Indonetwork, Alat Pemadam Kebakaran – Kasus kebakaran sering sekali terjadi di Indonesia terutama pada wilayah yang padat penduduk, padat banguanan, dan tinggi aktivitas ekonomi. Kebakaran dapat mengakibatkan korban jiwa dan kerugian materil yang besar. Seringkali konsleting listrik dan kelalaian masyarakat dalam melakukan kegiatan sehari-hari lah yang menjadi penyebab kebakaran yang mengancam kehidupan. Oleh karena itu, telah banyak distributor jual fire alarm dan alat pemadam kebakaran lainnya sebagai salah satu bentuk usaha yang preventif.

Fire alarm merupakan sebuah sistem penanda bahaya terhadap kebakaran yang berfungsi mendeteksi keberadaan api yang tidak diinginkan sehingga memicu kebakaran dengan memonitor perubahan lingkungan yang terkait dengan pembakaran. Secara sederhana, fire alarm bekerja ketika detektor menemukan salah satu atau beberapa tanda kebakaran seperti adanya api, asap, gas, maupun panas. Kemudian fire alarm mengeluarkan sinyal berupa suara alarm dan indikator lampu menyala guna memberitahukan kepada orang di sekitar tempat kejadian untuk dapat melakukan tindakan darurat dalam pemadaman dan mengontrol penyebaran api serta melakukan evakuasi.

Baca Juga: MENGENAL EQUIPMENT PENTING PADA SISTEM ALARM KEBAKARAN

Melihat fungsi yang sangat penting dalam mendeteksi potensi kebakaran maka tak heran jika fire alarm banyak digunakan diberbagai tempat publik seperti bandara, stasiun, dan pusat perbelanjaan. Selain itu juga banyak digunakan pada perumahan, kantor, dan lain sebagainya.

Fungsi Fire Alarm

Seperti yang sudah disebutkan di atas, kebakaran dapat disebabkan berbagai hal. Selain karena kelalaian dan arus pendek listrik, kebakaran terkadang terjadi karena ada pihak yang tidak berjanggung jawab yang dengan sengaja meyebabkan kebakaran. Maka dari itu sangat dibutuhkan alat yang dapat mendeteksi dan meminimalisir potensi terjadinya kebakaran yaitu fire alarm.

Bukan hanya untuk bangunan besar, bangunan kecil seperti rumah juga membutuhkan alat ini mengingat kebakaran dapat menimpa siapapun.
Sumber: Wallpaperaccess.com

1. Membunyikan Alarm Peringatan

Apabila terjadi potensi kebakaran, fire alarm kemudian membunyikan sirine peringatan. Sirine ini yang dapat menarik perhatian orang yang mendengar. Baik ketika masih berupa asap, gas, atau percikan api sehingga dapat dengan segera melakukan tindakan pencegahan.

2. Menggerakan ExhausT Fan

Fire alarm dirancang dapat bekerja secara otomatis dengan exhaust fan. Pada saat ada percikan api, gas atau asap terdeteksi, maka fire alarm memberikan sinyal untuk mengaktifkan exhaust fan. Selain mencegah terjadinya ledakan, gerakan kipas akan mengeluarkan gas atau asap yang mengepul di dalam ruangan.

3. Memutus Aliran Listrik

Ketika terjadi kebakaran fire alarm akan memutus aliran listrik. Pemutusan ini bertujuan agar instalasi listrik tidak mengalami korsleting yang dapat membahayakan. Selain itu juga bertujuan untuk mengurangi kebisingan. Sehingga suara sirine peringatan dapat terdengar dengan jelas.

4. Mendeteksi Pipa Hydrant

Pipa hydrant biasanya digunakan untuk mengatasi kebakaran dan biasanya ditempatkan pada area tertentu. Untuk memudahkan pemadaman, maka fire alarm harus terintegrasi dengan pipa air supaya memudahkan pada saat proses penyemprotan air.

