Indonetwork.co.id (Jakarta) – Memasuki era yang serba canggih seperti sekarang ini, banyak pebisnis memanfaatkan teknologi pendukung. Internet menjadi salah satu hal penting terutama dalam pemasaran.

Bahkan, pemanfaatan teknologi tersebut kini telah menjadi tren yang tidak bisa dibatasi penggunaannya. Berdasarkan data analisa Google Indonesia, pengguna internet di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan.

“Hingga Juli tahun 2017, penggunanya tercatat 133 juta dan diperkirakan akan tembus 153 juta hingga akhir tahun. Artinya penetrasi pengguna internet ditanah air telah malampaui 51%,” ungkap Karim Sulisto, Partner Enablement Manager Google Indonesia.

Baca juga: Pelaku Bisnis Ajak UMKM Manfaatkan Strategi Marketing di Era Digital

Menurut Karim, dari angka 133 juta, 92 juta diantaranya merupakan pengakses internet yang menggunakan smartphone dan 69% terdata sebagai pengguna internet pertama pemakai smartphone.

“Bukan hanya itu, pertumbuhan penggunanya pun mengalami kenaikan mencapai 15% setiap tahunnya,” paparnya.

“Persentase tersebut tentunya akan terus meningkat melihat tren digital telah merambah ke berbagai kalangan masyarakat, termasuk para pelaku unit Usaha Kecil Menengah (UKM),” ujar Karim memberikan gambaran.

Menurutnya, tingkat pertumbuhan pengguna internet mulai terasa sejak tahun 2013 hingga pertengahan tahun 2017 ini. Digitalisasi sudah menjadi suatu kebutuhan mendasar di masyarakat. Sejak tiga tahun lalu, Indonesia memposisikan sebagai pengguna internet terbesar ketiga di dunia.

Internet telah merubah cara pandang masyarakat Indonesia menjadi melek teknologi. Bayangkan empat tahun lalu, pengguna internet baru mencapai 40 juta, kini telah tembus mencapai 133 juta.

“Fenomena ini pastinya akan berimbas positif terutama bagi pemilik UKM. Perlu diketahui, tren digital memiliki peluang besar bagi pertumbuhannya Indonesia. Karena itu, kami ingin membantu para pelaku tersebut untuk Go Digital,” kupas Karim.

Internet memiliki potensi terbesar untuk sarana memperluas pemasaran jangkauan bisnis. Beberapa statistik mengurai, tahun lalu Indonesia menghabiskan Rp22 triliun yang ditransaksikan secara online. Perhari, rata-rata pengguna internet melalui handphone menghabiskan 5,5 jam di luar waktu kerja.

UKM Go Online
“Sedikitnya Indonesia mencatat 60 miliar pencarian melalui Google. Artinya, data tersebut memiliki potensi besar untuk memasarkan produk UKM Go Online,” jelas Karim.

“Bagi kami, UKM itu pendorong ekonomi Indonesia, berkontribusi 60% terhadap GDP nasional dan 97% mampu membuka lapangan pekerjaan. Bukan cuma itu, dari total jumlah investasi di Indonesia, 49% diantaranya berasal dari UKM,” kupasnya detail.

Hanya saja kata Karim, penetrasi pengguna internet dari kalangan UKM belum maksimal. Dari jumlah UKM yang ada, baru 16% yang memiliki website. Artinya, masih sangat kecil pelaku bisnis tersebut yang melek teknologi. Meski demikian, potensi pertumbuhannya sangatlah besar.

“Karena itu, Google Indonesia hadir untuk menjembatani mereka (UKM) maju lebih baik dan menjangkau pasarnya lebih luas,” imbuhnya.

Menurut data Google Indonesia, UKM yang memiliki website dapat tumbuh 80% lebih cepat ketimbang mereka yang belum mempunyai website sebagai media pemasarannya.

“Dengan memasarkan secara online, membantu mereka menampilkan produknya lebih cepat dan mendapatkan transaksi jadi lebih mudah,” jelas Karim.

Dedy Mulyadi