Indonetwork.co.id (Surabaya) – Sukses menjadi provinsi penggerak koperasi dan penumbuhkan kewirausahaan. Jawa Timur (Jatim) terpilih menjadi yang terbaik tingkat provinsi tahun 2017.

Jatim dianggap berhasil dalam memfasilitasi kegiatan usaha koperasi dan UMKM seperti berdirinya lembaga keuangan mikro. Bukan hanya itu, provinsi ini juga kerap melakukan pelatihan pengemasan produk usaha packaging, fasilitasi legalitas usaha UMKM, serta peningkatan kualitas produk agar sesuai dengan standar nasional Indonesia.

Baca juga: Targetkan UMKM Nasional, Lelang Gula Sepakat Dimulai Awal 2018

Bahkan, seluruh kabupaten dan kotanya sangat aktif dalam menggerakkan koperasi di wilayahnya.

Terkait kebehasilannya itu, Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo mengatakan, sektor koperasi dan UMKM merupakan andalan Jatim. Selain berkontribusi besar bagi PDRB Jatim, sektor tersebut terbukti mampu bertahan dan terus tumbuh meski situasi ekonomi global sedang lesu.

“Koperasi dan UMKM adalah sektor utama yang wajib diberikan sentuhan khusus dalam rangka merekonstruksi arah pembangunan nasional, khususnya dalam membangun perekonomian,” ucapnya.

“Sektor tersebut juga telah memberikan pelajaran hebat bagi bangsa ini dalam mengarungi situasi ekonomi yang tak menentu,” papar Soekarwo.

Berdasarkan data tercatat di Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, jumlah koperasi dan UMKM terus tumbuh pesat. Sampai dengan Desember 2016, di Jatim mencatat 31.218 koperasi dengan anggota 7.623.830 orang. Jumlah ini diyakini akan terus bertambah mengingat kondisi perekonomian Jatim saat ini yang terus tumbuh membaik.

UMKM di Jatim Tercatat 6,8 Juta Unit Usaha
Sementara itu, jumlah UMKM di Jatim saat ini sebanyak 6,8 juta unit usaha. Dari jumlah tersebut, sebagian besar tergolong sebagai usaha mikro, yakni 6.533.694 unit usaha (95.53 persen), sebesar 3,85 persen atau 261.827 unit usaha sebagai usaha kecil, dan 0,57 persen atau 30.410 unit tergolong sebagai usaha menengah.

Hal serupa dipertegas Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Beliau mengajak semua daerah untuk memajukan koperasi dan UKM bersama-sama stakeholder dan instansi terkait. Keberhasilan koperasi akan berdampak terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Agar koperasi berkualitas, kita tidak menargetkan kuantitas, lebih penting dari itu adalah kualitasnya dan jumlah anggotanya,” ujarnya.

Selain Jawa Timur, penghargaan provinsi terbaik penggerak koperasi dan penumbuhan kewirausahaan diberikan kepada Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Aceh, dan Nusa Tenggara Barat.

Pengembangan UMKM di Jatim terus dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memperluas akses pasar melalui berbagai pameran berskala nasional maupun internasional. Tak hanya itu, perluasan akses pasar juga menyasar produk koperasi agro berorientasi ekspor melalui Cooperative Trading House (CTH).

Pemprov Jatim juga memberi perhatian kepada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dengan bantuan penguatan permodalan bagi 100 LMDH sebanyak Rp 25 juta per LMDH. Penguatan permodalan juga diberikan kepada 100 Koperasi Karyawan (Kopkar) sebanyak Rp 25 juta dengan jumlah modal Rp 2,5 milliar.

Dedy Mulyadi