Indonetwork.co.id (Jakarta) – Guna meningkatkan kinerja ekspor dan menarik investasi masuk ke Indonesia, pemerintah menerapkan konsep ‘regional networking.’ Salah satunya melalui Indonesia Chamber of Commerce (INACHAM).

Menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, konsep tersebut tepat karena Hong Kong memiliki hubungan khusus dengan China. Program itu juga dapat dimanfaatkan untuk mendorong ekspor Indonesia ke China.

Baca juga: Untuk Bisa Jadi Specialist, Wita Utamakan Produk Fire Safety Berkualitas

“Sebagai salah satu pusat keuangan dunia, Indonesia dapat menjadikan Hong Kong sebagai pusat regional promosi investasi untuk memfasilitasi masuknya investasi baru ke Indonesia,” ungkap Enggar.

Dirinya berharap, dengan diresmikannya INACHAM, kerjasamanya dapat beroperasi secara efektif. Hal ini mengingat persaingan dagang dan investasi antar negara kini semakin ketat di tengah perekonomian dunia yang diperkirakan masih tumbuh moderat di tahun-tahun mendatang.

Saat ini kedudukan President of INCHAM-Hong Kong dijabat rangkap oleh President of INACHAM di Beijing James Hartono, sementara jabatan Chairman of INACHAM-Hong Kong dipegang oleh Tjia Boen Sien, pebisnis Indonesia yang memiliki hubungan bisnis dengan Hong Kong sejak 30 tahun lalu.

Sekilas Hubungan Ekonomi Indonesia-Hong Kong
Lebih lanjut Enggar mengatakan, Hong Kong menduduki negara tujuan ekspor nonmigas ke-15 terbesar bagi Indonesia untuk tahun 2016.

Dari data Kemendagri tercatat, perdagangan Indonesia dan Hong Kong tahun 2016 mencapai USD3,91 miliar dengan surplus sebesar USD371 juta bagi Indonesia. Ekspor Indonesia ke Hong Kong tahun 2016 sebesar USD2,14 miliar dan impor sebesar USD1,77 miliar.

Adapun 5 komoditas utama ekspor Indonesia ke Hong Kong untuk tahun 2016 adalah coal, briquettes (USD 466,3 juta), articles of jewellery and parts there of (USD 426,3 juta), electrical capacitors (USD 114,3 juta), gold (USD 64 juta), elect. app for line telephony (USD 55,6 juta).

Sementara itu 5 komoditas utama impor Indonesia dari Hong Kong tahun 2016 adalah gold, including gold plated with platinum (USD 123.9 juta), knitted or crocheted fabrics (USD 116,7 juta), woven fabrics of cotton (USD 103,7 juta), other knitted or crocheted fabrics (USD 71,8 juta), sert parts suitable for use solely (USD 47,3 juta).

Pada tahun 2016, Hong Kong tercatat sebagai mitra investor ke-4 terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai USD 2,6 miliar dan jumlah proyek sebanyak 1.137.

Indonesia juga tercatat memiliki kerja sama ekonomi dengan Hong Kong dalam kerangka ASEAN Hong Kong FTA (AHKFTA) dan ASEAN -Hong Kong Investment Agreement (AHKIA) yang telah ditandangani pada November 2017.

Dedy Mulyadi