Indonetwork, Bahan Bangunan – Saat ini tengah trend penggunaan batu bata dengan bobot yang ringan untuk pembangunan rumah. Tak heran jika bata ringan atau bata hebel banyak digunakan dibandingkan batu bata merah. Dengan ukuran bata ringan yang hampir sama, batu bata ini mampu menyaingi batu bata merah.

Meskipun mempunyai bobot yang ringan, namun batu bata ringan mempunyai goncangan. Proses pembuatan bata ringan juga tergolong cepat karena diproduksi langsung dengan mesin berteknologi tinggi. Untuk materialnya, bata ringan terbuat dari beton yang dicampur dengan pasta alumunium.

Jenis Bata Ringan

Bata ringan dibagi ke dalam beberapa golongan yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan. Untuk mengetahui lebih lengkap tentang jenis batu bata ringan, simak ulasan kami berikut ini.

1. Bata Ringan AAC

Jenis bata ringan ini ditambah dengan bahan pengembang atau pengisi udara secara kimiawi. Bata ringan AAC mempunyai permukaan berwarna putih dengan bobot yang ringan. Untuk proses pembuatannya, bata ringan dibuat secara sederhana di industri rumahan.

2. Bata Ringan CLC

Material kerikil pada jenis bata ringan CLC ini menggunakan gelembung udara. Gelembung tersebut terbuat dari busa organik yang tidak stabil, sehingga tidak ada reaksi kimia ketika proses pencampuran bahan berlangsung.

Jenis bata ringan ini berwarna abu-abu karena material yang digunakan adalah pasir sungai atau pasir tambang. Sehingga bobot dari jenis bata CLC ini lebih berat ketimbang batu bata ringan AAC.

Untuk kualitasnya tergolong sangat baik karena dibuat menggunakan peralatan modern yang canggih.

Baca juga: 5 Distributor Pagar BRC di Jawa Timur Dengan Kualitas Terbaik

Keunggulan Bata Ringan

Tentu ada kelebihan yang dimiliki oleh bata ringan sehingga banyak dipakai oleh kebanyakan orang. Keunggulan mengenai bata ringan bisa Anda pelajari berikut ini.

1. Sangat Kuat

Ukuran bata ringan tidak jauh berbeda dengan batu bata merah atau batako. Tetapi batu bata ringan mempunyai bobot yang lebih ringan, sehingga lebih mudah untuk dipindahkan.

Untuk sisi kekuatannya hampir sama seperti beton karena material pembentuknya juga sama seperti bahan pembuat beton. Kekuatannya itu sudah sudah memenuhi standar untuk menahan bangunan dari gempa.

Jadi tidak heran jika bata ringan ini banyak digunakan pada bangunan berskala besar seperti gedung bertingkat dan mall.

2. Insulator  yang Baik

Batu bata ringan juga mampu melindungi bangunan secara utuh. Pori-pori pada permukaan bata ringan mampu menyerap panas dari luar. Kemudian mempertahankan suhu dingin di dalam ruangan.

Bentuknya yang padat juga membuat bata ringan kedap terhadap suara. Sehingga bisa menghalau suara bising yang berasal dari luar ruangan.

3. Pembuatan Lebih Mudah

Untuk masalah presisi dan akurasi, batu bara ringan tentu saja lebih baik dibandingkan dengan batu bata merah. Bahkan tingkat akurasi dan presisi yang tinggi ini juga diiringi dengan proses pembuatannya yang sangat mudah.

Bobotnya yang ringan juga telah membuat bata ringan ini lebih mudah untuk dipasang. Untuk merekatkan tiap bata ringan dengan hasil yang maksimal Anda memerlukan perekat yang lebih banyak. Cairan perekat khusus bisa terbuat dari semen instan atau mortar.

4. Finishing Lebih Mudah

Supaya permukaan dinding lebih rapi dan halus, maka Anda harus melapisinya dengan plester aci. Anda tidak perlu plester aci yang terlalu banyak karena permukaan bata ringan tergolong rata dan halus.

Baca juga: 7 Jenis Pipa Besi yang Banyak Digunakan Untuk Berbagai Industri

5. Harga Relatif Terjangkau

Batu bata ringan memang mempunyai harga yang lebih mahal dibandingkan batu bata merah. Tapi untuk pengeluaran plester akan lebih hemat hingga 50 persen dibandingkan bata merah. Karena Anda hanya perlu lebih sedikit plester aci untuk finishing dinding dengan bata ringan.

Ukuran Bata Ringan

Ukuran untuk bata ringan AAC dengan CLC sangatlah berbeda. Ukuran masing-masing bata ringan tersebut bisa Anda ketahui berikut ini.

1. Ukuran Bata Ringan 7.5

Ukuran bata ringan ini mempunyai ukuran standar 7.5 cm x 20 cm x 60 cm. Karena tidak memiliki ukuran yang terlalu besar, bata ringan ini sangat mudah dibawa kemana-mana meskipun dalam jumlah yang besar. Dengan begitu, proses pengerjaan bangunan akan berlangsung lebih cepat.

2. Ukuran Bata Ringan 10

Bata ringan ini mempunyai standar ukuran 10 cm x 20 cm x 60 cm. Ukurannya sedikit lebih panjang, tapi untuk masalah bobot tidak jauh berbeda dengan bata ringan ukuran 7.5.

Ukuran bata ringan yang biasa digunakan untuk dinding mempunyai ukuran 7.5 maupun 10. Anda bisa menyesuaikannya sesuai dengan bentuk bangunan dan keinginan. Karena ketebalan, panjang, dan lebar dari kedua bata ringan itu mempunyai ukuran yang sudah proporsional.

Baca juga: Daftar Harga Paving Block Per Meter dari Berbagai Jenisnya

Demikianlah ulasan kali ini tentang bata ringan yang bisa dijadikan referensi oleh Anda ketika akan membuat rumah atau bangunan lainnya. Ukuran bata ringan memang sudah didesain secara proporsional, sehingga Anda bisa memakai yang ukuran 7.5 ataupun 10.

  • Penulis: Cecep S
  • Editor: Agus N