Penggalangan dana dari masyarakat (Crowdfunding) saat ini sudah menjadi alternatif yang lazim di manfaatkan oleh para startup untuk meningkatkan kapitalisasi perusahaan rintisannya.

Jika biasanya startup mendapat pendanaan dari investor kelas kakap (bootstrapping) dan harus menyerahkan ekuitas berupa saham sebagai timbal balik, maka dalam crowdfunding, startup harus memberi hadiah/penghargaan kepada para pemberi dana.

Ada beberapa situs penyedia jasa crowdfunding yang populer di internet saat ini, yakni Kickstarter, Indiegogo, dan Kitabisa (Indonesia). Di situs-situs crowdfunding luar negeri, kegagalan proyek berskala besar sudah menjadi rahasia umum.

peluang bisnis online - tips memanfaatkan crowdfunding

Baca Juga: Peluang bisnis online modal kecil patut di coba

Di Kickstarter saja, ada puluhan, bahkan ratusan proyek crowdfunding bernilai jutaan dolar yang produknya mengecewakan. Jadi, crowdfunding bukanlah hal mudah.

Namun, kami telah mengumpulkan beberapa tips memanfaatkan crowdfunding untuk menggalang dana yang telah di berikan oleh beberapa CEO startup ternama di Asia Tenggara, termasuk kekurangannya.

Percantik multimedianya

Erwin Lian, pendiri The Perfect Sketchbook di Singapura mengatakan bahwa untuk menarik perhatian calon pemberi dana, penggalang dana (crowdfunder) harus menyampaikan cerita mereka seringkas mungkin. Cara paling efisien adalah dengan menampilkan video berdurasi singkat.

Lian yang pernah menggalang 53.000 dolar di Kickstarter mencatat orang-orang biasanya jarang mau meluangkan waktu untuk menonton video lebih dari lima menit.

Pertimbangkan hadiah yang akan Anda berikan

Richard Dacalos, pendiri dan pencipta Upstart: The Board Game yang berbasis di Filipina menekankan pentingnya memberi insentif bernilai unik kepada para pemberi dana.

Anda perlu menentukan hadiah utama yang menawarkan nilai tertinggi untuk setiap uang yang mereka keluarkan agar tertarik mendukung Anda, katanya.

Setelah Anda merancang produk yang akan di jadikan hadiah kepada pemberi dana, maka selanjutnya perhatikan detail-detail kecilnya.

Sisi keuangan dari kampanye crowdfunding yang Anda galang dapat menyukseskan atau malah memupus harapan Anda. Teliti setiap pilihan dan biaya pengiriman. Jelaskan seterang-terangnya mengenai biaya produksi minimum. Hal ini tidak boleh di lakukan belakangan, ujar Dacalos.

Ia mengaku pernah merencanakan biaya dan pengiriman produk delapan bulan sebelum menggalang kampanye crowdfunding.

Manfaatkan teman pribadi dan jejaring sosial Anda

Tips memanfaatkan crowdfunding yang satu ini berasal dari kisah Lian yang selama empat tahun belakangan telah mendokumentasikan kegiatan bertualang dan karya sketsanya di Tumblr, Facebook, dan Instagram. Total, ia memiliki 7000 lebih pengikut.

Tanpa ia duga, para penggemar yang rutin mengikuti aktivitasnya di jejaring sosial tersebut malah menjadi pemberi dana yang paling banyak, di mana salah satunya menjadi investor dengan nilai terbesar.

Investor terbesar kami, Dr. Ramona dari Austria, rutin mengikuti saya di Tumblr, dan menjawab permintaan saya dengan ramah, ujar Lian.

Dacalos juga menyarankan kepada para penggalang dana untuk mengajak orang-orang terdekatnya sebelum kampanye crowdfunding mereka dibuka.

Ajakan dari orang di sekeliling akan membantu menarik orang-orang yang berada di luar jangkauan normal Anda.

Ingat, tidak semua uang yang sudah terkumpul adalah milik Anda.

Crowdfunding adalah pekerjaan banting tulang yang membutuhkan usaha dan kepedulian yang berkelanjutan. Hal tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Jadi jika Anda tidak 100% berkomitmen untuk menyukseskannya, dan hanya memikirkan uangnya saja, maka kampanye Anda sudah di pastikan akan jatuh ke jurang.

Meski jumlah dana yang terkumpul selalu menjadi perhatian banyak pihak, namun perlu di sadari bahwa tidak semua dana tersebut akan di serahkan kepada si penggalang dana. Situs-situs seperti Kickstarter dan Indiegogo mematok komisi atau jatah preman sebesar 5 hingga 10 persen dari proyek Anda.

Namun Dacalos berpendapat komisi tersebut sebanding dengan hasilnya, karena kerangka crowdfunding semacam ini, mampu menghubungkan si penggalang dengan si pemberi dana secara instan.

Belum tentu hasil yang sama akan Anda dapatkan jika hanya berpromosi sendiri. Andapun harus membangun kerangka komunikasi dengan pemberi dana, yang mana membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sebentar pula.