Indonetwork, Peralatan Industri – Penggunaan chiller dalam dunia industri sudah sangat umum dan banyak dijumpai. Chiller dikategorikan sebagai mesin pendingin untuk mengkondisikan suhu pada fasilitas industri dan umum. Dengan sistem pendingin, chiller menghilangkan panas dari beban proses dan melepaskan panas ke lingkungan.

Chiller pada industri berfungsi untuk menurunkan suhu pada berbagai jenis peralatan dan proses, seperti mesin injeksi, peralatan pengelasan, kilang minyak, pembangkit listrik, hingga industri pabrik. Simak informasi mengenai cara kerja dan penggunaan chiller dalam industri.

Baca juga: KETAHUI PENTINGNYA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA

Apa itu Chiller?

Chiller adalah sebuah alat yang digunakan untuk memindahkan panas (kalor) menggunakan sistem pendingin. Tujuan dari alat ini adalah menghilangkan panas yang diakibatkan dari beban proses untuk kemudian kalor atau panas dialihkan ke lingkungan.

Untuk dapat bekerja dengan baik, chiller terdiri dari beberapa bagian, diantaranya chiller, chiller water pump, make up water tank, condenser water pump, cooling water, FCU, dan AHU. Komponen tersebut saling berkaitan dan bekerja secara berurutan. Sehingga pada proses repair dan instalasi chiller cukup kompleks dan membutuhkan penanganan khusus.

Komponen Pada Chiller

Berikut ini adalah komponen-komponen pada chiller, diantaranya:

1. Chiller

Pada chiller terdapat 4 komponen utama, yaitu: 

  • Kompresor, berfungsi untuk mensirkulasikan refrigerant dalam sistem chiller. Selain itu, kompresor juga berfungsi untuk menghisap uap refrigerant yang keluar dari evaporator dan menaikkan tekanan uap refrigerant agar titik embunnya naik di atas temperatur medium pendingin.
  • Kondensor, berfungsi untuk memindahkan panas dari sistem refrigerasi ke media pendingin yang digunakan. 
  • Katup Expansi, pada mesin chiller berfungsi untuk menurunkan tekanan dan mengontrol refrigerant yang masuk ke dalam evaporator.
  • Evaporator, menjadi tempat untuk refrigerant menguap untuk menyerap panas dari udara, air, atau bahan lainnya.

2. Pompa Sirkulasi

Pada sistem chiller, terdapat dua jenis pompa sirkulasi yang digunakan. Jenis pompa sirkulasi pertama ini adalah condenser water pump yang berfungsi untuk mensirkulasikan atau mengalirkan air pendingin dari kondensor pada chiller. Lalu evaporator water pump yang berfungsi untuk mensirkulasikan air dingin dari chiller menuju pada koil pendingin FCU dan AHU.

3. Cooling Tower

Cooling tower merupakan komponen chiller yang berfungsi untuk mendinginkan air panas yang sebelumnya telah melewati bagian kondensor.

4. Fan Coil Unit (FCU)

FCU merupakan komponen yang berfungsi menjadi media penukar kalor antara air dingin dengan udara. Dimana udara panas yang berasal dari ruangan dihembuskan oleh kipas atau blower melewati coil pendingin di dalam FCU. Sehingga udara dikeluarkan menjadi udara dingin.

5. Air Handling Unit (AHU)

AHU berfungsi sebagai mesin penukar kalor antara air dingin dengan udara. Udara panas pada proses ini berasal dari dalam ruangan dihembuskan oleh blower untuk melewati koil pendingin pada AHU.

6. Ducting

Komponen ini berfungsi untuk menyalurkan udara dingin yang berasal dari AHU, kemudian disalurkan menuju ruangan masing-masing.

7. Pemipaan

Sistem instalasi pipa atau pemipaan  berguna untuk menghubungkan masing-masing bagian pada chiller, sebagai media untuk tempat penyaluran air.

8. Chilled Water Tank Supply

Komponen ini berfungsi untuk menampung air yang telah didinginkan oleh chiller sampai temperatur yang rendah. 

9. Chilled Water Tank Return

Chilled water tank return berfungsi untuk menampung air dingin yang telah terpakai dengan temperatur pada air yang sudah berubah. 

Cara Kerja Chiller

Untuk dapat bekerja dengan baik, di dalam sebuah chiller terdapat reservoir yang terisi dengan cairan, seperti campuran air atau etilen glikol dengan sirkulasi yang berlangsung secara terus-menerus. Pada sebuah bangunan, chiller bekerja dengan cara air dingin disirkulasikan ke penangan udara atau balok pendingin yang banyak digunakan untuk mentransfer panas dari udara ke air atau sebaliknya.

Chiller dapat diklasifikasikan sebagai pendingin absorpsi dan pendingin kompresi refrigeran, disesuaikan dengan siklus refrigeran sebagai tempat pengoperasian.  Chiller bekerja dengan kompres mekanik dengan prinsip dasar pendingin melalui proses sebagai berikut.

  • Pendingin mengumpulkan panas, kemudian memanfaatkan penukar panas di evaporator agar kalor atau panas menghilang.
  • Pendingin pada chiller memanfaatkan dua jenis tempat pendingin, yaitu sistem pendingin udara dan air. Kondensor udara didinginkan dengan memanfaatkan udara dan kondensor air menggunakan sumber air.
  • Pendinginan sebuah gedung memanfaatkan sebuah menara pendingin atau sumber air seperti kolam terdekat.
  • Chiller dan kondensor yang didinginkan udara tidak begitu berbeda dengan kondensor yang telah didinginkan air melalui siklus refrigerant.
  • Media pendingin utama kondensor adalah udara. Sedangkan chiller berpendingin udara biasa ditujukan pada proses pengoperasian serta pemasangan luar ruangan. 
cara kerja chiller
thermalcare.com

Jenis Chiller 

Dalam dunia industri, terdapat dua  jenis chiller yang seringkali digunakan untuk berbagai kebutuhan, diantaranya sebagai berikut.

1. Absorption Chiller

Absorption Chiller
goenergylink.com

Absorption chiller merupakan mesin yang beroperasi berdasarkan siklus pendingin absorpsi uap. Siklus ini terdiri dari empat penukar panas utama, yaitu generator, kondensor, evaporator, dan penyerap. Lalu terdapat dua jenis larutan, yaitu refrigerant dan absorben.

2. Vapor Compression Chiller

Vapor Compression Chiller
researchgate.net

Vapor compression chiller menggunakan kompresor mekanis yang ditenagai oleh listrik, uap, atau turbin gas. Tenaga tersebut menghasilkan pendingin menggunakan siklus kompresi uap dengan pendingin udara. Pada refrigeran mengalami penguapan dengan mengambil panas di air dingin yang ada di evaporator agar bisa melakukan fungsi utamanya. Kemudian refrigeran keluar pada evaporator sebab ada uap, tetapi di sisi lain dihasilkan dari air dingin. 

Baca juga: FABRIKASI TANGKI STAINLESS STEEL DAN JENIS-JENISNYA

Peran chiller dalam dunia industri tidak terlepas dari komponennya yang memiliki fungsi saling berkaitan. Sehingga proses repair dan instalasi chiller membutuhkan penanganan khusus karena sistem yang kompleks. PT Gecko Indonesia menjadi penyedia jasa repair dan instalasi chiller berkualitas. Disini Anda bisa menggunakan jasa dan produk kebutuhan industri yang terpercaya dan berkompeten.


Author

%d bloggers like this: