Indonetwork, Peluang Usaha – Makanan kemasan tentunya perlu diolah sedemikian rupa agar bisa memiliki umur simpan yang panjang. Bukan hanya makanan kemasan terkenal seperti ciki, makanan kaleng, dan sebagainya saja. Namun, jika Anda pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah di bidang makanan, Anda juga perlu memperhatikan hal ini.

Ada beberapa cara untuk bisa memperpanjang umur simpan suatu produk makanan. Salah satunya adalah dengan menggunakan antioksidan BHT yang banyak tersedia di pasaran.

Lalu, bagaimana cara  penggunaan BHT food grade untuk industri makanan bagi para pelaku UMKM? Sebelum Anda menggunakannya, pastikan sudah memahami beberapa informasi berikut ini.

BACA JUGA: KEMASAN MAKANAN: VARIAN BAHAN DAN CONTOH DESAIN ESTETIK

Apa Itu Pengawet BHT food grade?

oksidasi apel

BHT merupakan singkatan dari butylated hydroxytoluene, yaitu senyawa kimia berupa zat antioksidan yang menyerupai vitamin E. Sebagai antioksidan, tentunya fungsi utama dari pengawet BHT yaitu untuk mencegah minyak dan lemak untuk teroksidasi. Jika makanan teroksidasi, tentunya makanan tersebut akan mudah menjadi tengik.

Contoh makanan yang teroksidasi yaitu buah apel yang sudah dipotong lalu didiamkan di ruang terbuka. Saat daging buah tersebut terkena udara (oksigen), maka buah akan mengalami perubahan warna menjadi coklat akibat proses oksidasi. Sebenarnya, perubahan warna pada apel ini merupakan mekanisme buah apel untuk melawan jamur dan bakteri. Namun, karena adanya reaksi pada enzim dan kandungan amino pada apel, maka daging buah akan berubah warna.

Sedangkan, makanan kemasan yang umumnya dapat teroksidasi yaitu sereal, kentang olahan, permen karet, makanan cepat saji (junk food), dan mentega. Penggunaan pengawet BHT akan ditampilkan di label kemasan. Selain pengawet BHT, ada pula pengawet BHA (butylated hydroxyanisole) yang sering digunakan sebagai pengawet pada makanan kemasan.

Amankah Konsumsi Pengawet BHT?

Tidak hanya untuk produk makanan saja. Pengawet BHT maupun BHA juga biasa ditambahkan pada produk kosmetik dan produk lain yang mengandung minyak. Tujuan utama penambahan BHT pada produk adalah untuk mempertahankan nutrisi, warna, rasa, dan bau.

Sebagai bahan aditif yang sudah banyak ditambahkan pada produk makanan kemasan, tentunya baik BHT maupun BHA sudah terbukti aman untuk dikonsumsi. Namun, tentu saja ada regulasi yang mengatur tentang seberapa banyak BHT yang dapat ditambahkan pada satu kemasan tersebut.

Beberapa penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa mengkonsumsi pengawet BHA/BHT yang ditambahkan di dalam makanan kemasan tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Selama Anda menambahkan bahan pengawet ini sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. maka produk Anda aman untuk dikonsumsi.

Konsumsi pengawet BHT yang berlebih dapat bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker). Maka, sebagai konsumen, Anda juga perlu memperhatikan dosis yang masuk ke dalam tubuh Anda.

BACA JUGA: MANFAAT DAN BATAS PENGGUNAAN VASELINE EX IRAN PADA KULIT

Cara Lain Mengawetkan Makananmanfaat aluminium foil untuk kemasan

Selain menggunakan pengawet BHT untuk memperpanjang umur simpan produk makanan, Anda juga dapat mengaplikasikan beberapa cara berikut:

  • meminimalisir udara di dalam kemasan makanan, khususnya produk frozen dengan cara memvakum kemasan;
  • mengganti oksigen dengan nitrogen untuk meminimalisir oksidasi, udara tetap diperlukan dalam kemasan makanan untuk menjaga bentuk makanan;
  • pastikan kemasan makanan tertutup secara rapat;
  • menggunakan jenis kemasan yang tepat untuk tiap jenis produk makanan. Bahan yang sering digunakan adalah plastik aluminium atau nylon; dan
  • pastikan proses pengemasan dilakukan dengan steril agar makanan tidak terkontaminasi.

Dimana Bisa Mendapatkan BHT Food Grade?

Jika Anda sedang mencari tempat yang menjual BHT food grade, Anda bisa mencarinya di PT. Iniko Karya Persada. Perusahaan ini menjual berbagai macam produk-produk bahan kimia industri yang aman, lengkap, dan terpercaya.


%d bloggers like this: