Indonetwork.co.id (Surakarta) – Guna memajukan perkembangan usaha kreatif, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengembangkan BISMA (Bekraf Information System in Mobile Application), aplikasi informasi kreatif yang dapat digunakan oleh pelaku usaha untuk mendaftarkan jenis usaha kreatifnya.

Dengan aplikasi ini, para pelaku dapat dengan mudah memperluas jaringannya dan memperoleh kesempatan fasilitasi serta pendukungan dari Bekraf.

Baca juga: Bekraf Gandeng Tempo Kembangkan 16 Subsektor Ekonomi Kreatif

“Saat ini, sekitar 7.363 pelaku ekonomi kreatif telah bergabung dengan BISMA. Bidang usahanya terdiri dari 16 sub-sektor yang terdaftar di Bekraf,” ungkap Wawan Rusiawan, Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif.

Menurut Wawan, BISMA bukan hanya sebagai aplikasi milik pemerintah saja tetapi dapat difungsikan sebagai wahana bersama para pelaku kreatif di Indonesia untuk memajukan perkembangan usahanya.

Syarat untuk menjadi peserta BIGGER (BISMA Goes to Get Member) Surakarta harus terdatar terlebih dahulu sebagai pelaku ekonomi kreatif di Website BISMA melalui https://bisma.bekraf.go.id/2018.

Lebih lanjut Wawan mengatakan, keberadaan database usaha kreatif sangat penting demi mendukung komunikasi dua arah antara pemerintah dan para pelaku, guna menangkap masalah, menerima feedback dan memetakan kondisi usaha kreatif terkini di Indonesia.

Bekraf Gelar Sosialiasi BISMA
“Untuk lebih akurat, aplikasi ini bisa dimanfaatkan dengan baik, sehingga dapat tersusun kebijakan bisnis kreatif yang lebih efektif dan efisien dalam membangun ekonomi kreatif Indonesia,” paparnya.

Baca juga: Bekraf Promosikan Kopi Indonesia ke Pasar Internasional

Sehubungan dengan hal tersebut, Bekraf mengadakan kegiatan sosialisasi BISMA Goes to Get Member (BIGGER) tanggal 11 April di di Surakarta, kota dengan potensi ekonomi kreatif dimana terdapat jumlah usaha atau perusahaan ekonomi kreatif sebesar 32.928 yang terlibat dalam 3 (tiga) sektor ekonomi kreatif terbesar yaitu kuliner sebesar 22.060 usaha, fashion sebesar 7.534 usaha, dan kriya sebesar 3.334 usaha (Bekraf-BPS, 2017).

Tak hanya itu, dalam kesempatan ini Bekraf juga menggelar sesi konsultasi menghadirkan sejumlah Deputi yang konsentrasi menangani berbagai bidang usaha milik pelaku ekonomi kreatif.

Temu BISMA dengan para pelaku ini sekaligus memberi ruang bagi para pelaku untuk menjaring dan menjadi langkah awal kolaborasi antar pelaku ekonomi kreatif yang diwadahi oleh Bekraf.

Dedy Mulyadi