Indonetwork.co.id (Jakarta) – Fokus menciptakan bibit pengusaha, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) bersama PT Techno Motor Indonesia menjalin kerjasama, meluncurkan program kampung Wiranusa (Wirausaha Nusantara).

Kampung Wiranusa yang dirancang merupakan kumpulan beberapa kegiatan usaha yang terbentuk dalam satu kawasan berkonsep One Product, One Village (OPOV) dengan orientasi utama produk ekspor.

“Dalam satu kampung itu, kami akan membina mereka (pelaku usaha) untuk memproduksi produk yang sama, misalnya saja pembuatan batik,” terang Eddy Ganefo, Ketua Umum Kadin Indonesia.

Baca juga: Tingkatkan Jumlah UKM Indonetwork Gandeng Kadin Indonesia

Menurut Eddy, salah satu yang sudah dilakukan dengan membuat jaringan bengkel motor yaitu Mr. Montir. Program tersebut merupakan kegiatan untuk menciptakan satu juta pengusaha baru.

“Lewat program ini, harapan kami dapat membantu stabilitas perekonomian nasional. Kadin Indonesia bekerja sama dengan asosiasi atau pihak terkait lain yang berperan sebagai pembina,” paparnya.

Dalam perencanaan itu, Kadin Indonesia juga mengupayakan pemberdayaan Warung Wiranusa, jenis usaha warung tradisional untuk bisa bersaing dengan retail modern.

Warung Wiranusa merupakan kegiatan usaha perorangan berkonsep utama memenuhi kebutuhan masyarakat dalam suatu area tertentu, dengan keseragaman metode dan harga langsung dari produsen.

“Kami targetkan program ini merata ke seluruh pelosok nusantara, termasuk juga membidik seluruh sektor bisnis. Pilot project yang kami kembangkan berpusat di wilayah Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat (kampung ikan). Kampung yang dikhususkan pengelolaan ikan,” tegas Eddy.

Targetkan 1 Juta Pengusaha
“Sampai dengan tahun 2020, kami targetkan penambahan jumlah pengusaha mencapai lebih dari 1 juta. Kami akan lakukan ini dengan kerja keras, karena tidak ada bantuan pembiayaan dari Pemerintah,” ujarnya.

Guna mensukseskan program tersebut, salah satu yang berhasil digandeng Kadin Indonesia untuk membesarkan warung Wiranusa, kadin bekerjasama dengan PT Techno Motor Indonesia.

Saat ini perusahaan tersebut telah memiliki lebih dari 100 outlet di 15 kota di seluruh Indonesia. Pengembangan usaha tersebut telah dibangun sejak tahun 2010 sampai dengan sekarang.

Begitu pun dengan menggandeng Indonetwork, kata Eddy Ganefo. “Lewat kerjasama ini kami berharap bisa menciptakan aplikasi baru untuk para pemilik warung tradisional.

“Dengan aplikasi itu, mereka bisa mendapatkan barang dagangan langsung ke distributor atau pabrik dengan harga yang relatif murah,” kupas Eddy.

“Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan mentoring lewat aplikasi, sehingga para pemilik warung dapat terbantu dalam penyediaan barangnya,” ucapnya mengakhiri.

Dedy Mulyadi