Indonetwork.co.id (Surabaya) – Menyapa pelaku usaha di wilayah Jawa Timur, khususnya kota Surabaya, Indonetwork gelar talkshow laris jualan di era digital di event akbar Jatim Fair 2017.

Turut hadir sebagai pembicara dalam kesempatan itu diantaranya adalah DR. Basa Alim Tualeka (Ketua Kadin PB Jawa Timur), DR. Meithiana Indrasari, ST, MM (Wakil Dekan II, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dr. Soetomo), dan Kukuh Wira (Ketua komunitas Tangan di Atas)

Membuka seminar singkat berkaitan strategi marketing berjualan di era digital dikupas secara detail oleh Meddy H. Papinka, General Manager Indonetwork.

Baca juga: Ingin Sukses Jadi Pengusaha Jasa Pengiriman, Terapkan Trik Berikut Ini

Dalam paparannya, Meddy mengatakan, dunia online merupakan pasar yang sangat potensial dan sedang berkembang pesat.

“Saat ini dunia online sudah melekat erat di masyarakat. Dari bangun tidur hingga mau tidur lagi, aktivitas keseharian masyarakat tak pernah lepas dari gadget,” ucapnya, usai mengisi acara talkshow bertema laris jualan di era digital di Jatim Fair 2017 Rabu (11/10/2017).

“Indonetwork hadir tak hanya sebagai market place, tapi juga mempermudah para pelaku usaha untuk bisa go online,” jelas Meddy.

Lebih lanjut ia mengatakan, Indonetwork telah berdiri di Indonesia sejak tahun 2001 dengan total member lebih dari 1 juta pengusaha.

“Bagi mereka (pelaku usaha) yang merasa kesulitan memasarkan produksnya secara online, Indonetwork siap membantu dan mensupport mereka untuk menyelami dunia digital,” tambah Meddy.

Menurutnya, pengusaha yang bergerak di bidang online, tidak hanya sekedar memiliki website pribadi tetapi bagaimana produk yang dibuat dapat muncul dalam mesin pencarian internet.

“Kami market place yang spesialis mengajak dan membantu teman-teman pengusaha untuk memaksimalkan usahanya dunia online,” ucap Meddy.

Hal serupa juga dipertegas DR. Basa Alim Tualeka, selaku Ketua Kadin PB Jawa Timur. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi dan bisnis di Jatim ditopang oleh pelaku bisnis dan UKM.

Dunia Digital Pilihan Tepat
“Pemprov Jatim perlu melakukan mapping terhadap potensi masing-masing daerah, agar bisnis bisa bertumbuh dengan sehat,” saran Basa.

Baginya, pasar merupakan hal penting dari setiap bisnis, dan promosi secara online bukan hanya pilihan, tetapi sudah menjadi keharusan.

Begitu pula diungkapkan DR. Meithiana Indrasari, ST, MM, Wakil Dekan II, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dr. Soetomo.

Selaku akademisi Meithiana menjelaskan, era digital sudah menjadi sesuatu kebutuhan mendasar tidak hanya bagi generasi X, tapi juga bagi Gen Y dan Baby Boom kedepannya.

“Dari sudut pandang kami, Gen Y dan Baby Boom adalah generasi milenial, dan sudah sangat lekat dengan internet. Sehingga, seharusnya pengusaha memahami tentang tuntutan pasar,” kupas Meithiana Indrasari.

Dari uraian ketiga narasumber, Kukuh Wira, Ketua komunitas Tangan di Atas (TDA) juga mengurai soal keanggotaan wadah komunitas yang sudah melek teknologi.

Menurut Kukuh, hingga saat ini dari sebagian besar, 300 anggota TDA di Surabaya sudah memanfaatkan dunia digital sebagai media pemasarannya.

“Hampir dari sebagian anggota kami yang sudah bergabung, mereka merupakan generasi muda yang kreatif dan berani. Media online manjadi salah satu pilihannya untuk bisa menjangkau pasar yang luas,” imbuh Kukuh.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, TDA membantu anggota komunitas untuk bisa membangun bisnis dengan baik dan sehat. Lewat forum pertemuan yang dilakukan diharapkan bisa saling berbagi informasi dan strategi bisnis.

Dedy Mulyadi