Gaya bangunan arsitektur rumah merupakan salah satu hal yang biasa mampir di pikiran Anda ketika akan membangun sebuah rumah hunian. Tentunya, hal ini akan sangat mempengaruhi desain interior yang juga harus Anda siapkan.

Oleh karena itu, dalam membangun sebuah rumah, banyak hal yang harus Anda persiapkan. Mulai dari finansial, arsitektur, desain interior, struktur, dan masih banyak lagi.

Apabila Anda berencana untuk membangun sebuah rumah hunian, berikut beberapa gaya bangunan arsitektur yang dapat menjadi inspirasi untuk calon bangunan Anda.

Cape Cod

Gaya Cape Cod berasal dari tahun 1700-an di kota bernama Massachusetts. Bangunan dengan gaya arsitektur ini memiliki tampilan yang sederhana dengan dinding kayu, atap sirap, dan pintu tengah dengan jendela pada kedua sisinya.

Saat ini, rumah dengan gaya Cape Cod dibangun dengan lebih banyak ruang dan lebih banyak jendela.

Kolonial

Tidak jauh berbeda dengan gaya Cape Cod, rumah dengan bangunan arsitektur gaya kolonial memiliki struktur yang sederhana, persegi panjang, dan simetris. Rumah dengan gaya kolonial hampir selalu memiliki dua lantai dan tangga pusat, serta pintu masuk yang megah.

Gaya kolonial ini memiliki berbagai pengaruh yang berbeda-beda, sehingga gaya ini juga memiliki jenis yang berbeda-beda pada setiap negara. Beberapa gaya kolonial seperti kolonial Inggris, Prancis, Belanda, Georgia, Spanyol, dan Amerika.

Kontemporer

Istilah kontemporer mengacu pada masa kini. Saat ini, rumah gaya kontemporer banyak memasukkan unsur-unsur dari gaya modernis. Modern mengacu pada periode waktu yang telah berlalu.

Rumah dengan gaya bangunan arsitektur kontemporer saat ini banyak menggunakan bahan dan desain yang ramah lingkungan. Mereka biasanya juga menggunakan warna-warna yang lebih netral dengan sembulan warna yang ditambahkan di interior.

Pengrajin

Gaya pengrajin berfokus pada nilai arsitektur buatan tangan yang dibangun dengan baik dan rapi. Gaya bangunan arsitektur ini biasanya berbentuk horizontal dan kokoh.

Jika Anda masuk pada rumah dengan gaya arsitektur pengrajin, Anda akan melihat interior bangunan yang indah, balok terbuka, atap pelana rendah, kolom runcing di beranda, rak buku built-in, perapian yang diletakkan dengan tangan, dan bagian-bagian lainnya yang banyak diwarnai dengan nuansa kayu.

Baca juga: Cara Memilih Besi Beton untuk Bangunan Rumah

Kebangkitan Yunani

Gaya Arsitektur
Sumber: Pinterest

Rumah dengan gaya bangunan arsitektur Yunani memiliki tiang-tiang besar dengan hiasan bergaya Yunani. Mereka banyak menggunakan warna-warna lembut atau putih. Jika Anda melihat dari bagian depan luar bangunan ini, Anda akan langsung dapat menangkap pintu masuk yang megah.

Farmhouse

Gaya farmhouse atau rumah pertanian memiliki tampilan langit-langit yang tinggi dengan balok terbuka. Mereka memiliki teras depan yang besar dan perapian pusat.

Bangunan arsitektur dengan gaya ini memiliki atap berbentuk gudang. Seringkali, bangunan gaya ini banyak menggunakan batu bata dan batu ekspos.

Prancis

Bangunan arsitektur bergaya Perancis memiliki atap dan daun jendela yang runcing, biasanya terbuat dari batu. Selain itu, pada bagian dalam rumah Anda akan menemukan perapin batu dengan tumpukan kayu yang saling menekan.

Rumah dengan gaya Prancis banyak menggunakan warna-warna lembut seperti warna pastel. Fitur utama pada gaya bangunan ini banyak menonjolkan eksterior batu dan tampilan lapuknya.

Mediterania

Rumah bergaya Mediterania banyak menampilkan elemen dari vila Spanyol dan Italia. Mereka banyak menggunakan atap ubin dengan dinding yang dicat putih. Gaya bangunan arsitektur ini mengunggulkan penggunaan ubin-ubin yang indah.

Baca juga: Ketahui Manfaat, Kegunaan, Serta Standar Ukuran Besi Beton Ulir

Modern Abad Pertengahan

Gaya Arsitektur
Sumber: Pinterest

Bangunan dengan gaya modern abad pertengahan memiliki desain yang ramping dan rapi. Selain itu, mereka juga banyak menggunakan jendela besar dengan campuran bahan alami dan buatan manusia. Fitur utama yang diunggulkan dari gay aini adalah campuran organik dan geometris, ramping, rapi, serta jendela besar.

Peternakan

Rumah dengan gaya peternakan memiliki atap yang rendah, jendela besar dan pintu kaca geser. Bangunan dengan arsitektur gaya peternak banyak memiliki halaman belakang yang besar, ruang tamu terbuka, dan sebuah garasi.

Hal yang menonjol dalam gaya ini adalah bangunan satu lantai dengan atap rendah, ruang tamu yang terbuka, dan halaman belakangnya yang biasanya mereka jadikan sebagai tempat peternakan.

Tingkat Terpisah

Apabila Anda berkunjung pada rumah yang menggunakan gaya tingkat terpisah, maka Anda akan menemukan banyak tangga-tangga pendek di sana. Rumah dengan gaya bangunan seperti ini dapat juga disebut sebagai rumah split level, yakni banyak bagian-bagian ruang yang dipisahkan. Gaya ini menonjolkan ruang tamu yang tersegmentasi oleh tangga pendek. Beberapa lantai bahkan juga terhubung dengan tangga pendek.

Tudor

Bangunan dengan gaya arsitektur Tudor menggunakan rangka kayu, atap pelana yang curam, dan jendela klasik. Rumah-rumah ini biasanya terlihat arsimetris. Dalam gaya ini, hal yang ditonjolkan adalah rangka kayu, batu, asimetris, dan atap pelana yang curam.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Besi Beton SNI

Jual Besi Beton Polos

Dalam membangun sebuah rumah hunian atau bangunan, diperlukan sejumlah material yang cukup untuk bisa mewujudkan bangunan seperti apa yang Anda inginkan. Salah satu material tersebut adalah seperti besi beton polos.
Besi beton adalah rangka besi yang digunakan untuk memperkuat struktur beton pada bangunan. Anda bisa mendapatkan material ini di PT Baja Mas Abadi. Mereka menyediakan berbagai material bangunan untuk memenuhi kebutuhan konstruksi Anda. Jadi, tunggu apalagi? Penuhi kebutuhan konstruksimu dengan PT Baja Mas Abadi.


Author

%d bloggers like this: