Indonetwork.co.id (Jakarta) – Smesco sukses meramaikan pameran DecoFair 2017 di Jeddah, Arab Saudi. Pada gelaran bertaraf internasional itu, Smesco Indonesia menghadirkan empat booth menampilkan produk furnitur dan home deco unggulan UKM.

Menurut Emilia Suhaimi, Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) Smesco Indonesia, produk UKM mitra Smesco Indonesia yang dipamerkan tersebut laku keras.

“Dari pameran itu, kami mendapatkan beberapa buyer dari Jeddah dan Mesir yang berminat untuk memenuhi kebutuhan hotel dan apartemen,” ujar Emilia.

Baca juga: Tingkatkan Kapasitas, Bekraf Latih 100 Pelaku UKM Kreatif di Lampung

Emilia mengatakan, hasil pameran Decofair 2017 tersebut, target transaksi ekspor sebesar US$1,7 juta bisa dilampaui. Bahkan, melebihi target. Dari hasil catatan itu nilai potensi transaksi buyer menembus US$2.144.000.

“Jumlah tersebut berasal dari beberapa buyer Timur Tengah, antara lain dari Jeddah (Arab Saudi) dan Mesir,” ucapnya.

Smesco Ajak Pelaku UKM Berinovasi
Dengan potensi pasar yang sangat tinggi ini, Emilia mengimbau kepada para UKM mitra Smesco Indonesia untuk mempertahankan dan menjaga kualitas serta desain produknya. “UKM Binaan juga harus terus berinovasi dan berkreasi, sehingga bisa bersaing di pasar dunia,” kata Emilia.

Dengan demikian, tambah Emilia, peluang pasar produk UKM mitra Smesco Indonesia masih terbuka luas dan punya prospek cerah di pasar global, khususnya di negara-negara teluk di Timur Tengah.

“Harapannya, UKM mitra kami jangan hanya eksis di negara sendiri, tapi harus bisa menembus pasar global. UKM harus tetap semangat berkarya dan memproduksi produk unggulan yang berkualitas, sehingga layak dipasarkan ke mancanegara,” kupas Emilia.

Lebih lanjut dirinya memaparkan, di negara Arab dan Timur Tengah, pangsa pasar produk furnitur dan home decor semakin terbuka, apalagi hotel dan apartemen di sana terus menjamur. “Mereka sangat tertarik dengan produksi asal Indonesia. Bahkan, sejumlah produk yang dipajang dilirik oleh buyer Mesir dan negara-negara Arab lainnya,” paparnya.

Mayoritas para buyer yang berminat tersebut adalah perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang interior desain untuk hotel berbintang di jazirah Arab. “Mereka juga tertarik dengan produk-produk rotan, karena rotan adalah material asli Indonesia,” pungkas Emilia.

Dedy Mulyadi