Indonetwork, Alat Pemadam Kebakaran – Pernahkah Anda membayangkan risiko di balik masifnya penggunaan kendaraan listrik (EV) saat ini?

Tren transisi energi di Indonesia memang membawa efisiensi tinggi, namun di balik itu terdapat tantangan keselamatan baru. Berbeda dengan kendaraan konvensional, kebakaran pada unit EV melibatkan baterai lithium-ion yang memicu panas ekstrem (thermal runaway) dan api yang jauh lebih sulit dipadamkan.

Inilah alasan kenapa alat keselamatan kebakaran kendaraan listrik sangat penting, baik untuk pemilik maupun pengelola armada EV.

Simak penjelasan lengkap mengenai jenis dan cara penanganannya berikut ini!

Kenapa Kendaraan Listrik Butuh Alat Keselamatan Khusus?

Banyak yang bertanya-tanya kenapa kendaraan listrik butuh alat keselamatan khusus. Jawabannya terletak pada karakter baterai lithium-ion.

Saat terjadi kerusakan sel baterai, overcharging, atau benturan keras, baterai dapat mengalami thermal runaway, yaitu kondisi ketika suhu meningkat drastis dan memicu api yang sulit dikendalikan.

Berbeda dengan kebakaran pada bahan bakar bensin, api pada baterai EV bisa muncul kembali meski sudah terlihat padam. Oleh sebab itu, alat keselamatan kebakaran kendaraan listrik dirancang agar mampu mengendalikan panas, api, dan asap secara lebih efektif.

Jenis Alat Keselamatan Kebakaran Kendaraan Listrik

kebakaran kendaraan listrik
Sumber: Pexels

Berikut beberapa jenis alat keselamatan kebakaran kendaraan listrik yang umum digunakan:

1. APAR Khusus Kendaraan Listrik

Pemilihan jenis APAR untuk mobil listrik tidak boleh sembarangan. Jenis APAR untuk mobil listrik umumnya menggunakan media seperti clean agent, dry chemical, atau bahan yang kompatibel dengan kebakaran listrik dan baterai lithium-ion.

APAR bekerja dengan cara memutus reaksi kimia api, menurunkan suhu, serta menghambat suplai oksigen di area kebakaran.

Cara penggunaan APAR untuk mobil listrik umumnya mengikuti metode PASS, yaitu teknik dasar yang digunakan untuk mengoperasikan alat pemadam api ringan secara efektif, terutama pada tahap awal kebakaran.

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Pull: Tarik pin pengaman pada tabung APAR agar alat siap digunakan
  2. Aim: Arahkan nozzle (selang) ke sumber api, bukan ke bagian atas nyala api.
  3. Squeeze: Tekan tuas pada APAR untuk mengeluarkan media pemadam.
  4. Sweep: Gerakkan semprotan ke kiri dan kanan secara merata hingga api padam

Perlu dipahami bahwa penggunaan APAR efektif untuk kebakaran tahap awal. Jika api sudah membesar, segera lakukan evakuasi dan hubungi petugas pemadam kebakaran.

Baca Juga: Perhatikan Hal Ini Sebelum Membeli Tabung Pemadam Kebakaran!

2. Sistem Pemutus Arus Darurat (Emergency Cut-Off)

Alat keselamatan kebakaran kendaraan listrik satu ini berfungsi untuk menghentikan aliran listrik dari baterai ke sistem kendaraan.

Saat terjadi benturan atau suhu abnormal, sistem akan otomatis memutus arus untuk mencegah korsleting lanjutan. Pengemudi wajib mengetahui letak tombol atau perangkat pemutus arus sebelum kondisi darurat terjadi.

Setelah arus terputus, hindari menyentuh komponen listrik hingga dinyatakan aman oleh teknisi atau petugas berwenang.

3. Sensor Suhu dan Asap

Sensor suhu dan asap berperan sebagai sistem peringatan dini. Alat ini bekerja dengan memantau peningkatan panas ekstrem atau asap yang muncul dari kompartemen baterai sebelum api membesar.

Saat terdeteksi lonjakan panas maupun asap, sensor akan mengirim sinyal ke Battery Management System (BMS) untuk mengaktifkan peringatan visual atau suara. Dengan begitu, pengemudi memiliki waktu untuk evakuasi sebelum terjadi kegagalan sistem total.

