Indonetwork.co.id (Jakarta) – Selain menyepakati rencana kerja hak atas kekayaan intelektual (HAKI), salah satu upaya meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi Indonesia dengan Amerika Serikat (AS). Keduanya melakukan pertemuan Trade and Investment Framework Arrangement (TIFA).

Dalam TIFA kali ini, kedua belah pihak sepakat berbagi informasi terkait perkembangan terkini niaga elektronik (e-commerce) di AS dan kebijakan pemerintah AS dalam mengembangkan niaga elektronik.

Baca juga: Indonesia Dan Amerika Serikat Sepakati Rencana Kerja HAKI

“Di kesempatan itu, kami melakukan sesi best practice niaga elektronik sebagai masukan dalam membuat kebijakan yang seimbang untuk mendorong bertumbuhnya bisnis dan mengurangi risiko yang muncul dari perkembangan pesat niaga elektronik,” kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Iman Pambagyo.

TIFA merupakan forum komunikasi bilateral AS dengan Indonesia dalam membahas isu perdagangan dan investasi, serta berbagai potensi kerja sama. Pertemuan TIFA diadakan tiap tahun. Level pertemuan adalah tingkat Menteri Perdagangan atau pejabat senior (Senior Officials/SO).

Pertemuan kali ini, digelar pula business luncheon bekerja sama dengan KADIN Indonesia, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), dan Kamar Dagang AS (Amcham).

Pertemuan tersebut mengangkat peluang investasi dan perdagangan Indonesia di AS, khususnya untuk penguatan akses pasar Indonesia di AS di sektor produk pakaian, buah-buahan, dan investasi restoran. Hal lain yang dibahas dalam pertemuan ini yaitu produksi bersama di sektor film antara kedua negara.

Baca juga: Tahun 2018, Mendag Siap Perkuat Perdagangan Dalam Negeri

Selain HAKI, beberapa isu penting yang dibahas kali ini antara lain Sistem Preferensi Umum (Generalized System of Preferences/GSP), akses pasar di bidang pertanian, perikanan, isu digital, dan jasa keuangan.

Hubungan Dagang dan Investasi Indonesia-Amerika
Total perdagangan barang Indonesia-AS selama periode 2013-2017 menunjukkan tren peningkatan sebesar 0,39%. Pada 2017, total perdagangan Indonesia-AS mencapai USD25,90 miliar, naik 10,53% dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencapai USD23,43 miliar.

Ekspor Indonesia ke AS pada 2017 tercatat sebesar USD17,78 miliar dan impor dari AS mencapai USD8,12 miliar. Dengan demikian, surplus neraca perdagangan Indonesia terhadap AS mencapai USD9,66 miliar pada 2017. Sementara itu pada periode Februari 2018, neraca perdagangan Indonesia terhadap AS surplus USD1,41 miliar.

AS merupakan tujuan ekspor utama Indonesia kedua setelah China. Dari sisi investasi, nilai investasi AS di Indonesia mencapai USD 1,9 miliar, menempati peringkat ke-3 setelah Jepang dan Singapura.

Dedy Mulyadi