Indonetwork.co.id (Lampung) – Bertempat di Aston Lampung City Hotel, 100 pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kreatif menghadiri Asistensi Pembuatan Laporan Keuangan bagi UKM Kreatif.

Praktisi Keuangan, Hari Soul Putra, dan Trainer Aplikasi Akuntansi UKM, Khusnaini, berkesempatan melatih 100 pelaku UKM Kreatif ini perencanaan keuangan, pembuatan laporan keuangan, dan penggunaan aplikasi akuntansi UKM.

Kasubbag TU Direktorat Akses Perbankan Bekraf, Eka Pan Lestari, mewakili panitia melaporkan bahwa 100 pelaku UKM Kreatif berasal dari 16 sub sektor ekonomi kreatif (ekraf).

Baca juga: Gelar Bincang Ekrafpreneur, Bekraf Ajak Mahasiswa Jadi Pelaku Ekraf

“Dengan pelatihan ini, pelaku ekraf diharapkan punya catatan keuangan. Dengan memiliki laporan keuangan, mereka bisa meningkatkan akses untuk mendapatkan pembiayaan perbankan,” ucapnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung, Satria Alam, mengungkapkan, pemerintah provinsi (Pemprov) Lampung menyambut baik dan mengapresiasi acara Bekraf di Lampung ini.

Satria menjelaskan beberapa hal yang sudah dilaksanakan Pemprov Lampung untuk UKM, antara lain perlindungan dan pemberdayaan UKM, kegiatan yang digelar untuk memberikan ruang ekspresi bagi UKM, dan perusahaan penjamin kredit daerah di Lampung.

Bekraf Dorong Kebijakan dan Regulasi
Kasubdit Perbankan Konvensional Bekraf, Dedy Andriansyah, mengucapkan terimakasih telah diterima dengan baik di Lampung. Menurutnya, sebagai lembaga pemerintah, Bekraf mendorong kebijakan dan regulasi yang lebih mudah pada permodalan pelaku ekraf.

“Bekraf lebih mendorong nilai tambah yang dihasilkan dari pelaku ekraf, menjadikan ekraf sebagai penunjang sumbangan baru dalam pembangunan di Indonesia,” ungkap Dedy.

Bekraf memberikan pelatihan aplikasi akuntansi UKM yang bisa didownload dengan mudah dan dapat digunakan secara online maupun offline. “Kami memberikan pelatihan dengan smartphone yang mudah dipahami dan dimengerti,” tambah Dedy.

Trainer aplikasi akuntansi UKM, Khusnaini, mengungkapkan masyarakat saat ini tidak bisa lepas dari smartphone. Ia sangat antusias bersinergi dengan Bekraf dalam pemanfaatan smartphone untuk membuat laporan keuangan.

“Harus kompak. Bekraf punya resource apa, begitu pula perbankan dan kampus, pemda juga punya fasilitasi UKMnya. Bahasanya (aplikasi akuntansi UKM) umum, laporan keuangan dengan background akuntansi,” kata Khusnaini.

Menurutnya, aplikasi ini memudahkan pelaku UKM kreatif mengontrol keuangan mereka, karena bisa synchronize dengan google drive yang memungkinkan back up dokumen laporan keuangan yang sudah dibuat.

Praktisi keuangan, Hari Soul Putra, memberikan saran memulai usaha, yaitu dengan mempertimbangkan market hasil produksi. Cara bangkit dari mati suri usaha menurut Hari yaitu dengan menjadi bagian dari komunitas positif.

“Saya sarankan marketing dulu, jual ke orang lain, dan belajar dengan ahlinya untuk mengetahui pasarnya. Cara bangkit dari mati suri yaitu masuk komunitas positif,” pungkas Hari didepan pelaku UKM Kreatif.

Perwakilan perbankan yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI) hadir menjelaskan pembiayaan BRI khususnya Kredit Usaha rakyat (KUR), persyaratan dan cara mengaksesnya.

Dedy Mulyadi