Indonetwork.co.id (Jakarta) – Sepanjang tahun 2017, pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan, terutama dengan adanya faktor perkembangan teknologi digital yang demikian pesat.

Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) sebagai lembaga pemerintahan non kementerian terus menunjukkan komitmennya, menciptakan ekosistem ekononomi kreatif yang kohesif untuk lebih lanjut, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia melalui berbagai kontribusi positif di enam belas subsektor ekonomi kreatif.

Kinerja dan pencapaian Bekraf serta proyeksi ekonomi kreatif di tahun 2019 disusun dalam buku “Opus 2019”, BEKRAF berharap buku ini dapat memberikan prediksi relevan bagi pelaku usaha ekraf (ekonomi kreatif) di tahun-tahun mendatang.

Baca juga: Bekraf Gelar LOG, Kembangkan Merk Lokal Kota Salatiga

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf menjelaskan, pesatnya perkembangan teknologi digital tak dapat dipungkiri telah memberikan pengaruh signifikan pada sektor ekonomi kreatif.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital sudah mulai dapat dirasakan dampaknya di berbagai subsektor, seperti desain, musik, seni rupa, dan lainnya.

“Pada tahun lalu, PDB Ekraf diperkirakan sudah mencapai lebih dari seribu triliun rupiah. Angka ini akan terus meningkat hingga di atas 1,2 ribu triliun pada 2019,” jelas Triawan.

Lebih lanjut beliau memaparkan, beberapa subsektor yang terus memberikan kontribusi terbesar terhadap perekonomian diantaranya Fesyen, Kriya, dan Kuliner. Subsektor ini relatif lebih resisten terhadap guncangan ekonomi dunia.

Baca juga: Hadir di e2e Commerce Indonesia, Indonetwork Paparkan Manfaat SEO

Triawan menambahkan, subsektor lain yang juga berpotensi menjadi kekuatan ekonomi baru yakni film, musik, art, dan game (animasi).

Analisa Opus 2019 juga mengulas pencapaian BEKRAF melalui berbagai program yang dilaksanakan setiap Deputi BEKRAF.

“Sejak tahun 2015, Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan telah membangun Pusat Unggulan Ekonomi Kreatif dan menjalankan beberapa program yang tertuang di dalamnya, termasuk diantaranya Coding Mum, IKKON, CREATE, dan ORBIT. Tujuan adalah untuk memperkuat pondasi sektor Ekraf Indonesia berdasarkan riset dan tolak ukur yang akurat,” ujar Abdur Rohim Boy Berawi selaku Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan (Deputi I BEKRAF).

Sementara Deputi Akses Permodalan (Deputi II BEKRAF), melalui program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) telah meningkatkan jumlah orang/usaha penerima BIP hingga hampir dua kali lipat, dengan sektor yang semakin bervariasi, yaitu Aplikasi & Game Developer, Kuliner, Fesyen, dan Kriya dengan total dana yang disalurkan mencapai Rp6 milyar di tahun 2018.

Dedy Mulyadi