Indonetwork.co.id (Medan) – Kota satu ini tercatat sebagai kota ketiga yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia, setelah Jakarta dan Surabaya.

Dari data statistik kependudukan Indonesia, jumlah penduduk  Ibukota Provinsi Sumatera Utara mencapai 2.467.183 jiwa.  Tak heran jika semua bidang usaha tumbuh subur.

Untuk menjangkau pelaku usaha di kota tersebut, Indonetwork hadir menempatkan perwakilannya di Medan. Selain membantu pelaku usaha memasarkan produknya secara online, strategi ini dilakukan untuk menciptakan interaksi positif.

Baca juga: Jangkau Wilayah Jawa Tengah, Indonetwork Hadir di Kota Jogjakarta

“Geliat bisnis UMKM di Medan saat ini sangat beragam. Selain kuliner dan produk kerajinan khas Sumatera Utara, geliatnya bisa nampak di sektor komoditas, seperti batik, bordir, rotan, tas, sepatu dan lain-lain,” ucap Anto Juniawan, Agency Manager Indonetwork perwakilan Medan.

Menurutnya, Medan telah melahirkan entrepreneur muda yang mencoba mengembangkan bisnis komoditas seperti kopi, kemiri, bawang, dan produk pertanian lain yang pangsa pasarnya menjangkau pelosok nusantara.

“Tak hanya hasil bumi, mereka (pengusaha) juga menjual produknya ke pasar luar negeri. Umumnya para UMKM memiliki workshop, memproduksi berbagai macam olahan makanan dan alat kebutuhan sehari-hari,” terang Anto.

Bukan cuma itu, di Medan juga menjamur bisnis koperasi simpan pinjam. Sebagian UMKM bahkan menawarkan berbagai jasa, terutama mereka yang dekat dengan perkebunan karet dan sawit.

“Saat ini, kota Medan dan sekitarnya juga telah menjamur beragam pabrik. Banyak pula UMKM yang menjadi supplier barang-barang kebutuhan maintenance pabrik dan perkebunan, seperti water treatment, pupuk, mesin produksi, dan lainnya,” papar Anto.

Baca juga: Indonesia dan Amerika Sepakat Buka Akses Pasar Produk Tekstil

Seiring perkembangan teknologi digital kata Anto, para pelaku usaha kini sudah mulai melek digital. Sebagian dari pengusaha itu bahkan sudah memasarkan produknya melalui jalur online.

“Sejak lima tahun terakhir, pelaku usaha di Sumatera Utara sudah banyak yang melek digital. Masih lebih banyak pula yang belum memanfaatkan sebagai alat transformasi bisnisnya. Butuh edukasi yang optimal bagi para owner untuk kelangsungan bisnis mereka kedepannya, mengingat perkembangan teknologi digital sudah sangat pesat,” ujarnya singkat.

Rangkul Pengusaha Muda Go Online
“Harapan saya, selain memberikan pelayanan yang secara maksimal. Hadirnya Indonetwork di Medan bisa membantu para entrepreneur muda Go Online, menjalankan bisnisnya ke arah yang lebih baik dengan memanfaatkan teknologi digital,” pungkas Anto.

“Tak sekadar bertansformasi, mereka juga diharapkan bisa bersaing dan inovatif, dapat berkolaboratif membawa produk lokal ke mancanegara, membuka lapangan kerja baru, dan memakmurkan rakyat,” ucapnya.

Perlu diketahui, kota Medan memiliki banyak komunitas. Kehadiran Indonetwork juga diharapkan menjadi wadah kesuksesan dan mampu merangkul pelaku usaha untuk bisa saling berbagi pengetahuan berbisnis.

Baca juga: Indonesia Bangun Kemitraan Strategis Perdagangan Dengan Amerika

“Kami berharap, dengan hadirnya perwakilan Agency di wilayah Medan, pengembangan bisnis Indonetwork menjadi lebih luas,” tutur Meddy H. Papinka, General Manager Indonetwork.

Menurut Meddy, selain membantu pelaku usaha memasarkan produknya secara online, strategi ini dilakukan untuk mempermudah interaksi positif antara pelaku usaha dan media promosi online dalam hal ini Indonetwork.

“Langkah ini merupakan salah satu cara untuk memperluas jaringan bisnis Indonetwork menjadi lebih baik sebagai market place online B2B terbesar di Indonesia. Tunggu kehadiran kami di kota-kota lainnya di Indonesia,” ujarnya.

Dedy Mulyadi