Indonetwork, Peralatan Laboratorium – Air raksa atau merkuri merupakan logam beracun yang masih digunakan di berbagai sektor industri dan laboratorium. Paparan zat ini dapat terjadi saat proses penyimpanan, penggunaan, maupun ketika terjadi kebocoran atau tumpahan di area kerja.
Paparan air raksa dalam jumlah kecil mungkin tidak langsung terasa. Namun, jika terpapar dalam jumlah besar atau dalam jangka waktu lama, efeknya bisa memicu gangguan saraf, pencernaan, hingga organ vital seperti paru-paru dan ginjal.
Karena sifatnya yang berbahaya, penting untuk memahami pertolongan pertama terkena air raksa secara tepat agar risiko dampak jangka panjang dapat diminimalkan.
Apa Itu Air Raksa (Merkuri)?
Air raksa atau merkuri adalah logam berat yang secara alami terbentuk di lingkungan, tetapi jumlahnya meningkat akibat aktivitas industri. Dalam dunia kesehatan, zat ini dikenal berbahaya karena bersifat toksik, terutama dalam bentuk metil merkuri.
Paparan merkuri dapat terjadi melalui:
- Uap yang terhirup (misalnya dari termometer pecah);
- Kontak langsung dengan kulit;
- Konsumsi makanan yang terkontaminasi (terutama ikan tertentu).
Jenis metil merkuri bahkan dapat terserap hingga sekitar 90% ke dalam darah, sehingga berisiko tinggi mengganggu sistem saraf, terutama pada anak-anak dan janin.
Pertolongan Pertama Terkena Air Raksa
Menurut panduan dari Canadian Centre for Occupational Health and Safety, pertolongan pertama terkena air raksa harus dilakukan dengan cepat, hati-hati, dan tetap mengutamakan keselamatan diri.
Jika terjadi paparan, berikut langkah yang perlu dilakukan sesuai jenis paparannya.
1. Jika Terpapar Melalui Inhalasi (Terhirup Uap)
Pertama, segera pindahkan korban ke area terbuka atau yang terkena udara segar. Hindari aktivitas fisik berlebihan karena dapat memperparah kondisi.
Jika korban mengalami kesulitan bernapas, segera panggil tenaga medis untuk mendapatkan bantuan oksigen dan penanganan lanjutan.
Dalam kondisi darurat seperti henti napas, perlu dilakukan CPR oleh tenaga profesional. Penanganan medis harus segera dilakukan karena efek paparan merkuri dapat muncul beberapa waktu setelah kejadian.
2. Jika Terkena Kulit
Apabila air raksa terkena kulit langsung atau tanpa pelindung, segera lepaskan pakaian atau benda yang terkontaminasi, lalu bersihkan area kulit dengan air mengalir dan sabun lembut.
Jika muncul iritasi atau keluhan lain yang tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke tenaga medis.
Baca Juga: Cari sarung tangan Sarung Tangan Karet: Jenis-jenis dan Harganya
3. Jika Terkena Mata
Segera bilas mata menggunakan air bersih yang mengalir sambil membuka kelopak mata secara perlahan. Langkah ini penting untuk membantu mengurangi risiko iritasi atau kerusakan lebih lanjut.
Setelah itu, segera menuju fasilitas kesehatan atau rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
4. Jika Tertelan (Ingestion)
Terakhir, apabila air raksa tidak sengaja tertelan, segera bilas mulut dengan air bersih. Hindari memaksakan korban untuk muntah karena dapat memperburuk kondisi.
Setelah itu, segera bawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Pada semua kasus paparan air raksa, pemeriksaan medis tetap menjadi langkah wajib. Pasalnya, efek paparan air raksa tidak selalu muncul secara langsung dan bisa berkembang secara perlahan.
Fungsi Air Raksa dalam Dunia Medis dan Industri

Meski berbahaya, air raksa masih digunakan dalam kondisi tertentu yang terkontrol. Berikut beberapa fungsi air raksa di bidang medis dan industri, seperti dilansir dari Jurnal STKIPMB:
- Termometer: Air raksa mampu merespons perubahan suhu dengan cepat dan akurat. Namun kini sudah banyak digantikan oleh termometer digital karena alasan keamanan.
- Barometer: Digunakan untuk mengukur tekanan udara karena sifatnya stabil dan dan memiliki massa jenis tinggi. Saat ini, banyak barometer telah menggunakan teknologi berbasis sensor.
- Pereaksi Laboratorium: Beberapa senyawa merkuri dipakai dalam analisis kimia, tapi hanya di lingkungan yang menerapkan standar keselamatan yang ketat.
Baca Juga: 10 Alat Ukur Laboratorium dan Fungsinya: Cara Pakai & Kisaran Harga
Cara Mencegah Paparan Air Raksa
Selain memahami pertolongan pertama terkena air raksa, menerapkan langkah pencegahan juga penting untuk mengurangi risiko paparan, terutama di tempat kerja maupun laboratorium.
Saat menangani air raksa, gunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai, seperti sarung tangan karet, masker, dan pelindung mata. Pastikan juga area kerja memiliki ventilasi yang baik serta ikuti prosedur penyimpanan dan penanganan bahan kimia sesuai standar keselamatan.
Dengan penanganan yang tepat serta penerapan prosedur keselamatan kerja, risiko paparan air raksa dapat diminimalkan sehingga lingkungan kerja menjadi lebih aman.
Bagi yang membutuhkan sarung tangan karet maupun perlengkapan keselamatan kerja lainnya, Anda dapat menemukan berbagai pilihan supplier terpercaya di Indonetwork untuk mendukung operasional industri yang lebih aman.
Editor: Citra Irhamna