Indonetwork.co.id (Jakarta) – Makanan olahan Indonesia terus menggempur pasar Negeri Ginseng Korea Selatan (Korsel). Semester I tahun 2017, ekspor produk tersebut meningkat sebesar 43,81% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menjadi senilai USD57,05 juta.

Beberapa produk dengan permintaan tertinggi diantaranya seperti tembakau, molase, rumput laut, malt, serta wafer.

Data analisa tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan, Arlinda.

Baca juga: Secara Kumulatif, Nilai Ekspor Indonesia Hingga Agustus 2017 Melesat

“Dalam lima tahun terakhir, tren ekspor makanan olahan Indonesia ke Korsel meningkat sebesar 7,66% dengan nilai ekspor pada 2016 sebesar USD94,18 juta,” ucapnya.

Menurut Arlinda, untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal, perolehan kinerja selama setahun itu akan terus digenjot. Indonesia bersama negara-negara ASEAN lain merupakan pemasok produk makanan olahan ke Negeri K-Pop itu.

Ekspor produk makanan olahan Indonesia ke Korsel digenjot lewat pameran ASEAN Trade Fair 2017 di Seoul. Kemendag bekerja sama dengan Atase Perdagangan RI di Seoul, Kedutaan Besar RI di Seoul, dan ASEAN-Korea Centre (AKC) menghadirkan Paviliun Indonesia dalam pameran tersebut.

“Pameran ini peluang untuk memasuki pasar Korsel yang potensial. Partisipasi Indonesia juga memberi kesempatan bagi industri produk makanan olahan dan produk terkait lainnya dari Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini di pasar Korsel,” ujar Arlinda.

Arlinda menambahkan, para peserta pameran juga dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan industri makanan Korsel, aturan impor yang berlaku, serta membedah selera konsumen lewat seminar dan mempelajari industri Korsel lewat kunjungan ke perusahaanperusahaan.

Indonesia Tampilkan 10 Perusahaan
Dalam ASEAN Trade Fair 2017, Paviliun Indonesia menampilkan 10 perusahaan makanan dan minuman. Perusahaan-perusahaan ini telah melewati proses seleksi terlebih dahulu.

Produkproduk yang dipamerkan dan ditawarkan ke pasar Korsel antara lain ready to drink tea, instant noodle, noodle snack, confectionery, ginger tea, ginger coffee, crackers & peanuts, healthy curcumin drink, chocolate, biscuit, snack, candies, chewy, fruit juice (nata de coco, aloe vera, jellies), biscuit, spice, sauce (chili mix, satay sauce, chili sauce), nut, honey (peanut butter), dan fruit (puree: jams, sauce).

Food Week Korea adalah salah satu pameran dagang makanan dan minuman skala internasional terbesar di Korsel. Tahun lalu, pameran ini dikunjungi 59.322 orang dan diikuti 891 peserta. Tercatat lebih dari 174 peserta datang dari 41 negara.

“Industri makanan dan minuman merupakan salah satu kontributor terbesar dalam pendapatan nonmigas Indonesia. Konsistensi kehadiran produk Indonesia di Korsel diharapkan dapat terus terjaga untuk meningkatkan nation branding, mendorong ekspor Indonesia ke pasar yang lebih luas,” pungkas Arlinda.

Dedy Mulyadi