Jenis-jenis Sistem Fire Alarm

Jual Alat Pemadam Kebakaran
Sumber: Unsplash.com

1. Non Addressable System

Komponen dan cara kerja fire alarm Non Addressable System (NOS) menggunakan Main Control Fire Alarm (MCFA) dan detektor yang bersifat konvensional. Sistem ini menerima sinyal langsung dari semua detektor dan tidak ada alamat langsung dimana lokasi detektor yang mengirim sinyal. Sistem ini terbilang cukup sederhana dalam proses instalasinya, sehingga biasa digunakan dalam bangunan berskala kecil seperti perumahan atau pertokoan.

2. Semi Addressable System

Berbeda dengan NOS, sistem ini menggunakan MCFA yang addressable. Namun masih menggunakan detektor yang bersifat konvensional. Sistem semi addressable system ini menggunakan module fire alarm untuk membantu detektor konvensional dalam bekerja. Modul fire alarm bertugas membaca dan mentransfer sinyal dari detektor konvensional.

3. Full Addressable System

Sistem ini sepenuhnya menggunakan MCFA dan detektor yang bersifat addressable. Di tiap-tiap detektor sudah terdapat alamat yang jelas. Sehingga ketika terdapat gejala kebakaran, detektor tersebut langsung mengirim sinyal ke MCFA dan langsung diketahui dengan jelas lokasi gejala kebakaran tersebut, sehingga dapat segera mengetahui jalur evakuasi yang tepat serta memperpanjang waktu evakuasi. Biasanya fire alarm jenis ini digunakan pada bangunan yang besar dan luas seperti mall, perkantoran dan hotel.

Baca Juga: PERHATIKAN HAL INI SEBELUM MEMBELI TABUNG PEMADAM KEBAKARAN!

Tips Memilih Fire Alarm

1. Potensi Terjadinya Kebakaran

Identifikasi seluruh resiko kebakaran yang bisa terjadi di dalam suatu bangunan. Kemudian pertimbangkan bagaimana jenis sistem alarm yang cocok dalam memberikan peringatan terhadap orang yang berada di dalam bangunan. Hal ini sangat penting mengingat sistem alarm tidak hanya digunakan untuk mendeteksi adanya api yang menyala saja namun juga untuk memberikan peringatan kepada orang-orang untuk segera keluar dari dalam bangunan.

2. Luas Bangunan

Langkah kedua adalah dengan mempertimbangkan besar dan luas suatu bangunan. Semakin luas bangunan maka sensor yang ada harus mencakup luas bangunan agar sensor dapat membedakan lokasi api berdasarkan zonanya. Hal itu memerlukan aplikasi dari kawat sensor yang terpisah sehingga sistem mampu mengidentifikasi api berdasarkan zona nyalanya. Jadi, semakin besar dan luas suatu bangunan maka fire alarm yang dibutuhkan juga harus lebih banyak dan addressable, sehingga dapat memberikan peringatan terhadap orang yang berada di lokasi kebakaran dengan optimal.

3. Memilih Peralatan yang Tepat

Dalam memilih sistem alarm kebakaran, sebaiknya mempertimbangkan kesesuaian alat yang dipilih. Banyak skenario yang mungkin terjadi ketika terjadi kebakaran sehingga harus di simulasi dengan mempertimbangkan kondisi setiap bangunan. Perlu diketahui juga setidaknya ada dua jenis alarm asap yakni ionisasi dan fotoelektrik. Alarm dengan detektor ionisasi memungkinkan untuk mendeteksi adanya partikel api yang tidak terlihat. Sedangkan Alarm fotoelektrik berguna untuk deteksi pada partikel api yang terlihat dan ini bisa bekerja lebih cepat daripada alarm ionisasi.

Distributor Jual Fire Alarm

PT. Wita Kharisma Jaya Bersama adalah salah satu distributor alat pemadam kebakaran jual fire alarm terkemuka di Indonesia. Perusahaan ini telah berdiri dari tahun 2006 dan bergerak dalam industri peralatan pemadam kebakaran, peralatan safety, box hydrant, baju pemadam kebakaran, dan lain-lain. Perusahaan ini memiliki komitmen memberikan servis terbaik untuk setiap kliennya.


Author

%d bloggers like this: