Indonetwork.co.id (Jakarta) – Menyambut ajang akbar Expo Urbanscape and Greenery yang bakal di gelar 19-21 Juli 2018, PT Media Artha Sentosa (MAS) selaku penyelenggara melakukan press conference bersama sejumlah media.

Dalam kesempatan tersebut, Green Building Council Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah Expo Urbanscape and Greenery. Rencananya, gelaran sekaligus konferensi itu bakal menyoroti sektor lanskap dan penghijauan bagi area perkotaan.

Baca juga: MAS Pamerkan Inovasi Pelayanan di Expo Clean & Laundry

Menurut Teddy Halim, Direktur PT Media Artha Sentosa, Expo Urbanscape and Greenery 2018 merupakan kegiatan pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memberikan fokus pada pengembangan lanskap dan penghijauan khususnya di area perkotaan.

“Pada expo kali ini, kami mengangkat tema “Rethinking Landscape Toward Sustainable Community”. Salah satu konsentrasi yang ingin dicapai mengembalikan keseimbangan ekologi dalam lingkungan,” ungkap Teddy.

“Event ini digelar sekaligus mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut berperan meningkatkan kesadaran tentang betapa pentingnya penghijauan. Langkah ini juga mendukung program pengembangan kota hijau (P2KH) yang diusung Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” terangnya.

Lebih lanjut Teddy mengatakan, guna mensukseskan ajang perdana yang nantinya bakal jadi kegiatan rutin setiap tahun, MAS rencananya bakal menghadirkan sejumlah supplier sektor lanskap, baik produk maupun jasa untuk bisa bertemu dengan buyers yang tepat dan asosiasi terkait untuk ikut serta.

Ajak Generasi Millennial Sadar Penghijauan
Hal serupa juga ditanggapi langsung oleh Naning Adiwoso, Chairperson Green Building Council Indonesia. Menurutnya, ajang pameran ini merupakan salah satu langkah positif mengajak masyarakat secara langsung untuk mengembalikan keseimbangan ekologi.

Baca juga: Selain Inovasi, Expo Clean & Laundry 2018 Hadirkan Produk Terbaru

Dalam paparan singkatnya Naning menguraikan, seiring pembangunan wajah kota di pelosok negeri, Indonesia telah mengalami pergeseran keseimbangan ekologi dalam lingkungan.

“Kini gedung tinggi seperti perkantoran, apartemen dan bangunan beton telah menggantikan habitat alami, peningkatan emisi karbon dan polusi udara berujung pada perubahan iklim, krisis ari dan timbulnya berbagai penyakit,” ujarnya.

Karena itu kata Naning, perlu adanya suatu gebrakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui penghijauan di lingkungan rumah, tempat kerja dan lainnya.

“Kami berharap, ajang ini dapat menjadi wadah kegiatan yang mampu merubah dan mengembalikan ekologi wajah kota kembali hijau juga seimbang. Salah satunya melalui urbanscape dan generasi millennial yang akan berperan mengubah perkotaan Indonesia,” pungkasnya.

Dedy Mulyadi