Indonetwork.co.id (Jakarta) – Langkah strategis dilakukan Indonetwork untuk terus berupaya direktori bisnis online dan UKM terbesar di Indonesia. Langkah nyata itu dibuktikan dengan menggandeng Kadin Indonesia.

Kerjasama yang dilakukan itu selain membentuk sinergi diantara kedua belah pihak, juga meningkatkan produktivitas UKM menjadi lebih mandiri dan melek teknologi.

Baca juga: Akuisisi Indonetwork IAP Kembangkan Strategi Baru

General Manager Indonetwork, Meddy H. Papinka menyampaikan, beberapa upaya yang dilakukan Indonetwork sebagai mitra UKM beberapa diantaranya adalah pengadaan domain, membantu pembuatan website, memberikan jasa Search Engine Optimization (SEO) dan Search Engine Marketing (SEM).

Dengan begitu kata Meddy, para pelaku UKM mampu memperkuat branding produk dan usaha yang mereka kembangkan.

“Sekarang ini diperkirakan ada 22 juta pelaku UKM di Indonesia, dan hanya sebagian kecil yang sudah melek teknologi. Artinya, mereka udah mulai memanfaatkan perluasan jangkauan pemasaran mereka melalui internet atau go online,” terangnya usai penandatanganan kerjasama Indonetwork dan Kadin, di Jakarta, Jumat (25/8).

Padahal UKM ini jelas Meddy telah memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia. “Melalui Indonetwork, kami ingin membantu mereka untuk bisa go online, bisa bersaing dan bertahan di dalam kompetisi yang sangat ketat ini,” ucap Meddy.

Dengan menggandeng Kadin Indonesia dalam upaya memberdayakan UKM, pihaknya berharap akan semakin banyak pelaku UKM anggota Kadin yang memanfaatkan platform Indonetwork untuk memasarkan produk mereka.

Menurut Meddy, Kadin Indonesia merupakan asosiasi yang mampu memberikan kredibilitas bagi para pelaku UKM. Bagi anggota Kadin yang mau go online, pihaknya akan bantu dengan cara yang mudah dan murah.

“Nantinya daftar pruduk mereka yang dijual di Indonetwork juga akan diberi logo Kadin, sehingga bisa memberikan kredibitas yang baik untuk produk mereka,” tutur Meddy.

UKM Bisa Memanfaatkan Platform Indonetwork
Hal serupa juga diungkapkan Eddy Ganefo, Ketua Umum Kadin Indonesia. Menurut Eddy, Indonetwork tak hanya menjadi market place yang tepat, lebih dari 16 tahun berpengalaman menjadi mitra bagi pelaku usaha di Indonesia.

“Kami akui, jumlah pertumbuhan UKM di Indonesia masih sangat kecil. Saat ini mungkin hanya 2,2% yang kuat dan mandiri. Jumlah tersebut juga belum sepenuhnya sesuai harapan,” jelas Eddy.

“Karena itu, kami berusaha untuk menjadi mentor mereka (UKM) untuk bisa lebih mandiri. Walaupun sudah ada kementrian yang fokus menggarap (Kemenkop dan UKM), namun nyatanya belum maksimal,” paparnya.

Lebih lanjut Eddy mengatakan, seperti halnya pembiayaan yang diperuntukkan UKM. Program tersebut tidak menyentuh secara merata. Bahkan ada golongan tertentu yang justru memanfaatkan fasilitas tersebut.

Begitupun pengelolaannya, kata beliau hampir sebagian besar koperasi belum profesional mengelolanya. Padahal fungsi utama koperasi adalah soko ekonomi nasional.

“Dengan menggandeng Indonetwork, Kadin Indonesia akan berupaya menjadi payung yang tepat untuk menjembatani para pengusaha. Target kami bisa menambahkan 1 juta pengusaha, termasuk melakukan pembinaan,” papar Eddy.

Menurut undang-undang no.1 tahun 1987, fungsi utama Kadin Indonesia salah satunya adalah membina UKM menjadi mandiri.

“Kami juga sudah melakukan kerjasama dengan beberapa bisnis franchise untuk merangkul para pelaku bisnis. Akan ada kemudahan bagi keanggotaan yang diberikan,” imbuhnya.

Dedy Mulyadi