Indonetwork.co.id (Yogyakarta) – Perkembangan tren ekonomi digital membuka peluang bagi pelaku usaha di Indonesia. Hal tersebut dipertegas Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Menghadapi era serba digital, Airlangga mengajak generasi muda Indonesia agar menangkap peluang usaha dari perkembangan ekonomi digital saat ini. Menurutnya, gelombang digitalisasi tidak hanya menjadi tantangan bagi pasar produk komersial, namun ke depannya juga akan merambah ke sektor industri.

Baca juga: Bidik Sektor Industri, Kurnia Eka Nusa Tawarkan Elemen Elektrikal Berkualitas

“Untuk menghadapi gempuran digitalisasi industri perlu peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Salah satu kuncinya adalah menumbuhkan sikap kreatif. Ada sejuta peluang usaha yang bisa dikembangkan,” tegas Airlangga.

Pernyataan itu disampaikan pada Wisuda SMK SMTI Yogyakarta dan Politeknik AKA Bogor di Yogyakarta.

Menurutnya, pasar ekonomi digital di Indonesia saat ini mencapai 11 miliar dollar AS dan diproyeksi meningkat menjadi 110 miliar dollar AS dalam lima tahun ke depan.

“Industri digital dapat mendongkrak perekonomian nasional. Karena itu, mulailah menyesuaikan diri serta bersiap menyambut tren teknologi industri dan Industry sebagai keberlanjutan era ekonomi digital,” paparnya.

Program Vokasi Strategi Hadapi Era Digital
Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian telah melaksanakan program strategis dalam upaya meraih potensi tersebut melalui pendidikan vokasi.

Konsep yang diusung adalah link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri. Tujuannya untuk menghasilkan para tenaga kerja yang sesuai kebutuhan dunia industri saat ini.

Airlangga menjelaskan, pertumbuhan industri ditentukan oleh tiga faktor, yaitu investasi, teknologi dan SDM. Ketersediaan SDM industri yang kompeten akan mendorong peningkatan produktivitas dan menjadikan industri lebih berdaya saing.

Kemenperin juga memfokuskan untuk peningkatan fasilitas di SMK melalui kerja sama dengan industri sehingga bisa setara antara materi praktik dan proses produksi di perusahaan.

“Selain itu, kami mulai memperbaiki kurikulum SMK dalam program vokasi ini,” imbuhnya.

Airlangga menegaskan, seluruh unit pendidikan di lingkungan Kemenperin telah memiliki spesialisasi bidang industri tertentu dan didukung dengan sarana penunjang seperti ruang workshop, laboratorium, dan Teaching Factory yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Dedy Mulyadi