Indonetwok, Elektronik – PLTS on grid adalah pilihan populer di tempat-tempat dengan konektivitas grid konvensional. Sistem energi surya yang terhubung ke jaringan PLN menawarkan konsumen kesempatan untuk menjadi prosumer yaitu untuk memproduksi, menggunakan dan mengekspor surplus energi surya yang dihasilkan ke jaringan utilitas lokal yang terhubung. Sistem energi surya cukup mampu untuk memenuhi kebutuhan energi kita dan mengekspor kelebihan energi yang dihasilkan. Satu-satunya persyaratan untuk memenuhi ini adalah pemasangan efektif yang dapat memenuhi permintaan energi kita.

Komponen PLTS On Grid

Untuk memulai dengan langkah-langkah perancangan, pertama-tama mari kita pahami komponen utama tata surya yang terhubung dengan grid.

  • Panel Surya
  • Inverter DC to AC
  • Panel Distribusi
  • Jaringan PLN / Grid

Kriteria Pemasangan PLTS Atap On Grid

1. Ketersediaan Atap

Sebelum memasang PLTS on grid di lokasi Anda, Anda harus memeriksa area bebas bayangan yang tersedia. Menurut aturan praktis, 1 kWp pembangkit listrik tenaga surya membutuhkan sekitar 100 kaki persegi area bebas bayangan. Misalnya, jika atapnya berukuran 20 kaki x 15 kaki, maka luasnya adalah 300 kaki persegi. Untuk area seluas 300 kaki persegi ini, kita dapat memasang pembangkit listrik tenaga surya ~ 3 kWp. Untuk modul surya monokristalin berkapasitas tinggi, area bebas bayangan seluas 80 kaki persegi sudah cukup untuk pembangkit 1 kWp.

2. Kebutuhan Energi Rumah atau Bangunan

Setelah Anda mengidentifikasi area atap bebas bayangan yang layak, langkah selanjutnya adalah menghitung kebutuhan energi Anda. Anda dapat menganalisis tagihan listrik 12 bulan sebelumnya untuk mengidentifikasi kebutuhan energi. Catat konsumsi unit bulanan rumah selama 12 bulan sebelumnya kemudian hitung rata-ratanya.

Semisal konsumsi rata-rata yang diperkirakan sesuai tagihan energi Anda adalah 383 unit.

Hari dalam sebulan = 30

Konsumsi harian = 383/30 = 12,76 unit.

Kita tahu pembangkit listrik tenaga surya 1 kWp menghasilkan rata-rata 4 unit/hari,

Kapasitas pembangkit tenaga surya yang dibutuhkan = 12,76 /4 = 3,19 kWp

Oleh karena itu sesuai dengan perkiraan kebutuhan energi sebesar 383 unit, pembangkit energi surya sebesar 3,19kWp cukup rumah Anda.

3. Beban yang Disetujui

Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi beban sanksi untuk konsumen residensial/komersial tertentu. Di Indonesia sendiri regulasi dan syarat tentang pemanfaatan dan penggunaan sistem pembangkit listrik tenaga surya atap (solar rooftop) oleh konsumen PT PLN diatur dalam Peraturan Menteri ESDM nomor 12-13/2019 tentang Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE).

4. Periksa Koneksi Fase

Langkah selanjutnya adalah menentukan fasa rumah yaitu satu fasa atau tiga fasa. Anda perlu memeriksa fasa rumah untuk memilih kapasitas inverter yang tepat, di pasaran tersedia inverter satu fasa untuk kapasitas hingga 5kW dan inverter tiga fasa di atas 5kW.

Baca Juga: PERBEDAAN PLTS ON GRID DENGAN OFF GRID, BAGUS MANA?

Langkah Pemasangan PLTS On Grid

Setelah semua kriteria seperti yang di atas diikuti, langkah selanjutnya adalah merancang sistem energi surya grid-tied. Ikuti enam langkah di bawah ini untuk merancang sistem energi surya yang

1. Penempatan Panel dan Analisis Bayangan

Setelah desain siap, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi area bebas bayangan dan memasang panel surya yang sesuai. Sebelum memasang panel surya, harus dipastikan bahwa tidak ada bayangan yang jatuh di lokasi pemasangan panel selama jam puncak matahari dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore. Pasang panel dalam mode lanskap atau potrait dan pastikan terdapat ruang yang cukup tersisa di antara baris untuk menghindari bayangan antar baris. Tentukan ketinggian struktur sesuai dengan ruang bebas bayangan yang tersedia. Jika modul berada di bawah area bayangan, maka sesuaikan ketinggiannya untuk mengatasinya.

2. Pemilihan Inverter

Inverter surya berperan penting dalam mengubah arus searah (DC) yang dihasilkan dari panel surya menjadi arus bolak-balik (AC). Sebagian besar peralatan di rumah atau gedung dan jaringan listrik yang terhubung beroperasi dengan pasokan AC, oleh karena itu memilih ukuran inverter yang tepat untuk memenuhi kebutuhan energi merupakan persyaratan penting. Inverter string terbukti menjadi pilihan ekonomis untuk aplikasi perumahan dan komersial. Untuk pembangkit listrik tenaga surya 3 kWp, dapat menggunakan inverter 3 kW.

3. ACDB (AC Distribution Box)

Tugas selanjutnya adalah memasang papan distribusi AC (ACDB) dengan SPD, MCB, dan terminasi yang diperlukan. Pastikan kotak memiliki peringkat Ingress Protection yang memadai, misalnya untuk di luar ruangan, disarankan IP65.

Baca Juga: BERALIH KE PLTS: KELEBIHAN DAN KEKURANGAN OFF GRID – ON GRID

4. Struktur Pemasangan Modul (MMS: Module Mounting Structure)

Struktur pemasangan harus tahan terhadap ancaman lingkungan seperti debu, hujan, dan lain-lain. Oleh karena itu, memilih struktur pemasangan modul yang tepat adalah tugas penting untuk supaya pengoperasian panel surya dapat mencapai umur hingga 25 tahun. Pilihlah MMS yang mampu menahan kecepatan angin 150km/jam.

5. Kabel

Untuk menghubungkan semua komponen yang terpasang, pemilihan kabel konvensional diperlukan.

  • Pilihlah kabel DC dari tinned copper cross-linked polyolefin (XLPO) dengan kapasitas hantar arus yang cukup.
  • Kabel AC dapat berupa kabel Tembaga/Aluminium cross-linked polyethylene cable (XLPE) tergantung pada kerugian dan kondisi lokasi.
  • Kabel harus dipilih sedemikian rupa sehingga kerugian yang terjadi di bawah 2%.

6. Penangkal Petir

Karena panel surya dipasang di atap atau di ruang terbuka, panel surya rentan terhadap berbagai ancaman lingkungan. Terutama di musim hujan, panel surya bersentuhan langsung/tidak langsung dengan petir.

7. Net Metering

Pengukuran jaring surya memungkinkan aliran listrik dua arah sehingga dapat mengekspor dan mengimpor energi ke jaringan utilitas yang terhubung.

Jika Anda berencana memasang sistem panel surya di rumah,  Anda dapat menghubuungi Krisna Energy. Tim teknis perusahaaan tersebut akan memandu Anda dengan solusi terbaik. Paket PLTS Off Grid / PLTS On Grid tersedia mulai dari 400 WP 2000 Watt/hari hingga 2000 WP 10000 Watt/hari.


Author

%d bloggers like this: