7 Results

AEKI

Search

Dukung AEKI, Kemendag Sederhanakan Aturan Perizinan Bagi Eksportir Kopi

Indonetwork.co.id (Jakarta) – Untuk meningkatkan geliat aktivitas ekspor, tentunya para pelaku usaha harus mengetahui tahapan yang mesti diperhatikan. Melalui Simposium Kopi Nasional dan Pelatihan Ekspor kopi 2018, Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), menggandeng Kementerian Dagang Republik Indonesia (Kemendag) mengupas rencana perubahan regulasi ekspor terutama di sektor komoditi kopi Indonesia. Baca juga: Tingkatkan Kualitas dan Pemasaran Kopi, AEKI Gelar Simposium Plus Pelatihan  “Sesuai fungsinya, Kemendag merupakan pemangku kepentingan yang mengeluarkan regulasi bagi pelaku usaha yang hendak menjadi eksportir,” ungkap Abdul Rozak selaku perwakilan Kementrian Perdagangan RI. Kemendag selaku regulator rencananya bakal mengupas rancangan perubahan regulasi ekspor yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha. “Kami selaku Dirjen Perdagangan Luar Negeri tentunya konsen terhadap regulasi tentang standar kebijakan aturan main yang diterapkan bagi para eksportir,” papar Rozak. Dengan begitu katanya, para pelaku usaha dapat mudah melakukan aktivitas ekspornya ke pasar internasional. Salah satu regulasi yang diterapkan di segmentasi komoditas ekspor utama negara terutama di…

Tingkatkan Kualitas dan Pemasaran Kopi, AEKI Gelar Simposium Plus Pelatihan  

Indonetwork.co.id (Jakarta) – Guna meningkatkan komoditas ekspor utama negara terutama di sektor agrikultur yaitu ekspor kopi tanah air. Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) sebagai wadah pelaku ekspor kopi di tanah air, rencananya besok bakal menggelar Simposium Kopi Nasional dan Pelatihan Ekspor kopi 2018. Ajang tahunan tersebut dilakukan terutama ditujukan bagi pelaku usaha dan para calon eksportir kopi Indonesia. Baca juga: Bantu Pengusaha Furnitur Kemendag Gelar Seminar Klinik Produk Ekspor Ya, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara produsen dan eksportir kopi paling besar di dunia. Berkaitan dengan komoditi-komoditi agrikultur, kopi menjadi salah satu penghasil devisa terbesar keempat untuk Indonesia setelah minyak sawit, karet dan kakao. Langkah yang dilakukan mensiasati kondisi pasar global saat ini, AEKI gelar simposium. Adapun tema yang diusung dalam simposium kali ini adalah “Strategi Peningkatan Kualitas dan Pemasaran Kopi Dalam Bersaing di Dunia Internasional.” Kemendag selaku regulator rencananya bakal mengupas topik utama terkait rencana perubahan regulasi ekspor dalam simposium…

Tiga Rangkaian Pameran Terbesar di Indonesia Resmi Dibuka Sore Ini

Indonetwork.co.id (Jakarta) – Tepat hari ini, gelaran yang paling ditunggu pelaku usaha waralaba rencananya bakal di buka secara resmi pada tanggal 5-7 Oktober 2018 di Jakarta Convention Center. Guna mendukung perkembangan industri waralaba dan cafe tanah air dan mendorong kewirausahaaan, Reed Panorama Exhibitions kembali menyelenggarakan Indonesia’s Biggest Business Expo. Baca juga: Reed Panorama Siap Hadirkan 450 Brand Waralaba di Tiga Pameran Ajang akbar satu ini menggabungkan tiga rangkaian pameran salam satu atap – Franchise & License Expo Indonesia 2018, Café & Brasserie Indonesia 2018 dan Retail & Solutions Expo 2018. “Ajang tahunan ini kami menggabungkan ruang pamer dengan beragam edukasi berupa konferensi, seminar, talkshow dan workshop serta berbagai kompetisi lainnya,” terang Steven Chwee, General Manager Reed Panorama Exhibitions. Menurutnya, perkembangan Bisnis waralaba dan cafe di tanah air telah mendorong para pelaku usaha untuk terus berinovasi dan kreatif menciptakan beragam peluang usaha. Sejumlah undangan yang akan hadir diantaranya Ketua Umum Kamar Dagang…

