Indonetwork.co.id (Pontianak) – Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar business matching perbankan konvensional di Konvensional Kalimantan Ballroom Hotel Aston Pontianak.

Business matching merupakan acara untuk meningkatkan akses permodalan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) melalui salah satu sumber pembiayaan yaitu perbankan konvensional untuk meningkatkan dan mengembangkan bisnis.

Guna membantu pelaku usaha soal permodalan dan pembiayaan, Bekraf mengundang Bank Commonwealth, Bank Danamon, Bank Kalbar, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Permata, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Maybank pada acara tersebut.

Baca juga: Furnitur Indonesia Siap Bersaing di Salone del Mobile 2018

“Melalui business matching ini, kami ingin menjembatani para pelaku ekraf di Pontianak dengan perbankan konvensional. Kami harapkan program ini bisa digunakan secara maksimal bukan hanya oleh pelaku ekraf untuk mengakses pembiayaan perbankan, tetapi juga perbankan untuk menyalurkan pembiayaan ke pelaku ekraf,” ungkap Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo.

Bekraf bersinergi dengan perbankan konvensional dalam memenuhi kebutuhan permodalan pelaku ekraf. Salah satu kerjasama Bekraf yaitu edukasi kepada pelaku ekraf terkait pembiayaan perbankan sekaligus pemberian layanan produk dan jasa perbankan konvensional maupun syariah dengan Maybank Indonesia.

Siap Bantu Pembiayaan
Branch Manager Maybank Pontianak, Susilia Fransiska, hadir untuk menjelaskan pembiayaan perbankan konvensional kepada 200 pelaku ekraf yang difasilitasi Bekraf menghadiri acara ini.

Baca juga: REI Mega Expo 2018 Hadirkan Pilihan Properti Terbaik

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Pontianak, Syarif Saleh, turut menghadiri acara untuk memberikan sambutan dan menginformasikan ekraf di Kota Pontianak.

Bekraf juga mengundang owner Kebab Turki Babarafi, Nilamsari, pada sharing session. Menurut Nilam, ada dua cara mengembangkan bisnis, yaitu organik dan anorganik. Organik adalah bisnis yang dilaksanakan pelaku usaha kreatif sendiri dari awal, sedangkan anorganik biasanya menggunakan pendanaan yang salah satunya dari perbankan.

“Jika ingin grow cepat harus mengkombinasikan dua hal ini, satunya muter keuntungan, satunya pakai pendanaan. Pemerintah dalam hal ini Bekraf memfasilitasi sekali bagaimana pengusaha sektor kreatif untuk bisa bergerak,” ucap Nilam beberapa waktu lalu.

Acara ini diakhiri dengan pertemuan langsung 200 pelaku ekraf dengan tujuh perbankan yang hadir. Bekraf menyediakan booth yang khusus dibuat untuk interaksi pelaku ekraf dan perbankan. Bahkan pelaku ekraf dihimbau membawa proposal pengajuan pembiayaan sehingga mereka bisa mendapatkan tanggapan langsung dari perbankan.

Dedy Mulyadi