19 Results

kredit usaha rakyat

Search

Bank BUMN Restrukturisasi Kredit UMKM Rp189 T pada 2020

Jakarta – Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) atau bank BUMN melakukan restrukturisasi kredit UMKM sebesar Rp189 triliun pada tahun lalu. Jumlah tersebut setara dengan 2,9 juta debitur UMKM yang terdampak pandemi covid-19. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo berharap restrukturisasi itu dapat membantu para pelaku UMKM bertahan dan tetap bertumbuh hingga pandemi berakhir. “Kami juga terus fokus melakukan restrukturisasi kredit pada pelaku UMKM yang terdampak pandemi. Telah ada 2,9 juta UMKM yang kami restrukturisasi dengan outstanding sebesar Rp189 triliun,” ucapnya dalam webinar Kebangkitan UMKM untuk Mendorong Perekonomian Nasional, Senin (18/1). Selain itu, lanjut Tiko, panggilan akrabnya, pemerintah juga telah memberi bantuan subsidi bunga kepada 6,5 juta rekening, baik nasabah kredit usaha rakyat (KUR) maupun non KUR. “Dalam masa pandemi covid-19 pun kami terus memberikan dorongan dan keringanan kepada pelaku UMKM sehingga ada kemampuan mereka melanjutkan usahanya, dan keringanan dalam membayar berbagai kewajiban keuangannya juga kami kurangi,” tuturnya. Tiko melanjutkan Himbara juga mencatat penyaluran kredit sebesar Rp188,11 triliun…

BRI Ungkap Alasan Kredit Bank Minus 2,4 Persen di 2020

Jakarta – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Sunarso menyebut permintaan menjadi kunci yang menentukan penyaluran pertumbuhan kredit perbankan. Hal itu terbukti dari angka penyaluran kredit yang tumbuh -2,4 persen sepanjang 2020, meski pemerintah telah menggelontorkan berbagai stimulus dan likuiditas ke perbankan. “Secara nasional minus 2,4 persen, padahal segala macam stimulus sudah diberikan, likuiditas diberikan. Likuiditas ternyata tidak tersalurkan secara baik. Artinya, ternyata kuncinya di permintaan,” imbuhnya dalam webinar Kebangkitan UMKM untuk Mendorong Perekonomian Nasional, Senin (18/1). Penyaluran kredit melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) atau bank BUMN, jelas Sunarso, hanya mampu tumbuh 0,63 persen sepanjang tahun lalu. “Sementara,pertumbuhan kredit tertinggi berada di Bank Pembangunan Daerah (BPD)5,22 persen, dan bank syariah sebesar 9,5 persen,” katanya. Sunarso melanjutkan berdasarkan kajian yang dilakukan BRI menggunakan model ekonometrika, ada dua hal yang paling berpengaruh dalam pertumbuhan kredit, yakni konsumsi rumah tangga dan daya beli. Setelah itu, baru lah ada faktor lainnya seperti suku bunga…

Siap-siap, Pengusaha Mikro Juga akan Kebagian Stimulus Rp 2,4 Juta

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan, pemerintah terus memberikan dukungan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus selama masa pandemi. Tambahan subsidi bunga atau margin KUR, penundaan angsuran pokok, dan relaksasi ketentuan restrukturisasi KUR telah diberikan kepada penerima KUR. Calon penerima KUR juga telah menerima fasilitas kemudahan berupa relaksasi pemenuhan persyaratan administrasi dalam proses pengajuan KUR dan relaksasi pemenuhan berupa penundaan sementara penyampaian dokumen administrasi. “Sebagai upaya meningkatkan kemampuan usaha dan pemasaran produk UMKM, pemerintah pun memberikan beberapa program antara lain Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bantuan Produktif (Modal Kerja) bagi Pelaku Usaha Mikro,” jelas dia, Selasa (11/8/2020). Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian KUKM, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, serta kementerian dan lembaga lainnya diharapkan dapat membeli produk UMKM melalui aplikasi serta e-katalog dan laman UMKM untuk pengadaan barang dan jasa. Selain itu, sebagai upaya…

