Indonetwork.co.id (Malang) – Sukses di berbagai kota, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menggelar Kreatifood. Kali ini gelaran tersebut dilakukan di kota Apel, Malang.

Berlokasi di Malang Town Square (Matos), rangkaian Kreatifood menyajikan berbagai jenis kuliner khas kota setempat yang menarik.

Baca juga: Dikatama Tawarkan Kualitas Conveyor System Customize

“Ajang ini digelar di beberapa kota, pertama kali dibuka di Surabaya, kegiatan Kreatifood berlanjut ke 9 kota Indonesia lainnya, seperti Medan, Palembang, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Malang, Samarinda, Makassar, dan terakhir Denpasar,” ujar Kasubdit Ritel Pengembangan Pasar Dalam Negeri Bekraf M. Jufri.

Menurut Jufri, platform kreatifood mampu mempertemukan para pelaku kreatif industri kuliner dengan ekosistem yang terintegrasi satu sama lain di dalam mata rantai ekonomi kreatif yang didukung penuh oleh pemerintah melalui Bekraf.

Peserta Kreatifood 2018 merupakan pelaku ekonomi kreatif yang ikut dalam kompetisi Food Startup Indonesia yang juga merupakan program Bekraf melalui Deputi Akses Permodalan.

Sebanyak 95 peserta yang telah melalui tahapan kurasi untuk mengikuti kompetisi Food Startup Indonesia, akan unjuk kemampuan bidang pemasaran selama tiga hari di tiap kota yang didatangi. Kali ini di Malang, Founder Foodlab Indonesia Bonni Susilo juga memberikan materi tentang Memulai Bisnis dengan Design Thinking.

Baca juga: Bekraf Luncurkan Program Akselerasi Hadapi Persaingan Bisnis Start Up

Kontribusi PDB ekonomi kreatif (ekraf) subsektor kuliner tahun 2016 adalah yang terunggul berdasarkan survei khusus ekraf oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yaitu mencapai 41,4%.

Kreatifood diharapkan menjadi landasan dasar untuk para pelaku dalam mengembangkan bisnis serta membantu untuk terhubung dengan ekosistem yang tepat dalam industri kuliner.

Bukan hanya itu, sub sektor kuliner juga mampu memberikan kontribusi yang cukup besar, yaitu 30% dari total pendapatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Industri kuliner mempunyai potensi yang sangat kuat untuk berkembang, oleh karena itu pemerintah akan mendukung sub sektor ini supaya lebih maju.

Baca juga: Hadir di e2e Commerce Indonesia, Indonetwork Paparkan Manfaat SEO

Meski sektor bisnis memiliki potensial, namun ada hal yang mesti dibenahi. Bahkan para pelaku industri kuliner melihat, ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan dikelola secara lebih serius. Salah satu di antaranya adalah perlunya akses perizinan usaha melalui satu pintu sehingga lebih mudah dan efektif.

Para pebisnis kuliner menilai, untuk pelaku usaha yang baru menyelami bisnis itu sebaiknya mendapatkan panduan dari pemerintah, bisa dari pelatihan bisnis, informasi perizinan, sampai pada pendampingan hukum dalam proses pendirian usaha.

Dedy Mulyadi