Anggota tertua dari Generasi Z akan berusia 19 pada tahun ini. Tiga atau empat tahun mendatang, generasi ini akan siap menempati dunia kerja dan mempengaruhi keputusuan pembelian.

Seperti halnya generasi sebelumnya yakni generasi X dan Y, generasi Z juga memiliki kerangka berpikir tersendiri yang akan memaksa bisnis Anda untuk berubah, entah ketika mereka berperan sebagai pekerja, ataupun ketika menjadi konsumen.

Catatan kaki:  Generasi Baby Boomer (lahir pada tahun 1946 hingga 1964). Lalu, generasi X (lahir pada tahun 1965 hingga 1980). Selanjutnya generasi Y (lahir pada tahun 1981 hingga 1994) dan generasi Z (lahir pada tahun 1995 hingga 2010) serta generasi Alpha (lahir pada tahun 2011 hingga 2025).

Jika bisnis Anda tidak menargetkan pasar remaja dan anak-anak, maka besar kemungkinan generasi Z belum menjadi konsumen. Namun lambat laun, dengan semakin bertambahnya usia, maka mau tidak mau Anda harus bersiap untuk mengakomodir generasi ini.

Baca juga: Mengapa generasi millenial tak setia terhadap merek

Kami telah mengumpulkan informasi yang di sadur oleh 360i dari berbagai hasil riset mengenai fakta generasi Z yang perlu pebisnis ketahui.

1. Keanekaragaman generasi Z membawa sudut pandang tak terbatas

Besarnya ukuran penduduk yang masuk ke dalam kategori generasi Z mau tidak mau membawa sudut pandang yang unik dalam perspektif bisnis.

Ukuran generasi Z dalam komposisi demografi Indonesia sangatlah luas, yakni di atas 20 persen dari total populasi.

Karenanya, Indonesia sering di sebut-sebut sebagai negara dengan bonus demografi terbesar di dunia dan di prediksi akan mengalami pertumbuhan ekonomi pesat di masa mendatang.

Selain itu, juga perlu mencermati kebiasaan generasi Z yang gemar menggunakan internet sebagai sumber informasi, komunikasi, dan hiburan.

Generasi ini sudah “di takdirkan” sebagai generasi digital dan karenanya, mampu berinteraksi tanpa batas dengan orang-orang dari seluruh dunia, layaknya “tetangga sebelah rumah.”

Bisnis Anda dapat memanfaatkan sifat pekerja yang tidak membeda-bedakan orang-orang di kehidupan digital dan di kehidupan nyata. Kurangnya batasan yang mereka miliki, berperan dalam menciptakan sudut pandang idealisme yang tidak terbatas dan mungkin saja berbeda drastis dari idealisme yang Anda anut.

Kendati demikian, perbedaan sudut pandang semacam ini jika di sikapi secara benar, akan membantu bisnis Anda untuk memunculkan beragam opsi dalam menumbuhkembangkan bisnis secara tak terduga.

Penting juga untuk menempatkan diri Anda di posisi mereka supaya dapat memahami kebutuhan dan menangkap perhatian mereka dengan cara-cara yang khas.

2. Menghargai sikap kewirausahaan

Generasi Z akan menumbuhkembangkan sikap kewirausahaan, terutama di Indonesia. Jika generasi-generasi sebelumnya lebih menginginkan pekerjaan tetap dengan menjadi karyawan bagi orang lain, maka lain halnya dengan mayoritas “Gen Z-ers” yang berharap nantinya hobi mereka kelak dapat di jadikan sumber penghasilan purna waktu.

72 persen anak muda generasi Z mengaku ingin membuka bisnis suatu hari nanti.

Jika Anda berusaha memadamkan pendapat dan gagasan mereka, maka generasi Z akan memberontak dan mundur seketika. Sebaliknya, jika Anda memberi mereka kesempatan menjadi intrapreneur, maka generasi Z akan memanfaatkan aspirasi dan wawasan mereka untuk menumbuhkembangkan perusahaan.

Anda juga dapat memanfaatkan fakta bahwa kebanyakan generasi Z memiliki pola pikir pengusaha dan kemungkinan besar akan menjalankan profesi yang sama di masa mendatang.

Jadi, ketika sedang melakukan pendekatan pemasaran, jangan pernah abaikan potensi pasar generasi Z.

3. Kreativitas hampir tak terbatas

Semangat kewirausahaan generasi Z di topang oleh sisi kreatif. Penelitian menunjukkan, hampir 25 persen dari anak-anak muda generasi ini membagikan video hasil karyanya sendiri, setidaknya setiap seminggu sekali.

Orang-orang kreatif tentunya akan selalu haus akan cara untuk menyalurkan kreativitas mereka, baik dalam kehidupan sehari-hari dan di tempat kerja.

Ketika Anda mendorong mereka untuk berkreasi, secara tidak langsung, Anda sudah mendorong bisnis untuk berkembang. Perhatikan selalu apa yang sedang mereka utarakan. Entah itu hal-hal yang sifatnya sepele seperti video pribadi, atau hal-hal yang sifatnya profesional seperti revisi produk.

4. Lebih melek teknologi ketimbang generasi sebelumnya

Fakta generasi Z yang harus di ketahui selanjutnya adalah soal kefasihan mereka dalam menggunakan teknologi digital. Memang, saat ini internet dan jejaring sosial masih di kuasai oleh generasi X dan Y.

Namun, di masa depan, generasi inilah yang akan mengambil alih kekuasaan tersebut. Mereka memanfaatkan teknologi digital layaknya generasi baby boomers (1940 hingga 1960) memanfaatkan pensil dan kertas di masanya.

Hal ini juga berarti bahwa untuk menjangkau generasi Z, Anda sebagai pemilik bisnis perlu meningkatkan komunikasi di dunia maya dengan konten-konten visual.

Generasi Z identik dengan emoji, video Instagram dan Snapchat, serta gerakan sapuan tangan di atas layar sentuh. Jadi, berkomunikasilah se-grafis mungkin. Kendati demikian, fungsi kata-kata tidak dapat di hilangkan sepenuhnya, sehingga maknanya pun harus di padatkan.