Indonetwork, Makanan – Saat ini banyak pedagang yang jual kedelai GMO dan non GMO. Perbedaan kedelai GMO dan Non GMO tentu saja banyak dan Anda perlu mengetahui. Apalagi jika Anda ingin mengkonsumsi makanan yang sehat, maka kami sarankan untuk mengkonsumsi kedelai non GMO.
Kedelai adalah bahan dasar untuk pembuatan tempe yang terkenal dengan kandungan proteinnya yang tinggi. Tempe ini ada yang dibuat dengan sistem transgenik (GMO) dan secara alami oleh petani lokal (Non GMO).
Produk tempe GMO harganya lebih murah, manfaatnya lebih tinggi dan nilai gizinya juga tinggi. Sementara untuk tempe Non GMO lebih aman untuk dikonsumsi.
Selain cara pembudidayaannya yang berbeda, lantas apa perbedaan kedelai GMO dan non GMO ini? Simak rangkuman kami berikut ini.
1. Ukuran Kedelainya
Umumnya kedelai itu diimpor dari Brazil dan Amerika Serikat yang dibuat dengan cara GMO (Genetically Modified Organism). Ukuran kedelai impor yang dibuat dengan sistem GMO ini lebih besar dibandingkan kedelai non GMO.

Namun tempe lokal yang dibuat dengan sistem non GMO punya kepadatan yang lebih tinggi dibandingkan kedelai GMO.
2. Warna
Ketika Anda belanja tempe di pasar, pastikan untuk memperhatikan warnanya. Kebanyakan tempe di pasar ada yang terlihat putih dan ada juga yang agak kuning atau sedikit kusam.
Tempe non GMO terbuat dari kedelai lokal yang bervarietas kuning, sehingga produk tempenya juga akan terlihat kuning. Namun hal ini tidak bisa menjadi acuan utama apakah tempe non GMO harus berwarna kuning.

Baca juga: 6 Manfaat Kacang Tanah Sangrai Untuk Kesehatan Tubuh
3. Harga
Kedelai lokal tidak mengalami modifikasi atau rekayasa genetik seperti halnya kedelai GMO. Perbedaan cara budidaya itu ternyata juga berdampak pada harganya.
Tempe yang terbuat dari kedelai GMO harganya pasti lebih murah dibandingkan dengan tempe dari kedelai non GMO.
4. Rasa
Meskipun mengalami proses fermentasi, kedelai GMO tetap aman untuk dikonsumsi selama dalam jumlah yang wajar. Karena proses fermentasi ini memerlukan waktu yang lama, sehingga rasa tempe tidak akan terpengaruh.
Tidak ada perbedaan yang sangat signifikan antara tempe yang terbuat dari kedelai GMO dan non GMO jika dilihat dari rasa. Tapi tempe yang terbuat dari kedelai lokal rasanya lebih gurih, sementara kedelai impor rasanya lebih hambar.

Baca juga: 5 Manfaat Minuman Sari Kacang Hijau Untuk Kesehatan Tubuh
5. Aroma dan Kesegarannya
Dalam hal kesegaran dan aromanya, tempe non GMO lebih berkualitas dibandingkan dengan tempe GMO. Namun pihak pembudidaya perlu banting tulang jika ingin membuat tempe yang terbuat dari bahan lila.

Kedelai impor biasanya sudah dapat dipanen dalam waktu tiga bulan. Oleh sebab itu jika dilihat dari kesegaran dan aromanya, tempe dari kedelai non GMO lebih unggul dibandingkan kedelai GMO.
6. Kualitas Nutrisi
Proses produksi yang berbeda membuat kandungan nutrisi pada tempe berbeda, namun perbedaan ini tidak signifikan. Jadi Anda bebas apakah akan membeli kedelai GMO atau non GMO jika dilihat dari kandungan nutrisinya.

Baca juga: 5 Manfaat Minum Air Ketumbar Di Pagi Hari Untuk Kesehatan Tubuh
7. Uji Keamanan
Meskipun diproduksi dengan sistem genetik, tapi tempe yang terbuat dari kedelai GMO aman untuk dikonsumsi. Karena sebelumnya telah dilakukan pengujian keamanan baik untuk uji alergisitas maupun stabilitas gen.
Namun banyak orang yang mengalami alergis etelah mengkonsumsi tempe GMO. Namun isu tersebut belum sepenuh benar kalau alergi tersebut dipengaruhi oleh tempe GMO.
Itulah beberapa perbedaan kedelai gmo dan non gmo yang perlu Anda ketahui. Sebetulnya tidak ada perbedaan yang sangat signifikan pada kedua jenis tempe ini.
Editor: Deky Ahmad Syah