Indonetwork.co.id (Jakarta) – Memasuki Revolusi Industri 4.0, teknologi otomatisasi dan interoperabilitas yang semakin canggih, peran kreativitas manusia dan modal manusia untuk kegiatan ekonomi menjadi sangat diperlukan.

Melalui forum MIKTA, Badan Ekononi Kreatif (Bekraf) melalui programnya ekonomi kreatif menawarkan pendekatan kontemporer terhadap tantangan klasik ketimpangan pendapatan dan pengangguran.

Baca juga: On Air di Radio, Sejumlah Kepentingan Sepakat Bantu UMKM Go Digital

Sementara model bisnis lama berkonsentrasi pada kepemilikan modal dan mekanisme yang kaku, model ekonomi kreatif memungkinkan fleksibilitas modal dan pemanfaatan teknologi universal dan berkonsentrasi pada modal kreatif manusia.

“Industri kreatif di Indonesia kini mempekerjakan 16,91 juta penduduk Indonesia atau sekitar 14% dari angkatan kerja nasional yang aktif. Kita dapat bangga bahwa, ekonomi kreatif berkontribusi secara signifikan terhadap ekonomi nasional kita masing-masing,” ujar Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf.

Lebih lanjut Triawan menjelaskan, semua negara MIKTA mengalami praktik yang berhasil dalam menjalankan ekonomi kreatif.

Baca juga: Bekraf Dukung Indonesia Sebagai Tamu Kehormatan di Festival Europalia

Ia mencontohkan bagaimana Meksiko telah menjadi produsen video game terkuat di Amerika Latin, didampingi oleh sektor-sektor terkemuka yang sukses dalam desain, media baru, dan audiovisual. Industri kreatif Turki juga muncul, menyumbang USD8,58 miliar untuk ekspornya.

Selain itu, Korea Selatan dengan “K-wave”-nya telah berkembang dengan sukses dan secara kontinyu berpengaruh pada budaya pop global, dengan ekspor barang-barang kreatif menyumbang USD5,79 miliar kepada perekonomian nasional. Dan, terakhir, industri kreatif Australia menyumbang lebih dari USD90 miliar ke ekonomi setiap tahun dan mempekerjakan sekitar 600.000 tenaga kerja.

Melihat hal tersebut ditengah ketidakpastian ekonomi global yang terus-menerus ini, dengan penurunan komoditas utama seperti minyak dan logam, dunia membutuhkan lebih banyak perspektif dan alternatif untuk mengatasi masalah global ketidaksetaraan pendapatan dan perbedaan kekayaan. Ekonomi kreatif menawarkan solusinya. Dengan keberhasilan industri kreatif di negara-negara MIKTA, populasi yang berkembang dengan pembangunan manusia yang layak, dan meningkatnya akses teknologi.

“Saya memiliki keyakinan kuat bahwa, industri kreatif Indonesia akan menjadi mesin baru untuk kemakmuran perekonomian rakyatnya,” tutup Triawan.

Dedy Mulyadi