Indonetwork.co.id (Jateng) – Tumbuh suburnya UMKM dan menggeliat sektor bisnis industri di Jawa Tengah (Jateng) sekarang ini, rupanya mampu menarik minat pelaku usaha lainnya untuk ikut serta bersaing di pasar global.

Menurut data statistik wilayah Jawa Tengah, di bulan Maret 2018 pertumbuhan UMKM mencapai 4 jutaan lebih. Pelaku usaha terbanyak berada wilayah di Banyumas. Artinya, ekonomi kerakyatan melalui UMKM mampu unjuk gigi di Jateng dengan support pemerintah daerah dan perbankan.

Baca juga: Indonetwork Siap Bantu Entrepreneur Muda Kota Medan Go Online

Menurut Sas Ariyanto, Agency Manager Indonetwork Perwakilan Jawa Tengah, selain kuliner khas, jenis usaha yang berkembang di Jateng diantaranya kerajinan batik, konveksi, makanan ringan dan produk kebutuhan sehari-hari.

“Tak hanya bisnis kuliner, saat ini pengusaha lokal di Jateng juga sedang gencar berekspansi ke bisnis properti, pengembangan kawasan wisata seperti di pulau Bali,” terang Sas.

Hanya saja katanya, banyak pengusaha lokal masih belum melek digital untuk memasarkan produknya secara online, mereka masih mengandalkan cara konvensional.

Baca juga: Indonesia dan Amerika Sepakat Buka Akses Pasar Produk Tekstil

“Pengusaha di Jateng butuh edukasi tentang manfaat pemasaran secara digital. Mereka belum memaksimalkan penjualan online. Kebanyakan pemilik usaha itu tidak mempunyai staff yang menghandle digital marketing untuk memperluas jangkauan pemasarannya,” papar Sas.

“Hadirnya marketplace online di Semarang, Indonetwork berpeluang untuk bisa bersinergi dengan para pelaku usaha. Kami berharap, media online memiliki peran untuk membantu pemasaran produk UMKM di wilayah Jateng,” pungkasnya.

Utamakan Pelayanan
Lebih lanjut Sas menuturkan, selain pelayanan, sebenarnya mereka butuh sentuhan media yang mampu mengakomodasi kebutuhan promosi produknya. “Dengan edukasi yang intensif, strategi ini tentunya bakal diminati pelaku usaha, memanfaatkan media online sebagai wadah promosi yang tepat,” kupasnya.

Baca juga: Jangkau Wilayah Jawa Tengah, Indonetwork Hadir di Kota Jogjakarta

Untuk bisa lebih dikenal, beberapa strategi yang akan dilakukannya melakukan kerjasama dengan Dinas terkait yang konsentrasi membidik pasar UMKM, komunitas pengusaha, portal berita, perbankan yang memiliki binaan usaha.

“Mungkin selanjutnya, kami akan mengadakan event workshop maupun seminar, melakukan reword khusus umkm yang bergabung di Indonetwork,” tegas Sas.

“Semoga dengan hadirnya Indonetwork di kota Semarang yang menjangkau Jawa Tengah, branding Indonetwork semakin kuat di pulau Jawa,” ungkap Meddy H. Papinka, General Manager Indonetwork.

Menurut Meddy, selain membantu pelaku usaha memasarkan produknya secara online, strategi ini dilakukan untuk mempermudah interaksi positif antara pelaku usaha dan media promosi online dalam hal ini Indonetwork.

“Ini merupakan salah satu cara untuk memperluas jaringan bisnis Indonetwork menjadi lebih baik sebagai market place online B2B terbesar di Indonesia. Tunggu kehadiran kami di kota-kota lainnya di Indonesia,” ujarnya.

Dedy Mulyadi