Setiap orang pasti memiliki zona nyamannya sendiri.

Zona ini bisa berupa jabatan tinggi di kantor, omzet bisnis yang stabil, ilmu yang kelihatannya banyak (walaupun tak pernah di perbaharui), skill hebat yang di kagumi banyak orang sehingga Anda merasa tidak begitu perlu untuk meng-upgradenya, atau mungkin lingkaran pergaulan yang sama selama bertahun-tahun.

Kenyamanan seperti itu memang sangat membuai, sampai seseorang akan lama untuk tersadar bahwa segalanya berubah dan membuat yang kelihatannya asing menjadi menakutkan untuk di coba.

Bagaikan candu yang terasa nikmat, namun sebenarnya lambat-laun akan membunuh orang yang terlalu lama terbuai olehnya.

Segalanya bergerak dan berubah sangat cepat. Bila Anda gagal mewaspadai jebakannya di dalam kehidupan, sudah pasti Anda tertinggal, atau dengan kata lain tidak pernah tumbuh.

Tinggal di dalam comfort zone alias zona nyaman ibarat katak dalam tempurung. Apa yang kita tahu dan alami itu-itu saja. Tiba saat gilirannya, apa yang kita dapat pun juga tidak pernah lebih. Atau parahnya lagi, zona ini menjadi tidak lagi menjadi nyaman karena serbuan dari dunia luar.

Cakupan perspektif

Untuk keluar darinya, Anda perlu membuka cakrawala perspektif yang lebih luas lagi. Ini karena, situasi baru yang terus bermunculan, harus di sikapi dengan pandangan yang berbeda-beda.

Orang-orang yang berada di dalam situasi tersebut biasanya memiliki beberapa pandangan sekaligus yang sama sekali tidak di sadari oleh orang yang memiliki sudut pandang yang minim.

Itulah mengapa jika tidak bisa memperluas cakupannya, Anda pun tak akan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan orang-orang yang bernaung di dalamnya.

Salah satu cara termudah  adalah dengan bepergian ke tempat-tempat yang sebelumnya tidak  pernah di datangi. Di sana, Anda dapat mempelajari kultur, kebiasaan, tata krama, etos kerja, dan situasi geografis yang berbeda.

Gerakan keluar dari zona nyaman, berkali-kali lipat lebih sulit jika belum menentukan kemana tujuan Anda setelahnya. Jika tidak memiliki persiapan secara matang, niscaya Anda akan sama sekali buta dengan situasi baru nantinya. Mengapa?

Tidak lain karenanyalah, seseorang tidak akan siap dengan risiko kegagalan. Alih-alih membangun kepribadian, justru malah membuat Anda jera.

Persiapan diri

Mengingat risiko di atas, Anda perlu mempersiapkan diri tatkala ingin keluar dari zona nyaman.

Menentukan tujuan adalah bentuk persiapan diri terbesar yang akan menuntun kemana Anda melangkah.

Selain itu, Anda juga patut mengetahui risiko apa saja yang terhampar di sepanjang perjalanan, serta belajar mengenali beragam karakter manusia yang akan di hadapi.

Keluar dari zona nyaman bukanlah sekedar pilihan cuma-cuma, melainkan sebuah keharusan. Mereka yang tidak berani keluar, tidak akan pernah bisa maju ke depan, tak peduli seberapa tinggi posisi mereka saat ini.

Bisa jadi, ia juga tidak dapat bertahan hidup ketika terjadinya “seleksi alam.” Perlu di ingat, kondisi perekonomian global saat ini penuh dengan ketidakpastian.

Setiap lokasi yang kita pijak, senyaman apapun itu, tetap saja mengandung keraguan. Keluar dari zona nyaman merupakan salah satu “seni” untuk bertahan hidup di dunia modern yang terombang-ambing ini.