Buka Akses Permodalan Pelaku Usaha, Bekraf Gelar Business Matching

Indonetwork.co.id (Palembang) – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui Deputi Akses Permodalan memfasilitasi 200 pelaku usaha ekonomi kreatif (ekraf) guna mendapatkan pembiayaan dari perbankan melalui business matching. Bekraf mempertemukan pelaku usaha ekraf dengan perbankan konvensional jaringan Bekraf, yaitu Bank Mandiri, Bank Mega, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Sumsel Babel, Bank Tabungan Negara (BTN), dan Maybank di Palembang beberapa hari lalu. Baca juga: Bekraf Berikan Panduan Startup Dapatkan Pembiayaan Modal Usaha “Berdasarkan survei BPS, lebih dari 90% permodalan pelaku usaha ekraf berasal dari dana pribadi,” ungkap Direktur Akses Perbankan Bekraf, Restog K. Kusuma. Menurutnya, Bekraf menggelar business matching untuk memberikan akses pelaku usaha ekraf kepada perbankan sebagai sumber pembiayaan yang bisa dimanfaatkan sebagai alternatif pembiayaan dalam mengembangkan usaha. Restog menambahkan ekonomi berbasis pengetahuan, inovasi, dan kreatifitas menyumbang hampir 1000 Triliun pada PDB ekraf nasional. Berdasarkan survei IFC, lembaga keuangan di Indonesia mensyaratkan jaminan dalam bentuk tanah dan bangunan sebesar…

KTA Solusi Pinjaman Tepat Bagi Pelaku Usaha

Indonetwork.co.id (Jakarta) – Untuk pengembangan usaha, pinjaman ini mungkin bisa jadi solusi tepat. Ya, Kredit Tanpa Agunan (KTA) adalah satu dari sekian jenis pilihan pinjaman yang sangat membantu bagi pelaku usaha. Kelebihannya, tidak hanya dapat diajukan oleh karyawan yang memiliki gaji, bagi pelaku usaha (wiraswasta) pun bisa memanfaatkan pinjaman tanpa jaminan ini. Baca juga: Agar Produktif Kemenperin Beri Kemudahan Pembiayaan IKM Hanya saja dari sudut pandang tertentu, karyawan lebih mudah untuk menerima pinjaman KTA dibanding wiraswasta. Berikut ini uraian singkatnya. Pernyataan itu memang bisa dibenarkan, KTA merupakan produk pinjaman tanpa jaminan, maka status karyawan dan gaji itulah yang dijadikan jaminan bagi bank untuk menilai kemampuan kredit seseorang untuk membayar cicilan. Karena itu, keuntungan KTA Payroll, yaitu kredit tanpa agunan yang diberikan kepada seseorang yang memiliki pendapatan atau gaji yang ditransfer melalui bank yang diajukan. Perlu diingat, KTA juga bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha. Namun, ada sedikit yang membedakan pengajuan produk kredit…

Ingin Kembangkan Usaha Terbentur Modal, Ajukan KUR BRI

Indonetwork.co.id (Jakarta) – Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan program Pemerintah berupa pinjaman modal usaha yang dananya 100% dari bank pelaksana. Salah satu perbankan milik Pemerintah yang meluncurkan program pinjaman dan fokus mendukung pengembangan usaha ekonomi kerakyatan adalah Bank BRI. Jenis pinjaman tersebut diberikan kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang memiliki usaha produktif dan layak. Baca juga:  Sepanjang Tahun 2016, BRI Mampu Salurkan KUR Rp69,4 Triliun Adapun beberapa jenis kredit usaha rakyat yang diluncurkan Bank BRI diantaranya terdiri dari KUR mikro dan KUR ritel. KUR mikro Bank BRI merupakan kredit modal kerja atau Investasi dengan plafon pinjaman sampai dengan Rp25 juta untuk setiap debiturnya. Sama halnya dengan KUR mikro, jenis pinjaman ini ditujukan kepada debitur yang menginginkan modal kerja, memiliki usaha produktif dan layak dengan plafond pinjaman mulai dari Rp25 juta sampai dengan Rp500 juta. Tentunya untuk mensukseskan program itu, sektor usaha yang dibiayai sesuai dengan ketentuan pemerintah.…

Pembiayaan untuk UMKM Dinilai Mencukupi, tetapi Masih Perlu Perluasan Akses

Jakarta – Undang-Undang (UU) Cipta Kerja merupakan salah satu alternatif solusi untuk menggerakkan kembali usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pada masa pandemi Covid-19. Pasalnya, UU Cipta Kerja memuat sejumlah pasal yang menyangkut dukungan bagi UMKM, seperti memberikan bantuan pembiayaan yang lebih murah dan mudah. Hal tersebut diungkapkan Direktur Usaha Kecil Menengah (UKM) Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) TM Zakir Syakur Machmud. Menurut Zakir, jumlah uang yang digelontorkan untuk pembiayaan UMKM saat ini sudah mencukupi. Berbagai skema pembiayaan juga cukup banyak. Ada Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Ultra Mikro, Pegadaian, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) (PNM), Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi (LPDB-K) UMKM, dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan dari Badan Usaha Milik Negara (PKBL BUMN). “Belum lagi dari industri financial technology (fintech), program corporate social responsibility (CSR) swasta, dan koperasi. Selain itu, sekarang juga ada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan dana hibah berupa Bantuan…