Meski bekerja secara otomatis, sensor ini membutuhkan pemeriksaan rutin dan pembaruan perangkat lunak. Hal ini penting untuk memastikan tingkat akurasi tetap tinggi dan menghindari risiko gagal deteksi saat terjadi situasi darurat.

4. Fire Blanket untuk Kendaraan Listrik

Fire blanket merupakan alat keselamatan kebakaran kendaraan listrik yang sangat direkomendasikan khusus untuk EV. Alat ini bekerja dengan cara menutup seluruh bagian kendaraan untuk mengisolasi api, panas, dan asap secara efektif.

Dengan menghambat suplai oksigen, penyebaran api dapat dikendalikan. Hal ini sangat penting untuk meminimalkan risiko api menjalar ke kendaraan lain di sekitarnya.

Berikut cara penggunaan fire blanket untuk kendaraan listrik:

  1. Pastikan Anda berada pada jarak yang aman sebelum membuka dan membentangkan fire blanket
  2. Buka dan rentangkan fire blanket hingga ukuran maksimal untuk menutup seluruh bodi kendaraan.
  3. Tutupi seluruh bagian kendaraan untuk membatasi suplai oksigen, pastikan area baterai tertutup rapat.
  4. Rapatkan sisi-sisinya fire blanket agar api dan asap tidak menyebar ke area sekitar.
  5. Jangan langsung membuka fire blanket sebelum kondisi benar-benar aman dan dinyatakan terkendali oleh petugas.

5. Alat Pelindung Diri (APD) Penanganan Darurat

Alat Pelindung Diri (APD) seperti sarung tangan tahan panas, helm, dan pelindung wajah penting untuk keselamatan petugas atau pengguna saat. Alat ini melindungi tubuh dari paparan panas ekstrem, percikan api, hingga gas berbahaya yang dihasilkan oleh baterai.

Biasanya, APD digunakan sebelum melakukan evakuasi di lokasi kebakaran. Sangat disarankan untuk menggunakan APD dengan sertifikasi isolasi listrik dan alat bantu pernapasan (SCBA) untuk melindungi diri dari risiko tegangan tinggi serta uap kimia berbahaya.

Baca Juga: Cari pemadam Fungsi dan Jenis Nozzle Pemadam Kebakaran

Cara Mencegah Kebakaran Mobil Listrik

cara mencegah kebakaran mobil listrik
Sumber: Pexels

Selain menyediakan alat keselamatan kebakaran kendaraan listrik, langkah pencegahan juga tidak kalah penting. Berikut beberapa cara mencegah kebakaran pada mobil listrik:

  1. Gunakan Charger Resmi: Selalu gunakan perangkat pengisian daya sesuai spesifikasi kendaraan.
  2. Hindari Overcharging: Pengisian daya berlebih dapat merusak sel baterai dan memicu kegagalan termal.
  3. Servis Berkala: Lakukan pengecekan kondisi kesehatan baterai (State of Health) secara rutin di bengkel resmi.
  4. Sirkulasi Udara: Parkir di area berventilasi baik dan hindari papasan panas ekstrem dalam waktu lama.

Mengetahui tanda-tanda awal kerusakan baterai adalah kunci pencegahan utama. Namun, perlu diingat bahwa pada kondisi tertentu, penggunaan APAR saja sering kali tidak cukup untuk memadamkan api pada kendaraan listrik (EV).

Di sinilah peran alat keselamatan kebakaran kendaraan listrik menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Mulai dari APAR khusus, sistem pemutus arus, hingga sensor otomatis, setiap komponen berfungsi saling melengkapi untuk meminimalkan risiko fatal.

Sebagai langkah proteksi tambahan, penggunaan fire blanket kendaraan listrik dapat membantu mengisolasi api dengan cepat dan meminimalkan dampak yang lebih luas, terutama di area dengan kepadatan kendaraan tinggi.

Pastikan aset dan kendaraan listrik Anda terlindungi dengan sistem keselamatan yang tepat dan tersertifikasi.

Editor: Citra Irhamna

Enable Notifications OK No thanks