Indonetwork.co.id (Jakarta) – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan Bekraf Financial Club dengan tema subsektor fashion muslim di Hotel Millenium, Jakarta.

50 perwakilan dari pihak perbankan dan penyedia modal non-perbankan berdiskusi dengan beberapa pelaku ekonomi kreatif (ekraf) subsektor fashion muslim, guna meningkatkan pemahaman mengenai subsektor tersebut dan akses permodalan yang tepat.

Baca juga: Fastchem, Your Choice Chemical for Better Solution

Pelaku ekonomi kreatif subsektor fashion muslim mempresentasikan the nature of the business dari rantai nilai subsektor fashion muslim, yaitu kreasi, produksi, dan pemasaran.

Menurut data Badan Pusat Statistik, Subsektor fashion memberikan kontribusi terbesar kedua Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif 2016 yaitu 18,01% atau Rp166 Triliun.

Fashion muslim Indonesia berkembang sejalan dengan tren dunia yaitu halal life style. Namun, permodalan masih menjadi salah satu kendala pelaku ekraf mengembangkan usahanya karena pihak perbankan dan penyedia modal non-perbankan belum mengetahui secara jelas the nature of the business.

Kepala Bekraf, Triawan Munaf menuturkan, Sub sektor fashion, berdasarkan data kami berkontribusi 56% total ekspor dari sektor ekonomi kreatif pada tahun 2016.

“Merujuk pada data ini, saya melihat ada potensi besar dari sisi pemasaran produk fashion di tanah air. Hari ini kami mengajak para bankers, pelaku industri keuangan non bank serta regulator keuangan untuk bersama-sama memahami karakteristik bisnis fashion,” tegasnya.

Baca juga: Tak Hanya Kualitas, AER Tawarkan Inovasi Produk Sanitary Terkini

“Kami berharap, industri keuangan dapat mencari skema pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan permodalan para perancang desain serta para pelaku di rantai nilai bisnis fashion,” ucap Triawan.

Bekraf Financial Club adalah bentuk sinergi Bekraf dengan pihak penyedia pembiayaan perbankan dan non-perbankan untuk permodalan ekonomi kreatif Indonesia. Pertemu antara pelaku ekraf dengan penyedia pembiayaan diharapkan bisa meningkatkan akses permodalan yang tepat untuk pelaku ekraf.

Baca juga: Pickpack, Pioneer Aggregator Perusahaan Ekspedisi di Indonesia

Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo menambahkan, Di Timur Tengah mengenal Jakarta Style, yaitu gaya berbusana muslim Jakarta. Hal ini bisa mendorong tumbuh kembangnya pelaku ekonomi kreatif subsektor fashion muslim di Indonesia untuk menangkap peluang pasar tersebut.

Menurut Fadjar, dengan bantuan pembiayaan perbankan dan non perbankan, pelaku ekonomi kreatif subsektor fashion muslim dapat mengembangkan bisnis mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Bekraf mengundang Creative Director Anemone, Hannie Hananto; Creative Director PT Sessa Gasimandea, Monika Jufry; dan founder gadiza.co.id sekaligus warnahitam.com, Rosie Rahmadi untuk menjelaskan the nature of the business subsektor fashion muslim kepada pihak penyedia pembiayaan perbankan konvensional dan syariah sekaligus non-perbankan yang hadir.