Indonetwork.co.id (Jakarta) – Indonesia dengan bangga menyampaikan keikutsertaannya sebagai ‘Negara Tamu Kehormatan’ sekaligus sebagai negara Asia Tenggara (ASEAN) pertama di ajang festival seni budaya multi disiplin bergengsi terbesar di Eropa.

Adapun gelaran bergengsi bertajuk EUROPALIA 2017, rencananya akan berlangsung dari 10 Oktober 2017 hingga 21 Januari 2018.

Keikutsertaan Indonesia ini diresmikan melalui acara peluncuran Festival Seni Europalia Indonesia yang ditandai dengan peresmian oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

Baca juga: Bekraf Siap Rangkul Pebisnis Kuliner Go Internasional

Bukan hanya itu, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Agus Sartono, Kementerian Pendidikan dan Budaya yang diwakili oleh Dirjen Kebudayaan Hilmar Faridj, turut serta meresmikan.

“Ini adalah agenda nasional untuk kebanggaan bangsa. Saya percaya, bangsa ini akan menang dalam bersaing dengan culture atau ekonomi kreatif lainnya,” ucap Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam sambutannya.

Sejak 1969, Europalia telah menyelenggarakan art biennale, dimana pada setiap penyelenggaraannya berfokus dan menyajikan keunikan karya seni dan budaya pada masing-masing negara tamu.

Suguhkan Ratusan Seniman
“Ajang yang menyajikan multidisiplin program ini mencakup ratusan pertunjukan, berlangsung selama empat bulan dan menyuguhkan ratusan seniman juga pekerja seni lainnya diberbagai kota yang menjadi tuan rumah di Belgia maupun negara sekitar,” jelas Arief Yahya.

“Bekraf mendukung penuh kegiatan yang dipimpin oleh Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Europalia ini sebagai sebuah platform yang cukup besar dan penting untuk pasar Eropa,” ujar Wakil Kepala Bekraf, Ricky Joseph Pesik.

Ricky mengungkapkan bahwa, Bekraf akan memberikan dukungan terhadap subsektor arsitektur dalam pelaksanaan Festival Europalia nanti.

Ia juga menambahkan bahwa, Bekraf telah berhasil menggandeng sebuah unicorn lokal di Indonesia untuk dapat mendukung promosi keikusertaan Indonesia dapat bergaung luas dengan menyajikan semua informasi jadwal, reservasi termasuk dokumentasi sepanjang waktu pelaksanaan selama empat bulan.

Sementara itu menurut Dirjen Kebudayaan Hillmar Faridj ini adalah kesempatan menghadirkan Indonesia di pentas dunia melalui Festival Europalia.

“Kita ingin menarik banyak manfaat dari adanya acara ini. Festival Eroupalia ini untuk memberikan peluang dan membangun kepercayaan untuk tampil diajang internasional,” ujar Hillmar.

Harapan yang sama juga diungkapkan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Agus Sartono.

“Seperti yang kita ketahui, Indonesia telah di tetapkan sebagai negara tamu untuk festival sejak tahun 1969. Ini merupakan festival tertua di di dunia untuk menunjukkan bahwa budaya Indonesia sangat kaya,” jelas Agus Sartono.

Lebih lanjut Agus mengatakan, sebagai tamu, Indonesia diharapkan dapat menampilkan budaya yang toleran dan dinamis. “Indonesia harus mencapai 4 sukses ini. Sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses pemberdayaan masyarakat, dan sukses administrasi,” tambahnya.

Dedy Mulyadi