Salah satu proses pengolahan minyak kelapa sawit adalah proses perebusan atau yang dikenal dengan sterilisasi menggunakan alat panel control rebusan. Proses perebusan atau sterilisasi merupakan proses perebusan menggunakan media steam dalam suatu bejana.

Perebusan ini bertujuan untuk beberapa hal, diantaranya adalah mematikan enzyme dalam kelapa sawit, memudahkan lepasnya brondolan dari tandan, mengurangi kadar air dalam buah, dan melunakkan mesocarp, sehingga memudahkan proses pelumatan dan pengepresan serta memudahkan lepasnya brondolan dari janjangannya.

Nah, salah satu alat yang digunakan dalam proses sterilisasi buah kelapa sawit adalah control panel rebusan atau sterilizer. Control panel rebusan adalah perangkat elektrik untuk memudahkan dalam pengolahan kelapa sawit. Perangkat tersebut digunakan untuk mengontrol steam dalam sterilizer dengan menggunakan parameter waktu, tekanan, dan suhu.

Pengontrolan dalam proses pengolahan kelapa sawit, diatur melalui bagian-bagian sterilizer. Artikel ini akan menjelaskan mengenai bagian-bagian apa saja yang terdapat dalam panel control rebusan beserta fungsinya.

Bagian-Bagian Panel Control Rebusan dan Fungsinya

Industri Kelapa Sawit
Sumber: Pexels

Sterilizer memiliki beberapa bagian penting yang harus Anda ketahui fungsi-fungsinya sebelum mengoperasikan perangkat tersebut. Dilansir dari Candra Hutasoit dalam Laporan Praktek Kerja Lapangannya, panel control rebusan memiliki 8 bagian penting yang harus Anda ketahui.

Canty Level atau Jembatan Rebusan

Canty level berfungsi sebagai jembatan penghubung rail track bagian luar rebusan dengan rail track di bagian dalam rebusan.

Pintu Rebusan

Pintu rebusan berfungsi sebagai jalan keluar dan masuknya lori-lori dari rebusan. Masing-masing pintu, dilengkapi dengan paking pintu atau door seal, tongkat pengunci pintu, dan engsel pengaman pintu.

Ketel rebusan

Ketel rebusan berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses rebusan. Bagian luar dinding ketel rebusan, dipasang isolator untuk menghambat panas dan mempertahankan temperatur di dalam ketel rebusan.

Manometer

Keempat, manometer. Manometer adalah sebuah alat indikator yang menunjukkan besarnya tekanan steam yang bekerja di dalam ketel rebusan.

Termometer

Bagian panel control rebusan yang kelima adalah termometer. Termometer merupakan alat untuk mengukur temperatur steam yang digunakan untuk proses perebusan. Alat ini diletakkan di bagian pipa inlet steam dan di ketel rebusan.

Isolator dan rail track sterilizer

Selanjutnya, ada isolator dan rail track sterilizer. Isolator berfungsi sebagai penahan panas dari stabilizer. Sementara rail track sterilizer berfungsi sebagai jalur lintasan lori di dalam ketel rebusan.

Valve

Adapun bagian dari panel control rebusan yang terakhir adalah valve yang terdiri dari 8 macam, di antaranya adalah:

  1. Inlet valve, yang berfungsi untuk membuka dan menutup aliran steam yang masuk ke sterilizer.
  2. Exhaust valve, kebalikan dari inlet valve yang berfungsi untuk membuka dan menutup aliran steam yang keluar dari sterilizer.
  3. Condensate valve, digunakan untuk membuka dan menutup aliran air kondensat dari sterilizer.
  4. Safety Valve, sebagai katup pengaman bila terjadi tekanan uap yang berlebihan.
  5. Ball valve yang dipasang pada masing-masing pintu rebusan untuk memastikan bahwa tekanan di rebusan telah benar-benar nol dan difungsikan pada saat membuka pintu-pintu rebusan.
  6. Indikator valve yang dipasang di bagian bawah sterilizer. Indikator valve berfungsi untuk mendeteksi kebocoran yang terjadi pada dinding sterilizer bagian bawah.
  7. Pipa-pipa yang terdiri dari pipa inlet, pipa exhaust, dan pipa air kondensat.
  8. Silencer, tabung yang berfungsi sebagai peredam suara dan penahan aliran dari uap air kondensat.

Baca juga: Mengenal Panel Control Rebusan dalam Pengolahan Minyak Sawit

Pengoperasian Stasiun Rebusan menggunakan panel control rebusan

Kelapa Sawit Merah
Sumber: Pinterest

Dilansir dari Candra Hutasoit dalam Laporan Praktek Kerja Lapangannya, proses pengoperasian stasiun rebusan dilakukan dalam beberapa alur menggunakan mekanisme sistem tripple peak. Alur proses pengoperasiannya adalah sebagai berikut.

  1. Step 1, lamanya durasi waktu 1 menit pada katup in terbuka, ex tertutup, dan condensat terbuka.
  2. Step 2, 5, 8, 9, lamanya waktu tergantung pada tekanan uap (steam) dari back pressure vessel (BPV). Apabila tekanan uap (steam) semakin tinggi, maka waktu yang diperlukan untuk mencapai tekanan puncak (peak) juga akan semakin cepat.
  3. Step 9 adalah masa penahan (holding time) dan lamanya waktu tergantung pada kondisi buah sawit, biasanya dibutuhkan waktu sekitar 32 menit untuk kondisi buah sawit yang normal (buah sawit matang).
  4. Step 4, 7, 11, lamanya waktu tergantung pada tekanan uap (steam) yang masih tertinggal dalam rebusan sawit (stelizer) pada saat buangan uap. Exhaust atau buangan uap dapat dilihat pada pressure gaugenya sampai menunjukkan angka 0 (nol).
  5. Step 11 juga menunjukkan proses membuka valve continous blowdown secara otomatis.

Baca juga: Alat Control Sterilizer dalam Pengolahan Kelapa Sawit

Jual Panel Control Rebusan

Nah, setelah membaca informasi di atas, Anda telah memiliki pengetahuan dalam mengoperasikan panel control rebusan. Sehingga beberapa istilah dalam panel control rebusan sudah tidak asing lagi di telinga Anda.

Bagi Anda yang ingin membuka bisnis dalam pengolahan kelapa sawit, Anda dapat mendapatkan panel control dan mempercayakan beberapa mesin lainnya pada PT. Prima Tata Daya. Perusahaan ini jual panel control rebusan dan juga jual panel control sterilizer

PT. Prima Tata Daya adalah perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 2005 dan berpengalaman dalam memberikan solusi rekayasa terpadu untuk Industri Pabrik Kelapa Sawit. Tunggu apalagi? Segera kunjungi website PT Prima Tata Daya, lihat berbagai macam produknya dan dapatkan harga terbaik.

Baca juga: Mengenal Serba-Serbi Mesin Pabrik Kelapa Sawit


Author

%d bloggers like this: