Indonetwork.co.id (Makassar) – Kiprah developer tanah air yang sukses menembus pasar internasional baru-baru ini menjadi pembuka jalan bagi developer lainnya.

Kiprahnya sekaligus membuktikan bahwa, talenta muda Indonesia mampu bersaing secara global.

Agar berkesinambungan dalam menembus pasar dunia, diperlukan upaya untuk memperbanyak developer yang berkualitas di berbagai daerah. Salah satunya, melalui pelaksanaan Bekraf Developer Day (BDD) Makassar, Sabtu (4/8) yang digagas oleh Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Baca juga: Indonesia dan Amerika Sepakat Buka Akses Pasar Produk Tekstil

“Salah satu tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi developer di ibu kota Sulawesi Selatan ini,” ungkap Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari.

“Industri teknologi aplikasi dan game yang berkembang cukup pesat akan berdampak positif di bidang ekonomi dan sosial budaya. Ada kebutuhan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas developer aplikasi dan game,” tuturnya.

Makassar merupakan kota dengan pertumbuhan ekonomi paling tinggi di dunia sebesar 7,9% pada 2017. Bank Indonesia (BI) memprediksi, pertumbuhannya kembali menyentuh angka 7 yaitu mulai dari 7,0 sampai dengan 7,4% pada tahun ini.

Hanya saja, kontribusi sektor ekonomi kreatif digital masih kecil. Untuk itu, penyelenggaraan BDD kali ini menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam menggairahkan kembali iklim industri dan ekosistem ekonomi kreatif digital, agar berkembang cepat dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerahnya.

Baca juga: Indonesia Bangun Kemitraan Strategis Perdagangan Dengan Amerika

Mengusung tema “Membangun Kemandirian Bangsa Melalui Digital,” Makassar menjadi kota keempat penyelenggaraan BDD 2018 menghadirkan sejumlah pelaku, praktisi dan expert industri kreatif digital tanah air.

Hadirkan Pelaku, Praktisi dan Expert Industri Kreatif
Turut hadir digelaran tersebut diantaranya, CEO Digital Happiness, Rachmad Imron, pencipta game DreadOut yang saat ini sedang dalam proses produksi untuk diangkat ke layar lebar. Rachmad akan menginspirasi para developer dalam sesi game bersama Adam Ardisasmita (CEO Arsanesia), Frida Dwi (Asosiasi Game Indonesia), Orlando Nandito (Samsung Developer Warrior, AGI) dan Risman Adnan (Director SW R&D – Samsung R&D Indonesia).

Sementara itu, Sidiq Permana (CIO Nusantara Beta Studio) mengisi sesi aplikasi untuk berbagi ilmu dan pengalamannya.

Posisinya sebagai Google Developer Expert Android menambah bobot penyelenggaraan event ini. Selain Sidiq, sejumlah pakar akan tampil seperti Nurendratoro Singgih (VP Technology-Helpster Company Limited), Ibnu Sina Wardy (CEO Gits Indonesia) dan Nur Rohman (Engineer Dicoding Indonesia).

Baca juga: Indonesia Siap Tingkatkan Ekspor Pesawat Terbang

Sesi lain yang juga digelar adalah Chatbut & Cloud yang dipandu oleh Irving Hutagalung (Audience Evangelism Manager-Microsoft), Rasmunandar Rustam (Software Engineer LINE Indonesia), Habibi Mustafa (Engineer Dicoding Indonesia) dan Puja Pramudya (Managing Director, Rabya Labs Teknologi).

Seperti halnya BDD Surabaya, Jayapura dan Batam, Bekraf juga menggandeng Dicoding Indonesia untuk menyelenggarakan event ini yang didukung Asosiasi Game Indonesia, Dicoding Elite, Google Developer Expert, Intel Innovator, Komunitas ID-Android, Samsung Developer Warrior, dan perusahaan-perusahaan teknologi lainnya di Indonesia.

Dedy Mulyadi