable, maka proses pendeteksian gejala kebakaran akan lebih lambat. Sehingga mungkin saja bencana kebakaran akan langsung terjadi dan tidak sempat dihentikan.

Pada gedung yang berskala sudah diharuskan memakai sistem alarm addressable. Karena jika sampai proses kebakaran terjadi, ada lebih banyak korban jiwa. Selain itu aset bisnis yang dimiliki oleh pemilik gedung akan hilang.

Baca juga: 4 LOKASI PEMASANGAN PINTU TAHAN API DALAM BANGUNAN

Itulah tiga jenis sistem alarm kebakaran yang sudah banyak digunakan saat ini. Jika gedungnya masih skala kecil, memakai non addressable system atau semi addressable system adalah pilihan yang sangat tepat.

Namun jika gedung yang dipakai sudah berskala besar, sebaiknya gunakan addressable system. Sehingga proses pendeteksian gejala kebakaran akan lebih cepat dan gejala tersebut bisa segera dihilangkan.


Author

%d bloggers like this: