Indonetwork.co.id (Jakarta)Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bersinergi dengan sumber pembiayaan non perbankan dalam penyelenggaraan Workshop Bekraf Get Funded di Jakarta Digital Valley, Menara Multimedia Jakarta.

Bekraf menggandeng entrepreneur sukses, Nalin Singh, untuk menjelaskan cara mendapatkan pembiayaan kepada lebih dari 200 pengusaha rintisan (startup) maupun pelaku ekonomi kreatif (ekraf) yang memadati lokasi acara.

Baca juga: Selain Ramah Lingkungan, Mega Karya Multiindo Tawarkan Mangkuk Keramik Berkualitas

Bekraf meningkatkan pemahaman startup maupun pelaku ekraf terkait permodalan non perbankan dan meningkatkan kesiapan mereka dalam menarik minat investor. Acara ini dihadiri oleh para startup digital maupun non digital, investor non perbankan, serta publik. Lebih dari 200 pendaftar mengikuti acara ini.

“Bekraf sebagai PIC untuk pengembangan tumbuh kembang ekonomi kreatif di Indonesia mencoba bersinergi dengan siapapun, baik BUMN, Kementerian atau Lembaga, maupun swasta untuk menumbuh kembangkan ekraf,” ungkap Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Syaifullah.

Syaifullah menambahkan, informasi kontribusi ekraf yang terus meningkat dari tahun ke tahun yang bahkan melebihi perkembangan ekonomi nasional. Menurutnya, permasalahan awal yang dihadapi startup maupun pelaku ekraf yaitu akses pembiayaan.

Dari sisi supply side, lembaga keuangan, mereka harus melihat business plan dan revenue yang dihasilkan, serta laporan keuangan yang baik sebelum menyalurkan pembiayaan. Dari demand side, banyak yang membutuhkan pembiayaan tapi belum tahu cara mendapatkannya. Bekraf Get Funded adalah acara yang digelar untuk memperbaiki demand side.

Workshop ini adalah panduan praktis seputar cara mendapatkan pembiayaan, investor yang dituju, serta mendapatkan dampak maksimal. Gelaran tersebut membantu penilaian kesiapan perusahaan untuk pendanaan, menentukan jenis pendanaan yang dibutuhkan, mengajari cara membuat dan menyampaikan pitch kepada investor.

Workshop Bekraf Get Funded
Tak hanya itu, workshop itu juga melindungi startup maupun pelaku ekraf dari kesepakatan pendanaan, menginformasikan cara negosiasi kesepakatan pendanaan, serta membantu memahami perjanjian pemegang saham.

Workshop Bekraf Get Funded diharapkan membantu startup maupun pelaku ekraf dalam meningkatkan bisnis yang ada maupun merintis usaha baru. Sehingga, startup serta pelaku ekraf diharapkan lebih dipercaya sumber permodalan sekaligus memperluas akses permodalan mereka.

Nalin Singh mengatakan, “Sebagai entrepreneur, Anda harus membuat produk, menemukan klien, menjualnya, menemukan orang yang bersedia bekerja.”

“Entrepreneur juga mampu menemukan stakeholder yang mau berinvestasi, mengurus semua dokumen legal, dan mampu berkompetisi,” pungkasnya.

Lebih lanjut Nalin mengatakan, permasalahan terbesar entrepreneur adalah mendapatkan pendanaan. Ia mengungkapkan bahwa, tidak mudah mendapatkan pembiayaan dari orang lain. Bahkan, 90% startup gulung tikar dalam dua tahun pertama.

Nalin menambahkan, pentingnya mengetahui investor yang potensial untuk memberikan investasi. “Lakukan riset investor potensial yang sesuai. Potensial pasar adalah hal yang mesti diperhatikan investor,” ucap Nalin.

Startup maupun pelaku ekraf siap diinvestasi saat mereka memiliki tim, teknologi, kesempatan pasar, pesaing, track record, cast flow, dan potensi. “Ingat, orang memberikan uang ke orang lain dengan harapan dikembalikan uangnya,” tutup Nalin.

Dedy Mulyadi