Indonetwork, Peralatan Industri – Sekarang ini teknologi sudah semakin maju sehingga memudahkan manusia untuk melakukan aktivitasnya. Kemajuan teknologi membuat manusia dapat memindahkan suatu barang dari satu tempat ke tempat lain secara otomatis menggunakan bantuan mesin. Salah satunya adalah Conveyor Belt. Bagi Anda yang bergerak di bidang industri atau arsitektur, pastinya tak asing lagi dengan conveyor belt. Alat ini dirancang secara khusus untuk memudahkan manusia melakukan pengangkutan suatu barang atau material. Karenanya banyak distributor jual conveyor belt untuk memudahkan perusahaan memenuhi kebutuhannya.

Apa itu Conveyor Belt?

Secara sederhana conveyor belt adalah alat atau mesin yang digunakan untuk mengangkut suatu barang atau material dari satu tempat ke tempat lain secara mekanis. Sistem conveyor dirancancang untuk memudahkan pekerjaan di bidang industri, arsitektur, transportasi, dan sekarang sudah digunakan di dunia kuliner. Pengangkutan barang oleh conveyor belt dapat dilakukan secara horizontal, diagonal, dan kombinasi horizontal diagonal. Pengangkutan barang menggunakan conveyor belt akan lebih efisien karena alat ini dapat mengangkut barang secara datar atau miring dengan sudut kemiringan maksimal 18 derajat, memiliki daya angkut yang besar, serbaguna, dapat bekerja dengan cepat mencapai 7,5 m/s dan terus menerus, mudah dioperasikan dan mudah perawatannya.

Jual Conveyor
Sumber: Unsplash.com

Prinsip Kerja Conveyor Belt

Prinsip kerja conveyor belt terbilang cukup sederhana, di mana alat ini akan menggerakkan barang atau material melalui bantalan belt yang berjalan ke arah yang sudah ditentukan. Cara kerjanya memanfaatkan beberapa katrol yang digerakkan oleh mesin, dan di antara katrol-katrol tersebut dipasang roll dan kemudian dipasangkan lembaran belt. Gerakan dari mesin akan menggerakkan katrol yang kemudian juga akan menggerakkan komponen-komponen lain. Roller akan akan bergerak memutar pada tempatnya untuk mendukung pergerakan belt dari ujung ke ujung. Di dalam bantalan belt terdapat tail/driver pulley yang berfungsi mengatur dan menarik belt melalui gesekan antara drum yang berputar dengan belt.

Begitulah prinsip kerja conveyor belt yang kemudian dimanfaatkan untuk mengangkut barang atau material dari satu tempat ke tempat yang lain. Barang atau material tersebut diletakkan di atas belt yang berjalan sehingga bisa dipindahkan tanpa menggunakan tenaga manual manusia.

Baca Juga: YUK KENALAN DENGAN CHAIN CONVEYOR UNTUK KEBUTUHAN INDUSTRI!

Komponen-komponen Conveyor Belt

Conveyor Belt memiliki enam komponen dasar yaitu Belt (sabuk), Pulley (katrol), Elektrik Motor dan Gearbox, Roll (Idler), Load Chute, dan Bed Penggeser. Keenam komponen tersebut memainkan perannya masing-masing yang sama pentingnya.

Jual Karet Conveyor
Sumber: Unsplash.com

1. Belt atau Sabuk

Belt adalah lembaran memanjang yang digerakkan oleh mesin sekaligus tempat benda-benda yang akan diangkut diletakkan. Belt conveyor membentang diantara dua pulley yaitu tali pulley yang berada di dekat tempat pemuatan berlangsung dan head pulley (penggerak) yang berfungsi menggerakkan belt dan mengosongkan muatan di enclosure. Pengosongan muatan dapat dilakukan di sepanjang conveyor belt dengan menggunakan plows dan trippers.

2. Pulley atau Katrol

Katrol atau pulley berada di titik balik lengkungan belt yang berfungsi untuk membengkokkan sabuk ke dalam take-up pulley (katrol pengambil) yang memastikan pengencangan belt secara tepat melalui counterweight. Terdapat beberapa pulley yang mendukung sistem kerja belt pengangkut yaitu:

  • Head pulley yang terletak di bagian depan dan tersambung dengan motor penggerak via gearbox.
  • Tail pulley yang terletak di bagian ujung belakang.
  • Takeup pulley yang berfungsi untuk mengatur tingkat kekencangan dan tekanan pada belt.
  • Snub pulley yang berfungsi membantu sabuk berbelok ke atas.
  • Bend pulley yang berfungsi membelokkan sabuk ke bawah sebelum menuju takeup pulley.

3. Electric Motor dan Gearbox

Electric motor adalah komponen utama yang bertanggung jawab menggerakkan belt conveyor. Electric motor tersambung dengan motor pulley dan V belt. Ketika electric motor menggerakkan V-belt, gearbox juga akan turut bergerak dan mempengaruhi head pulley. Berputarnya head pulley inilah yang pada akhirnya membuat sabuk turut bergerak.

4. Roll atau Idler Conveyor Belt

Roll atau idler berfungsi untuk membentuk dan menyangga belt, mencegah selip, dan menjaga tracking. Impack idler digunakan untuk membantu mencegah dampak kerusakan belt pada saat membawa muatan. Untuk meningkatkan daya dukung conveyor belt, idler troughed digunakan untuk memiringkan sisi sabuk, mengurangi tumpahan dan membantu memusatkan muatan.

5. Load Chute

Load chute adalah wadah untuk menampung semua barang di bagian tail pulley. Dengan load chuttey, barang akan lebih mudah diatur untuk kebutuhan berikutnya.

6. Bed Penggeser

Bed penggeser atau slider bed adalah istilah yang bisa digunakan untuk merujuk suatu tipe conveyor ataupun komponen pada alat tersebut. Sebagai suatu komponen, slider bed adalah alas yang menggantikan fungsi idler dengan tujuan agar permukaan belt lebih rata.

Baca Juga: RUBBER COUPLING: PENGERTIAN, MATERIAL DAN FUNGSINYA

Distributor Jual Conveyor Belt

Bagi Anda yang sedang mencari Conveyor Belt dengan kualitas terbaik dan harga yang bersaing untuk segala keperluan, Anda bisa mendapatkannya di PT. Sarana Teknik Indonesia. Perusahaan tersebut sudah berdiri cukup lama yaitu sejak 1998, dan perusahaan ini merupakan distributor transmisi tenaga mekanik dan produk motor listrik. Selain conveyor belt ada juga beberapa produk yang ditawarkan seperti, Baldor Motor Dodge Coupling, Continental Conveyor Belt Martin, enner Belt Coupling Pulley, Dodge Bearing Falk Coupling, Bando Belt, Continental Conveyor Belt Martin, Siemens Motor, Motovario Worm Gear, dan masih banyak lagi.


Author

%d bloggers like this: