Indonetwork.co.id (Garut)Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) lakukan Seri Kelas Keuangan (SKK) lanjutan pendalaman manajemen keuangan bagi Usaha Ekonomi Kreatif (ekraf).

Kali ini, Bekraf memfasilitasi 100 pelaku ekraf di Garut untuk mendapatkan bimbingan dan pelatihan manejemen keuangan. Gelaran itu dilakukan di Fave Hotel Garut.

Baca juga: Bekraf Pertemukan Lima Perbankan Syariah Dengan 200 Pelaku Usaha

“Acara ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pelaku ekraf tentang pentingnya manajemen keuangan usaha sehingga pelaku ekraf bisa mengembangkan usahanya,” ungkap Direktur Akses Perbankan Bekraf, Restog K. Kusuma.

Salah satu narasumber yang dihadirkan Bekraf adalah Ahmad Gozali, praktisi keuangan yang bukan hanya menyampaikan materi manajemen keuangan usaha ekraf, tetapi juga memberikan pelatihan langsung pembuatan pembukuan keuangan.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ferdiansyah juga hadir untuk menjelaskan dukungan legislatif pada pengembangan ekraf.

Pada kerangka branding nasional disebutkan antara lain, ekraf berkontribusi pada ekonomi dengan lapangan pekerjaan, berdampak sosial dengan peningkatan kualitas hidup, penuh inovasi dan kreativitas dengan ide dan gagasan baru, sumber daya berbasis kreativitas, sebagai citra dan identitas bangsa, serta beriklim bisnis.

Dukungan legislatif kepada ekraf di Indonesia, antara lain mendorong Bekraf meningkatkan upaya ekraf sebagai salah satu basis pertumbuhan ekonomi nasional dan mendorong program-program Bekraf supaya dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Hadirkan Perbankan Konvensional
Bekraf melengkapi acara ini dengan menghadirkan perbankan konvensional yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai salah satu lembaga pembiayaan, serta pelaku ekraf yang sukses yaitu pemilik Gammara Leather, Aditya Lugina. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Garut hadir pula sebagai perwakilan pemerintah Garut.

Perwakilan BRI menjelaskan pentingnya bankable untuk mengakses pembiayaan perbankan, mengenalkan produk BRI, serta menginformasikan persyaratan yang perlu dipenuhi pelaku ekraf untuk mengaksesnya. pemilik Gammara Leather, Aditya Lugina, memotivasi pelaku ekraf untuk mengembangkan usaha mereka.

“Kami (Bekraf) mengundang perbankan, praktisi keuangan, dan pelaku ekraf sukses di acara ini. Kami ingin pelaku ekraf Garut bisa termotivasi mengembangkan usaha dengan manajemen keuangan yang baik dan benar. Sehingga, mereka bukan hanya bisa membedakan uang pribadi dan usaha, tetapi juga mengakses pembiayaan ke perbankan untuk ekspansi usaha,” jelas Restog.

Dedy Mulyadi