Indonetwork.co.id (Jakarta) – Perubahan lanskap ritel & logistik di Indonesia menjadi alasan kuat digelarnya kembali pameran e2eCommerce Indonesia tahun ini.

Mengusung tema “Be Digital-Go Global,” pameran dagang di sektor industri e-Commerce dan logistik edisi ketiga, e2e Commerce Indonesia menampilkan inovasi dan teknologi untuk memperkuat kehadiran lokal, membangun fondasi ekspansi regional serta global.

Baca juga: Trio Alamsyah: Indonetwork Mampu Pertahankan Sistem Pelayanannya

Selain menampilkan beragam sektor industri, acara yang digelar mulai 17-18 Oktober 2018 di Kartika Expo-Balai Kartini, Jakarta ini memfokuskan diskusi komunitas secara mendalam, guna menarik para profesional menemukan wawasan baru mulai dari otomatisasi, teknologi manufaktur, pengembangan tenaga kerja dan integrasi ritel atau online, dan sejumlah topik lainnya.

Seperti yang telah dilansir statista.com, pada 2017, total volume belanja online di Indonesia mencapai US $ 4,89 miliar. Terdapat permintaan yang meningkat untuk efisiensi logistik dan fasilitas pembayaran. Hal ini akan menjadi pembeda antara perusahaan yang maju dengan yang lainnya. Perusahaan lokal yang dapat memenuhi kebutuhan pasar dengan solusi teknis dan sentuhan personal akan menjadi yang terdepan di pasar Indonesia.

Dikarenakan tantangan industri yang mendesak ini, e2eCommerce Indonesia 2018 berusaha memberikan solusi melalui konferensi dan pamerannya, memperkenalkan dua segmen baru yang akan membahas tren pasar di sektor Smart Retail & Smart Logistics saat ini.

“Melalui ajang ini, para pelaku industri dapat memperoleh data, tren, strategi dan teknologi terbaru untuk memecahkan masalah yang muncul di sektor ritel dan logistik di Indonesia,” ungkap Adrian Sng, General Manager SingEx Exhibitions.

“Besar harapan kami, e2e Commerce Indonesia akan mempertemukan para pengusaha retail dan smart logistics untuk dapat saling membuka jaringan bisnis di segmen pasar mereka,” tegasnya.

Lebih lanjut Adrian mengatakan, guna mensukseskan ajang akbar tahunan tersebut, SingEx Exhibitions yang membawahi PT. Omni eComm Expo

Suksesnya gelaran e2e Commerce Indonesia 2018 didukung kuat oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Asosiasi Big Data Indonesia (ABDI), Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI), Asosiasi Pengusaha TIKNasional (APTIKNAS), Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), dan Supplychain Indonesia (SCI).

Baca juga: Indonetwork Bersama Bank Danamon Tawarkan Solusi UKM di Semarang

Bukan hanya itu, ajang ini juga diikuti oleh tujuh negara, lebih dari 50 pembicara ahli dari perusahaan terkemuka di Indonesia dan dunia, menempatkan pameran e2eCommerce Indonesia sebagai salah satu acara wajib bagi industri eCommerce & ritel di Indonesia.

“e2eCommerce Indonesia diadakan demi percepatan pengembangan industri fulfilment regional dan lokal guna memberikan arti bagi pertumbuhan bisnis ini bagi end-user dan komunitas di Indonesia,” papar Adrian.

Menurutnya, eCommerce dan logistik bukan hanya mengenai akses dan fasilitas mudah ke pasar, tetapi juga mengadopsi perubahan teknologi disruptif, tentang bagaimana praktek industri global dapat membantu menembus pasar lokal dan regional di Asia.

“Hal ini jelas tercermin melalui unsur-unsur yang dikurasi secara khusus dari program kami, termasuk pengenalan tren terkini dalam Smart Retail & Smart Logistics,” pungkas Adrian.

Dedy Mulyadi