Indonetwork.co.id (Batam)Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan bahwa, ekspor dan investasi menjadi kunci peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Hal tersebut disampaikan pada acara Rapat Koordinasi Pemerintah, Pemerintah daerah, dan Bank Indonesia yang berlangsung di Batam, Provinsi Kepulauan Riau beberapa hari lalu.

Baca juga: REI Mega Expo 2018 Hadirkan Pilihan Properti Terbaik

Rapat koordinasi yang diselenggarakan Bank Indonesia mengusung tema ‘Pengembangan Industri Berorientasi Ekspor melalui Perluasan Akses Pasar dan Optimalisasi Kawasan Industri’.

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Duta Besar Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Nurdin Basirun, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinasyah Tuwo, serta para Walikota dan Bupati di Provinsi Kepulauan Riau.

“Kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah ekspor dan investasi. APBN merupakan stimulasi,” jelas Mendag menyampaikan kembali arahan Presiden Joko Widodo.

Tahun 2018, lanjut Mendag, Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekspor sebesar 11%. Target ini ditetapkan mempertimbangkan pertumbuhan kinerja ekspor Indonesia di tahun 2017 yang mencapai USD 168,7 miliar, atau tumbuh 16,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, Indonesia juga berhasil mencatat surplus perdagangan sebesar USD 11,8 miliar.

Berupaya Tingkatkan Ekspor
“Namun demikian, Pemerintah terus berupaya meningkatkan ekspor barang-barang bernilai tambah tinggi,” tandas Mendag.

Dalam pertemuan tersebut, Mendag juga menyampaikan tiga hal pokok utama yang perlu diperhatikan dalam peningkatan ekspor.

Baca juga: Bekraf Gelar Sesi Konsultasi Bagi Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif

“Ketiga hal tersebut yaitu menjaga ketersediaan bahan baku dan barang modal serta stabilitas harga barang modal pada harga internasional yang kompetitif, perluasan pasar ekspor, serta peningkatan ekspor jasa,” jelasnya.

Upaya menjaga ketersediaan bahan baku dan barang modal, menurut Mendag dapat dilakukan melalui penurunan tarif, memberikan kemudahan dalam proses pengurusan lisensi dan perizinan ekspor dan impor, serta meningkatkan transparansi peraturan ekspor dan impor.

Sedangkan perluasan pasar ekspor dapat dilakukan dengan menjaga jumlah perjanjian perdagangan bilateral, regional dan multilateral; penjajakan pasar-pasar ekspor nontradisional; reorientasi fungsi atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center untuk menjadi agen intelijen bisnis guna mengetahui kebutuhan konsumen.

Satu hal yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi adalah dengan mengoordinasikan promosi perdagangan. Cara itu dapat dilakukan dalam skala besar secara efisien untuk memperoleh hasil yang maksimal,” imbuh Enggar.

Dedy Mulyadi