Indonetwork.co.id (Milan) – Menjangkau pasar eropa, produk furnitur Indonesia hadir dalam gelaran Salone del Mobile 2018. Sejumlah instansi terkait yang partisipasi dalam Paviliun Indonesia “IDentities” dibuka oleh Deputi Pemasaran BEKRAF, Joshua Simandjuntak di Milan.

Acara pembukaan dihadiri oleh ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) Milan, ATDAG (Atase Perdagangan), HDMI (Himpunan Desainer Mebel Indonesia), dan beberapa desainer Indonesia di RHO Fierra, Hall Stand F 30.

Baca juga: Kemenperin Pacu Industri Fesyen Muslim Indonesia Jadi Kiblat Dunia

“Produk yang kami tampilkan di sini adalah lebih menekankan kekuatan handmade-nya dan style,” kata Joshua. Menurutnya, keahlian handmade Indonesia sudah turun temurun dan sudah banyak barang diproduksi dengan kemampuan tersebut.

Dalam gelaran Salone del Mobile kali ini, paviliun Indonesia lebih menekankan pada desain dan style-nya. Oleh sebab itu, paviliun Indonesia tidak hanya menjual produk tetapi juga mempromosikan desainernya.

“Ada perbedaan strategi promosi dengan tahun lalu. Bila sebelumnya kami bercampur antara desainer, designer maker, dan manufactur menjadi satu. Tahun ini kami mempromosikan manufaktur yang memiliki IP, berbasis riset, desain, dan develompent,” tambah Joshua.

Strategi promosi ini, peran desainer sangat penting sehingga nama desainer dicantumkan di setiap produk.

Baca juga: Ekspor Dan Investasi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Pada event desain paling penting duni ini,  BEKRAF mendorong para desainer untuk membuat jaringan seluas-luasnya sebab ajang ini didatangi lebih dari 2000 perusahaan furnitur, home accessories, dan produk dunia yang membutuhkan jasa desainer.

Mampu Bersaing
“Desainer Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional. Strategi promosi ini sesuai dengan semangat dari Salone del Mobile 2018, bahwa bukan hanya kualitas dan kuantitas produk tetapi juga tentang desain,” terang Joshua.

Hal senada disampaikan oleh Narita N. Hatibie (Indah), direktur ITPC Milan yang hadir dalam pembukaan. “Desain Indonesia sangat disukai di sini sebab menampilkan kekhasan yang tidak dimiliki negara lain khususnya negara-negara Eropa yaitu pada kerajinan tangannya,” katanya.

Kali ini, ITPC memberi dukungan untuk BEKRAF dengan memasang promosi di tram yang mengelilingi tempat-tempat strategis di Milan. Harapan ke depan, kerjasama dengan ITPC dan BEKRAF juga lembaga-lembaga lain di Indonesia lebih ditingkatkan sehingga promosi berjalan bersama-sama.

Baca juga: REI Mega Expo 2018 Hadirkan Pilihan Properti Terbaik

Paviliun Indonesia tampil berbeda dengan stand lain. Keragaman merupakan kesan yang ditampilkan ketika memasuki booth. “Tantangan kami adalah meletakkan beraneka ragam karya yang berbeda-beda ini di tempat yang tepat sehingga bisa menampilkan kekuatan karakter masing-masing produk,” kata Diana Nazir, kurator sekaligus penata letak di booth bersama dengan Baskoro Junianto.

Joshua kembali menegaskan, sesuai dengan tema paviliun Indonesia yaitu Global Creative Resources, jadi Indonesia menjadi sumber inspirasi kreatif dunia, bukan hanya material dan produk tetapi juga sumber jasa desainer yang siap memasuki pasar global.

Dedy Mulyadi