Untuk Dapat Bertahan Di Tengah Pandemi, Pelaku UMKM Harus Inovatif

Jakarta – Pandemi Covid-19 menuntut para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lebih kreatif. Mereka harus cepat beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen. Hal tersebut dikatakan Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Riza Damanik saat membuka bazar UMKM di Kabupaten Cirebon, sekaligus memperingati haul akbar Maulana Syarif Al Habib Thoha Bin Hasan Bin Yahya, Rabu (28/10/2020). “Artinya, walau di tengah pandemi ini banyak UMKM yang mengalami kebangkrutan, masih ada peluang yang bisa dikembangkan. Syaratnya dengan berpikir kreatif dan inovatif,” kata Riza dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (30/10/2020). Riza mengambil satu contoh. Ada pelaku usaha di Kalimantan Tengah yang awalnya memproduksi sarung bantal dari kain perca kini beralih fokus produksi dengan membuat masker. Saat itu, penjualan produk kain bantal memang mengalami penurunan. Tak disangka, ia justru mendapat keuntungan besar karena masker yang dijual laris di pasaran. Sama halnya dengan yang terjadi di Pekalongan. Banyak perajin baju dan kain batik…

Tingkatkan Kapasitas, Bekraf Latih 100 Pelaku UKM Kreatif di Lampung

Indonetwork.co.id (Lampung) – Bertempat di Aston Lampung City Hotel, 100 pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kreatif menghadiri Asistensi Pembuatan Laporan Keuangan bagi UKM Kreatif. Praktisi Keuangan, Hari Soul Putra, dan Trainer Aplikasi Akuntansi UKM, Khusnaini, berkesempatan melatih 100 pelaku UKM Kreatif ini perencanaan keuangan, pembuatan laporan keuangan, dan penggunaan aplikasi akuntansi UKM. Kasubbag TU Direktorat Akses Perbankan Bekraf, Eka Pan Lestari, mewakili panitia melaporkan bahwa 100 pelaku UKM Kreatif berasal dari 16 sub sektor ekonomi kreatif (ekraf). Baca juga: Gelar Bincang Ekrafpreneur, Bekraf Ajak Mahasiswa Jadi Pelaku Ekraf “Dengan pelatihan ini, pelaku ekraf diharapkan punya catatan keuangan. Dengan memiliki laporan keuangan, mereka bisa meningkatkan akses untuk mendapatkan pembiayaan perbankan,” ucapnya. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung, Satria Alam, mengungkapkan, pemerintah provinsi (Pemprov) Lampung menyambut baik dan mengapresiasi acara Bekraf di Lampung ini. Satria menjelaskan beberapa hal yang sudah dilaksanakan Pemprov Lampung untuk UKM, antara lain perlindungan dan pemberdayaan UKM,…

Andalkan Agen, Pembiayaan Mikro Bank Sinarmas Tembus Rp2 Triliun

Indonetwork.co.id (Semarang) – Kali pertama yang dilakukan dunia perbankan di Indonesia, Bank Sinarmas mengajak masyarakat, khususnya anggota pejuang online menjadi agen pembiayaan kredit mikro. Micro Secured Loan Dept Head Bank Sinarmas, Zaheri M Nur Harun mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk menjaring potensi bisnis. Bank Sinarmas menjadi bank pertama memberikan kredit mikro melalui agen. Baca juga: Bekraf Pertemukan Lima Perbankan Syariah Dengan 200 Pelaku Usaha Menurut Zaheri, dibukanya peluang menjadi agen penyaluran kredit ini, karena Sinarmas melihat potensi kredit mikro yang cukup besar di masyarakat, terlebih di komunitas-komunitas bisnis. Sejak pertama kali dibuka pada 2016 sampai sekarang, jumlah agen sudah mencapai 2.000 lebih masyarakat yang bergabung menjadi agen, tersebar di seluruh Indonesia dan akan terus ditambah. “Siapa saja bisa menjadi agen, Ibu rumah tangga, bahkan nasabah Sinarmas sendiri bisa dan tidak ada syarat apapun,” ucapnya saat melakukan kegiatan Silaturahmi Keliling Pejuang Online di Kota Semarang. Zaheri menjelaskan, tugas para agen hanya memberikan…

Enable Notifications    OK No thanks