Indonetwork.co.id (Jakarta) – Berusaha mendukung para UKM,  Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan memberikan Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) kepada pelaku ekonomi kreatif (ekraf) dan pengusaha rintisan (startup) sub sektor kuliner, fesyen, kriya, serta aplikasi digital dan pengembangan permainan (game) (AGD). Bekraf menggelar sosialisasi BIP yang berupa penambahan modal kerja dan/atau investasi aktiva.

Deputi Akses Permodalan Bekraf menuturkan, Bekraf mendorong pelaku ekraf sekaligus startup meningkatkan kapasitas usaha dan/atau produksi melalui BIP.

Baca juga: Wujudkan Konsep Smart City GEM Gelar Pameran Berskala Internasional 

“Kami menargetkan BIP untuk tiga subsektor unggulan ekraf yaitu kuliner, fesyen, dan kriya dengan jumlah kontribusi 74,81% senilai 640 Triliun pada PDB ekraf 2016. AGD adalah subsektor prioritas yang juga kami dukung perkembangannya karena memiliki sublimasi efek ke subsektor lainnya,” ungkapnya.

Pedoman umum penyaluran BIP berdasarkan Peraturan Kepala Bekraf Nomor 19 Tahun 2016 tertuang pada petunjuk teknis yang bisa diunduh di portal bekraf.go.id. Pendaftaran BIP sekaligus seleksi administrasi dan kurasi dimulai 30 April s.d 20 Mei 2018. Pendaftaran online melalui http://bip.bekraf.go.id

Persyaratan yang harus dipenuhi pendaftar BIP antara lain pelaku usaha atau badan usaha ekraf mengajukan proposal, dan calon penerima tidak sedang menerima bantuan sejenis dari pemerintah pusat maupun daerah dalam tahun berjalan. Penerima BIP berkewajiban memberikan laporan kinerja setiap enam bulan selama lima tahun.

Bekraf melakukan seleksi administrasi, wawancara, dan verifikasi lapangan untuk penerima BIP. Kurator menyeleksi kelayakan bisnis, model dan solusi bisnis, potensi pasar, tingkat persaingan dan jumlah modal kerja yang dibutuhkan. BIP diberikan dengan transfer dana maksimal dua ratus juta untuk setiap penerima.

Penyelenggaraan Sosialisasi BIP 2018
Bekraf mengundang pelaku usaha ekraf dan startup dari empat subsektor target penerima BIP, lembaga pendukung seperti akselerator dan inkubator, komunitas dan asosiasi terkait, Kementerian/Lembaga (K/L) lainnya, serta rekan media/pers pada sosialisasi BIP.

Baca juga: Bagi Masyarakat Amerika, Kopi Indonesia Memiliki Cita Rasa Nan Unik

Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, membuka acara dan memberikan pengarahan BIP. Inspektur Bekraf, Dicky Djatnika Ustama, menyampaikan tata kelola BIP. Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Syaifullah, menjelaskan BIP ke empat sub sektor target BIP. Direktur Riset dan Pengembangan Ekraf, Wawan Rusiawan, juga hadir menginformasikan Bekraf Information System on Mobile Application (BISMA).

Bekraf turut mengundang Ketua AMVESNINDO, Jefri Sirait; Wakil Ketua  II AMVESINDO, Donald Surjana Wihardja; Deputi Akses Jaringan & Permodalan Asosiasi Game Indonesia (AGI), Cipto Adiguno; Direktur PBMT Ventura, Harjono Sukarno; Pembina Asosiasi Big Data Indonesia dan Pembina Asosiasi Ilmuwan Data Indonesia, Beno Pradekso; dan Tim Administrasi BIP, Irwan Prasetyo.

Sekilas BIP 2017
Tahun 2017, Bekraf telah menyalurkan BIP sebesar Rp 5.265.169.366; kepada 34 pelaku usaha ekraf maupun startup subsektor kuliner dan AGD. Penerima BIP tahun lalu semuanya berbadan hukum PT serta CV dari 18 kota di Indonesia. Mereka berasal dari Jawa (32 penerima), Sulawesi (satu penerima), NTB (satu penerima), dan Kalimantan (satu penerima).

Salah satu penerima BIP 2017, Direktur PT Jago Berkah Nusantara, Muhammad Arbi mengakui penjualan lunch box catering finger & chicks meningkat lima kali lipat setelah mendapatkan BIP. BIP yang diterima sebesar 150juta digunakan untuk branding dan marketing (38%), peningkatan kualitas gerai (31%), peningkatan kualitas dapur (19%), dan peningkatan kualitas catering (12%). “Hambatan kami kepada akses permodalan sangat terbantu dengan adanya program BIP melalui Bekraf,” ucap Arbi.

Dedy Mulyadi