FLEI 2018 Diharapkan Bakal Melahirkan Pengusaha Waralaba

Indonetwork.co.id (Jakarta) – Menyambut perhelatan akbar Franchise and Licence Expo Indonesia (FLEI) 2018, Cafe and Brasserie Indonesia (CBI) 2018 dan Retail Solution Expo Indonesia (RSEI) 2018. Reed Panorama Exhibitions selaku penyelenggara rencananya bakal menghadirkan 450 brand industri waralaba dari 22 negara, pada tanggal 5-7 Oktober 2018 di Hall A dan B Jakarta Convention Center. Guna mensukseskan ajang akbar ini, Reed Panorama sejumlah Asosiasi, lembaga dan komunitas terkait seperti Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Speciality Coffee Association of Indonesia (SCAI), Asosiasi Exportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), dan Indonesia Latte Art Artis (ILAA). Baca juga: Reed Panorama Siap Hadirkan 450 Brand Waralaba di Tiga Pameran Beberapa instansi terkait yang juga ikut serta diantaranya Komunitas Koperasi Kopi Indonesia (KOKOPI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jaya, Perhimpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Asosiation of Indonesia Speciality Tea (Aistea) dan Teh Institute dengan dukungan penuh Kementerian Perdagangan Indonesia, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan…

Reed Panorama Siap Hadirkan 450 Brand Waralaba di Tiga Pameran

Indonetwork.co.id (Jakarta) – Reed Panorama Exhibitions bakal menghadirkan 450 brand industri waralaba dari 22 negara di ajang Franchise and Licence Expo Indonesia (FLEI) 2018, Cafe and Brasserie Indonesia (CBI) 2018 dan Retail Solution Expo Indonesia (RSEI) 2018. Gelaran tersebut rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 5-7 Oktober 2018 di Hall A dan B Jakarta Convention Center. Baca juga: Indonetwork Bersama Bank Danamon Tawarkan Solusi UKM di Semarang Guna mensukseskan ajang akbar ini, Reed Panorama selaku penyelenggara bekerjasama dengan berbagai Asosiasi, lembaga dan komunitas terkait seperti Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Speciality Coffee Association of Indonesia (SCAI), Asosiasi Exportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), dan Indonesia Latte Art Artis (ILAA). Beberapa instansi terkait yang juga ikut serta diantaranya Komunitas Koperasi Kopi Indonesia (KOKOPI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jaya, Perhimpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Asosiation of Indonesia Speciality Tea (Aistea) dan Teh Institute dengan dukungan penuh Kementerian Perdagangan Indonesia, Kementerian Koperasi…

AVPA, Asosiasi Asal Perancis Siap Pasarkan Kopi Indonesia di Pasar Eropa

Indonetwork.co.id (Jakarta) – Komoditas ekspor di sektor agrikultur seperti kopi tak hanya di lirik pengusaha tanah air. Nyatanya, salah satu komoditi terbaik Indonesia ini juga sangat diminati di pasar Internasional. Lewat gelaran Simposium Kopi Nasional dan Pelatihan Ekspor kopi 2018 yang ditujukan bagi pelaku usaha dan para calon eksportir kopi Indonesia, Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) rupanya telah membuka peluang yang menjanjikan di kancah dunia sejak tahun 1969. Baca juga: Berikut Ini Regulasi Ketentuan Eksportir Kopi Yang Mesti Diketahui Satu diantara peserta Simposium Kopi Nasional yang hadir adalah L’Agence pour la Valorisation des Produits Agricoles (AVPA). Asosiasi asal Perancis yang khusus menangani komoditas pertanian. “Kehadiran saya di Simposium Kopi Nasional, tentunya saya ingin mengetahui sejauh mana geliat agribisnis kopi dan seberapa besar potensi bisnis kopi tanah air,” ucap Annelis Putri, Indonesia Development Manager AVPA. “Aku ingin memajukan kopi Indonesia di pasar global. Aku sendiri merupakan perwakilan dari asosiasi agrikultur…

Berikut Ini Regulasi Ketentuan Eksportir Kopi Yang Mesti Diketahui

Indonetwork.co.id (Jakarta) – Guna memudahkan para eksportir kopi Indonesia, Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag) melakukan beberapa perubahan ketentuan ekspor kopi. Satu diantaranya perubahan eksportir kopi sementara (EKS) atau eksportir terdaftar kopi (ETK) menjadi eksportir terdaftar (ET) Baca juga: Dukung AEKI, Kemendag Sederhanakan Aturan Perizinan Bagi Eksportir Kopi “Jika selama ini terdapat dua jenis dokumen syarat mutlak sebagai eksportir yaitu EKS dan ETK. Kini untuk memudahkan aktivitas ekspor pelaku usaha, kami memangkasnya menjadi eksportir terdaftar (ET),” ungkap Abdul Rozak selaku perwakilan Kementrian Perdagangan RI. Dalam paparannya Rozak mengatakan, EKS bersifat sementara hanya berlaku selama satu tahun dan dapat diperpanjang. “Aturan perizinan tersebut dapat ditingkatkan menjadi ETK apabila melakukan ekspor sekurangnya 200 ton dalam satu tahun,” jelasnya. Hanya saja untuk saat ini Kemendag akan memberlakukan satu jenis instrumen perizinan yaitu eksportir terdaftar ET kopi baru. Masa berlaku yang ditetapkan dua tahun dan dapat diperpanjang. Adapun persyaratan, kewajiban dan sanki tetap sama…