Indonetwork.co.id (Jakarta) – Dengan kondisi politik dan ekonomi di Indonesia yang tetap stabil. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian meyakinkan bahwa, sejumlah sektor industri manufaktur akan mengalami kenaikan pertumbuhan di tahun 2019. Beberapa investor bahkan tetap yakin menanamkan modalnya di tanah air.

Menurut Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, Indonesia masih menjadi negara tujuan utama investasi khususnya di sektor industri manufaktur. Pada era pemerintahan Jokowi, di klaster Cilegon, sudah ada beberapa tambahan investasi. Misalnya, Posco dan Krakatau Steel sebesar USD3 miliar dan Lotte yang belum lama melakukan ground breaking senilai USD3,5 miliar.

Baca juga: Sektor Industri Manufaktur Diyakini Masih Mencorong di Tahun 2019

Meski memasuki tahun politik Menperin berharap, upaya itu diharapkan dapat memberikan efek kepercayaan diri kepada investor, walau dilakukan menjelang pesta demokrasi (Pemilu).

Kemenperin mencatat, pada tahun 2014 dengan adanya momentum Pemilu, industri pengolahan naik menjadi 5,61 persen dibanding capaian tahun sebelumnya sebesar 5,45 persen. Sektor yang menopang lonjakan tersebut, antara lain industri mamin, industri TPT, serta industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki.

“Artinya, investor tidak perlu lagi menunggu, bahwa kondisi ekonomi dan politik Indonesia dinilai stabil. Nah, ini kesempatan Indonesia untuk terus memacu investasi,” imbuhnya.

Hingga Desember 2018, investasi industri nonmigas diperkirakan mencapai Rp226,18 triliun. Selain menumbuhkan populasi industri, investasi dapat memperdalam struktur industri di dalam negeri sehingga berperan sebagai substitusi impor.

“Populasi industri besar dan sedang bertambah sebesar 6 ribu unit usaha. Industri kecil mengalami penambahan jumlah industri yang mendapatkan izin sebanyak 10 ribu unit usaha,” paparnya.

Baca juga: Gandeng BTPN Bekraf Siap Tingkatkan Kapasitas Pelaku Ekonomi Kreatif

Dari capaian tersebut, total tenaga kerja di sektor industri yang telah terserap sebanyak 18,25 juta orang. Jumlah tersebut naik 17,4 persen dibanding tahun 2015 di angka 15,54 juta orang.

Seiring upaya menggenjot investasi, Kemenperin mengakselerasi pembangunan kawasan industri di luar Jawa dengan tujuan dapat mendorong pemerataan infrastruktur dan ekonomi di seluruh Indonesia.

Pada tahun 2019, ditargetkan 18 kawasan industri di luar Jawa selesai pembangunannya. Hingga November 2018, sebanyak 10 kawasan industri yang termasuk proyek strategis nasional (PSN) sudah beroperasi.

Menperin menambahkan, setelah gencar melaksanakan berbagai pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia, pemerintahan Presiden Joko Widodo akan menjalankan program peningkatan kualitas SDM pada tahun 2019 dengan lebih massif.

Dalam hal ini, Kemenperin turut fokus menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan vokasi di SMK dan politeknik yang link and match dengan industri.

Dedy Mulyadi