QR Code adalah kode batang yang dapat dipindai dan mengarahkan pengguna ke situs website, dokumen, survei, dan berbagai macam dokumen lainnya. Semenjak pandemi, banyak restoran maupun kafe memanfaatkan kode QR untuk mendigitalisasi buku menu di tempat mereka, sehingga menu dapat langsung terlihat pada ponsel pelanggan masing-masing.

Penggunaan kode QR juga seringkali digunakan dalam sebuah perusahaan. Baik untuk mendata kehadiran karyawan, akses masuk ruangan maupun berkas-berkas berharga perusahaan, hingga check-in acara.

QR Code Statis dan Dinamis

Secara desain dan fungsi, terdapat dua macam kode QR yakni statis dan dinamis. Kode QR statis berisi informasi yang tidak dapat diubah setelah diunggah pada publik. Oleh karena itu, apabila Anda menggunakan kode QR jenis ini, Anda tidak bisa membenarkan setiap kesalahan ketik atau gambar. Hal ini mengharuskan Anda untuk membuat kode QR yang baru.

Sementara kode QR dinamis memiliki kelebihan yakni Anda dapat mengubah apa yang ada di dalamnya sebanyak yang Anda inginkan, sekalipun kode QR tersebut sudah diunggah. Anda juga bisa mengubah URL yang mengarahkan pengguna saat memindai kode QR tersebut.

Kode QR dinamis ini, unggul dengan kemampuannya untuk mengumpulkan metrik pemindaian. Metrik ini biasanya penting untuk mengukur efektivitas apabila kode QR Anda digunakan sebagai alat kampanye. Hal ini dikarenakan Anda dapat melihat waktu, lokasi, dan perangkat yang digunakan oleh setiap orang yang memindai kode QR tersebut.

Baca juga: 5 Langkah Mudah Membuat QR Code

Bagian-Bagian dalam QR Code

QR Code
Sumber: Pexels

Kode QR terdiri dari beberapa bagian yang membantu kamera pemindai untuk membaca kode tersebut. Berikut beberapa bagian yang terdapat dalam kode QR.

Data

Dalam kode QR, data adalah serangkaian titik dalam kotak persegi. Setiap titik mewakili satu dan setiap kosong mewakili nol dalam kode biner. Pola mengkodekan set angka, huruf, atau keduanya, termasuk URL. Pada kotak terkecil, terdapat 21 baris dan 21 kolom, sedangkan kotak terbesar terdiri dari 177 baris dan 177 kolom.

Kode QR dapat menginformasikan berbagai tipe file seperti URL, kontak, foto, hingga video.

Umumnya, kode QR memiliki desain warna dengan kotak hitam dan latar belakang putih atau perpaduan warna lain yang bisa membedakan antara titik-titik dan latar belakang.

Pola Finder atau Penanda Posisi

Bagian ini adalah tiga kotak hitam yang biasanya berada di pojok kiri bawah, kiri atas, dan kanan atas. Kotak-kotak inilah yang nantinya akan memberi tahu perangkat bahwa terdapat kode QR yang dipindai dan perangkat dapat membaca di mana batas luar kode itu berada.

Zona Tenang

Kode QR dikelilingi oleh ruang kosong dan zona tenang untuk membantu kamera menentukan di mana kode QR dimulai dan diakhiri.

Zona tenang adalah batas putih kosong di sekitar bagian luar kode QR. Tanpa batas tersebut, perangkat tidak dapat menentukan apa yang ada dalam kode QR, karena terganggu oleh elemen yang berada di sekitar kode.

Logo Opsional

Perlu diketahui, bahwa kode QR bisa menggunakan warna, bentuk apapun, dan menyertakan logo opsional di tengah. Hal ini memungkinkan untuk Anda menuangkan kreatifitas ke dalam alat pemasaran ini.

Pola Keselarasan

Pola keselarasan adalah bagian berupa kotak kecil lainnya yang terdapat di suatu tempat dekat dengan sudut kanan bawah. Bagian inilah yang memastikan bahwa kode QR dapat dibaca, meskipun miring.

Pola Pengaturan Waktu

Pola pengaturan waktu adalah garis berbentuk L yang membentang di antara tiga kotak dalam pola finder. Bagian ini membantu perangkat untuk mengidentifikasi kotak individu dalam keseluruhan kode dan memungkinkan perangkat untuk tetap bisa membaca kode yang rusak.

Baca juga: Psikologi Warna yang Dapat Mempengaruhi Brand Anda

Cara Kerja QR Code

QR Code
Sumber: Pexels

Kode QR dirancang untuk dipindai menggunakan kamera. Berbagai teknologi canggih saat ini menawarkan fitur pemindai kode QR tanpa harus menginstal aplikasi khusus pemindai kode. Nantinya, kamera ponsel Anda akan menguraikan kode tersebut dan akan memunculkan tindakan pada ponsel yang menghasilkan informasi. Pola dalam kode QR mewakili kode biner yang dapat ditafsirkan untuk mengungkapkan data kode.

Pembaca kode QR dapat mengidentifikasi kode standar berdasarkan tiga kotak besar di luar kode. Setelah mengidentifikasi ketiga bentuk tersebut, pembaca mengetahui bahwa semua yang ada di dalam kotak adalah kode QR.

Kemudian, pembaca kode QR akan menganalisis kode dengan memecah semuanya menjadi kisi-kisi berdasarkan apakah itu hitam atau putih. Lalu pembaca akan mengelompokkan kotak-kotak tersebut untuk membuat pola yang lebih besar.

Setelah pola tersebut terbaca, perangkat akan mengarahkan pengguna menuju informasi yang terdapat dalam kode. Jika kode QR berisi URL, ponsel Anda akan dapat membaca link tersebut dan mengarahkan pengguna menuju URL dalam kode QR tersebut.

Baca juga: 9 Komponen Penting dalam ID Card

Supplier Casing ID Card

Meskipun saat ini sudah banyak perusahaan percetakan yang memberikan desain baru dan menawarkan pemakaian ID card tanpa casing, masih banyak juga beberapa pesanan ID card yang mengandalkan casing sebagai pelindung kartu tanda pengenal mereka.

Apabila perusahaan Anda membutuhkan casing ID card dalam jumlah yang cukup banyak, Anda dapat melakukan pemesanan pada Zero Promosi. Mereka menyediakan berbagai warna serta ukuran. Selain itu, Zero Promosi juga dapat memberikan Anda kualitas dengan harga terbaik. Jadi, tunggu apalagi? Pesan hari ini juga!


Author

%d bloggers like this: