Apakah Anda ingin memulai bisnis fotografi? Ada banyak ceruk pasarnya yang dapat Anda gali di luar sana, mulai dari yang paling umum hingga yang khusus dan menantang.

Namun, tidak peduli apapun bidang fotografi yang ingin di jalani, ada beberapa hal yang harus di persiapkan sebelum mulai menekuni bisnis ini.

Baca juga: Tips bisnis distro dengan modal terbatas bagi anak muda

Berikut ini adalah daftar peralatan untuk memulai bisnisnya:

1. Kamera yang berkualitas

Kamera fotografi (DSLR) memang banyak jenis dan rentang harganya, dan Anda pun harus pintar-pintar dalam memilih mana yang terbaik dan cukup memadai untuk di gunakan nantinya.

Ada banyak model yang tersedia di pasaran, namun jenis kamera tertentu bekerja lebih baik dalam situasi tertentu. Biasanya, kamera (Nikon ataupun Canon) di atas 6 juta rupiah sudah lebih dari cukup.

2. Tripod

Tripod tidak dapat di pisahkan dari kamera, karena berfungsi untuk menstabilkan posisi kamera dan memungkinkan Anda untuk mengambil banyak gambar dan subyek tanpa harus berpindah-pindah.

3. Tas kamera

Karena Anda senantiasa berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, maka harus di pastikan agar peralatan tetap terlindungi. Tas kamera yang kokoh dan bermuatan besar adalah sebuah investasi wajib.

Jika tas kamera Anda berkualitas, niscaya kamera dan lensa yang harganya jauh lebih mahal akan terproteksi dengan optimal.

4. Pencahayaan (Lighting)

Lampu pencahayaan merupakan elemen yang sudah menjadi esensi dari fotografi itu sendiri. Meskipun dalam beberapa kasus Anda dapat mengandalkan sinar matahari langsung, namun untuk fotografi studio (dalam ruangan), menggunakan lampu pencahayaan adalah wajib hukumnya.

5. Lensa

Ada beragam jenis lensa yang tersedia, mulai dari lensa bawaan (18mm – 55mm), lensa tele yang jangkauan diameternya bisa mencapai 425mm, lensa tetap (fixed) dengan diameter 35mm, lensa makro untuk memotret dari jarak dekat, dan lain sebagainya.

Berinvestasilah dalam berbagai jenis lensa untuk mengakomodir kebutuhan pemotretan Anda agar lebih leluasa.

6. Latar belakang (Backdrop)

Tergantung pada jenis foto apa yang ingin di ambil, backdrop juga penting untuk Anda miliki. Penggunaannya lazimnya di peruntukkan bagi fotografer studio, produk dan potret.

Anda pun sebenarnya dapat membuat sendiri backdrop dengan modal yang lebih sedikit ketimbang membeli langsung.

7. Ruang studio

Di sinilah kegiatan bisnis fotografi akan berjalan. Selain untuk ruang studio, Anda juga dapat menyewa atau membeli ruang khusus sebagai tempat untuk bertemu klien, jika mayoritas aktivitas pemotretan di langsungkan di luar.

8. Alat transportasi sendiri

Mengingat repotnya kualitas transportasi umum di Indonesia, dan luasnya wilayah yang mungkin di layani, memiliki alat transportasi sendiri adalah wajib hukumnya jika tidak ingin membuang-buang waktu dan kehilangan potensi proyek dari klien yang letaknya berjauhan.

9. Ponsel dengan kamera berkualitas baik

Memang, Anda tidak akan mengandalkan kamera ponsel untuk melakukan pemotretan profesional. Namun, ponsel ini dapat di manfaatkan sebagai alat untuk mendokumentasikan kegiatan pemotretan. Karya yang Anda simpan di kamera juga bisa di pindahkan ke ponsel, supaya dapat langsung di bagikan ke jejaring sosial.

10. Aplikasi penyunting foto

Photoshop, nama aplikasi yang tak asing lagi di kalangan “tukang oprek” gambar. Fotografer dewasa ini tidak bisa lepas dari Photoshop, karena aplikasi ini mampu memperbaiki berbagai kekurangan yang terdapat pada gambar jepretan menjadi lebih elok dan sedap di pandang.

11. Aplikasi fotografi ponsel

Pabrikan kamera DSLR dewasa ini banyak menyertakan fitur transfer data wireless dari menuju ponsel. Anda dapat menemukan aplikasi yang kompatibel di toko aplikasi Google Play dan AppStore, dan juga Windows Store.

12. Situs web pribadi

Situs dapat menjadi alat representasi bisnis fotografi yang menjaring banyak calon konsumen. Ambillah domain yang cocok dengan merek bisnis fotografi Anda, dan buatlah situs web yang berisi galeri gambar berikut dengan informasi pemesanan jasa.

13. Kartu nama

Ketika Anda berinteraksi dengan calon klien atau sedang mengerjakan proyek pemotretan, kartu nama dapat di jadikan modal untuk memperkenalkan bisnis fotografi kepada klien-klien potensial yang Anda jumpai, namun belum terjamah.

14. Hard Disk Eksternal

Mengingat besarnya ukuran piksel kamera DSLR saat ini, maka ukuran berkas foto pemotretan pun bisa mencapai angka gigabyte. Untuk itu, selalu gunakan hard disk eksternal sebagai alat penyimpanan berkas foto yang sedang tidak di gunakan.

15. Kontrak klien

Jika sudah mencapai kata sepakat dengan klien, sebaiknya Anda mengikat mereka dengan kertas kontrak yang berisi ketentuan layanan yang di sediakan serta pembayarannya. Dengan demikian, kedua belah pihak akan terhindarkan dari kesalahpahaman.

16. Keanggotaan di komunitas fotografer

Komunitas fotografer ada banyak jumlah dan jenisnya, mulai dari yang amatir, hingga profesional dengan jam terbang tinggi. Perkumpulan yang di tujukan untuk kalangan profesional biasanya lebih mendukung hal-hal yang sifatnya komersial.

Mereka pun kerap mengadakan pelatihan dan kursus untuk memperdalam ilmu anggota-anggotanya.

Itulah daftar tips dan peralatan untuk memulai bisnis fotografi. Perlu di ingat bahwa bisnis ini memerlukan modal awal yang relatif besar, karena mahalnya harga peralatan dan pemeliharaannya.

Namun, jika memang benar-benar punya passion di bidang ini, dan kecakapan dalam menjangkau klien, tidak akan butuh waktu lama sebelum investasi Anda berbalik menjadi untung.