Indonetwork.co.id (Palembang)Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui Deputi Akses Permodalan memfasilitasi 200 pelaku usaha ekonomi kreatif (ekraf) guna mendapatkan pembiayaan dari perbankan melalui business matching.

Bekraf mempertemukan pelaku usaha ekraf dengan perbankan konvensional jaringan Bekraf, yaitu Bank Mandiri, Bank Mega, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Sumsel Babel, Bank Tabungan Negara (BTN), dan Maybank di Palembang beberapa hari lalu.

Baca juga: Bekraf Berikan Panduan Startup Dapatkan Pembiayaan Modal Usaha

“Berdasarkan survei BPS, lebih dari 90% permodalan pelaku usaha ekraf berasal dari dana pribadi,” ungkap Direktur Akses Perbankan Bekraf, Restog K. Kusuma.

Menurutnya, Bekraf menggelar business matching untuk memberikan akses pelaku usaha ekraf kepada perbankan sebagai sumber pembiayaan yang bisa dimanfaatkan sebagai alternatif pembiayaan dalam mengembangkan usaha.

Restog menambahkan ekonomi berbasis pengetahuan, inovasi, dan kreatifitas menyumbang hampir 1000 Triliun pada PDB ekraf nasional. Berdasarkan survei IFC, lembaga keuangan di Indonesia mensyaratkan jaminan dalam bentuk tanah dan bangunan sebesar 73%. Padahal, aset UKM Indonesia saat ini hanya 22% yang bentuknya tanah serta bangunan.

Business matching adalah upaya Bekraf untuk meningkatkan pemahaman perbankan atas kebutuhan pembiayaan pelaku usaha ekraf yang sesuai dengan nature business mereka sekaligus memperbesar peluang pelaku ekraf mendapatkan pembiayaan perbankan dengan proposal pengajuan pembiayaan yang memenuhi kriteria perbankan.

Pemimpin Sentra Kredit Kecil BNI Cabang Palembang, Ferry Emiriza, menjadi perwakilan bank konvensional yang hadir untuk menjelaskan permodalan dan pembiayaan perbankan konvensional yang bisa diakses oleh pelaku usaha ekraf sekaligus persyaratannya.

Buka Akses Pembiayaan
Lewat business matching ini, diharapkan pelaku usaha ekraf mendapatkan pengetahuan dasar untuk mengakses pembiayaan perbankan konvensional.

Baca juga: Gelar BFC, Bekraf Jembatani Pembiayaan Pelaku Subsektor Musik

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, KM. Isnaini Madani, juga menghadiri acara tersebut untuk memberikan sambutan sekaligus informasi perkembangan ekraf di daerahnya. Bekraf juga mengundang founder dan CEO Radja Cendol, Danu Sofwan, untuk menceritakan kisah inspiratif bisnis miliknya. Sehingga, pelaku usaha ekraf yang hadir termotivasi untuk terus kreatif mengembangkan bisnis mereka.

Kasubdit Perbankan Konvensional Bekraf, Dedy Adriansyah, didampingi oleh Kasubbag TU Akses Perbankan Bekraf, Eka Pan Lestari, adalah perwakilan Bekraf yang membuka sekaligus menutup business matching di Palembang ini.

“Business matching adalah kegiatan yang dapat membantu para pelaku ekonomi kreatif untuk dapat terus tumbuh dan berkembang dengan dukungan pembiayaan perbankan. Harapan kami, pelaku usaha ekraf bisa mengakses dan mendapatkan pembiayaan perbankan sesuai kebutuhan mereka,” pungkas Restog.

Dedy Mulyadi