Indonetwork.co.id (Jakarta) – Tepat hari ini, gelaran yang paling ditunggu pelaku usaha waralaba rencananya bakal di buka secara resmi pada tanggal 5-7 Oktober 2018 di Jakarta Convention Center.

Guna mendukung perkembangan industri waralaba dan cafe tanah air dan mendorong kewirausahaaan, Reed Panorama Exhibitions kembali menyelenggarakan Indonesia’s Biggest Business Expo.

Baca juga: Reed Panorama Siap Hadirkan 450 Brand Waralaba di Tiga Pameran

Ajang akbar satu ini menggabungkan tiga rangkaian pameran salam satu atap – Franchise & License Expo Indonesia 2018, Café & Brasserie Indonesia 2018 dan Retail & Solutions Expo 2018.

“Ajang tahunan ini kami menggabungkan ruang pamer dengan beragam edukasi berupa konferensi, seminar, talkshow dan workshop serta berbagai kompetisi lainnya,” terang Steven Chwee, General Manager Reed Panorama Exhibitions.

Menurutnya, perkembangan Bisnis waralaba dan cafe di tanah air telah mendorong para pelaku usaha untuk terus berinovasi dan kreatif menciptakan beragam peluang usaha.

Sejumlah undangan yang akan hadir diantaranya Ketua Umum Kamar Dagang & Industri Indonesia, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri – Kementerian Perdagangan RI, Ketua Asosiasi Terkait, Pimpinan perusahaan peserta pameran dan undangan lainnya.

Untuk ajang kali ini, Reed Panorama Exhibitions menghadirkan 450 brand terbaik industri waralaba dan produk kebutuhan usaha kafe dari 22 negara antara lain Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia , Philippina, Hongkong, China, Jepang, Saudi Arabia, dan masih banyak lagi.

Baca juga: FLEI 2018 Diharapkan Bakal Melahirkan Pengusaha Waralaba

Guna mensukseskan gelaran setiap tahun, Reed Panorama selaku penyelenggara bekerjasama dengan berbagai Asosiasi, lembaga dan komunitas terkait seperti Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Speciality Coffee Association of Indonesia (SCAI), Asosiasi Exportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), dan Indonesia Latte Art Artis (ILAA).

Beberapa instansi terkait yang juga ikut serta meramaikan event tahun ini diantaranya Komunitas Koperasi Kopi Indonesia (KOKOPI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jaya, Perhimpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Asosiation of Indonesia Speciality Tea (Aistea) dan Teh Institute dengan dukungan penuh Kementerian Perdagangan Indonesia, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), serta Kamar Dagang & Industri (KADIN) Indonesia.

Dedy Mulyadi